Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 59


__ADS_3

Catatan author:


Didalam Novel sederhana ini adalah bercerita tentang kisah kehidupan dan mengutamakan tentang sebuah persahabatan. Lika-liku Kisah kehidupan Mike masih cukup panjang sebelum ia bertemu dengan Alan.


Terimakasih.


***


Mike berjalan keluar dari dalam kelas hendak menyusul Verza, namun ketika ia keluar dari dalam kelas ia sudah tidak mendapati keberadaan Verza yang sudah berjalan tidak tahu kearah mana.


"Tuh bocah kenapa sih, tiba-tiba jadi aneh banget begitu." Gumam Mike berbicara sendiri sembari menoleh ke kanan dan ke kiri.


Selanjutnya ia berjalan hendak mengelilingi kawasan sekolah seorang diri untuk melihat-lihat seluruh lingkungan sekolah itu, tadinya ia ingin ditemani oleh Verza namun melihat sikap Verza yang tiba-tiba aneh, ia pun enggan untuk mencarinya langsung.


Selesai ia berjalan mengelilingi seluruh lingkungan sekolah, ia berhenti sejenak dibawah pohon yang posisinya terletak di samping sekolahan itu. sembari ia terus menoleh kesana dan kemari mencari keberadaan Verza. Namun sama sekali ia tak menemukan keberadaannya.


Beberapa detik kemudian ia merasa haus dan lapar menyadari dari pagi ia belum sempat sarapan dan tiada waktu untuk sarapan karena sudah merasa kenyang ketika insiden pertengkaran dengan Ferdi.


Ia langsung berjalan hendak menuju ke kantin sembari tangannya merogoh saku celana maupun saku baju.


"Oit, aiisshh!"


Ia menyadari bahwa ia tidak memiliki uang saku, bahkan tadi pagi saat naik angkutan umum ia dibayarkan oleh Verza. Namun ia tidak kehabisan akal tentang hal semacam itu, ia tetap terus melangkahkan kakinya menuju ke kantin.


Setibanya ia di kantin ia langsung menuju warung makan, dan memesan beberapa makanan kesukaannya yaitu ayam goreng.


"Bu, ayam goreng plus sambal beserta lalapannya dan es teh ya?" Pesan Mike kepada sang penjual didalam kantin.


"Iya, tunggu ya dik Alan." Jawab sang ibu warung tersebut sembari tersenyum.


Selanjutnya ia duduk dikursi menunggu pesanan makanannya siap, ia duduk seorang diri diantara banyaknya siswa yang berada disana sembari ia masih terus menoleh kesana dan kemari mencari keberadaannya Verza.


Beberapa menit berlalu Makanan pesanannya pun telah siap disajikan di atas mejanya, selanjutnya ia langsung makan dengan lahap karena ia memang sudah merasa sangat lapar. Selanjutnya, segerombolan geng Naldo datang kedalam kantin tersebut diantaranya Naldo, Wasis, Dodi, Yudha dan teman-temannya yang lain.


Mereka duduk tepat dikursi membelakangi Mike, sehingga diantara mereka belum mengetahui ada Mike disalah satu kursi itu.


Mereka seperti biasa, berkumpul bersama bercanda ria sembari merayu siswi dari kelas lain dan lain sebagainya sebelum makanan pesanan mereka disajikan.


**

__ADS_1


Selanjutnya ada pula datang satu siswa lain yang datang ke kantin untuk membeli minuman mineral, ia berpenampilan culun dan memang sering menjadi bahan bullyan oleh geng Naldo bernama Riki.


Ketika siswa itu datang dan sedang membeli minuman diwarung, pesanan makanan Naldo telah siap disajikan diatas meja mereka. Selanjutnya mereka mengejek siswa itu dengan perkataan yang tidak enak didengar selayaknya ketika itu ia lakukan kepada Alan bersama Verza.


Namun siswa culun tersebut hanya menunduk dan tak berani menjawab perkataan ejekan dari Naldo.


Mendengar yang sedang Naldo ucapkan ketika menghina siswa tersebut, Mike menoleh kearahnya karena ia penasaran siapakah gerangan orang yang berkata dengan ucapan hinaan yang terdengar sangat pedas ditelinga.


Namun semua teman-teman Naldo tidak ada yang melihat Mike ketika Mike menoleh kearah Naldo, karena mereka semua fokus melihat Naldo sedang berjalan kearah siswa itu sembari membawa bakso berkuah panas dan sangat pedas ditangannya.


**


"Hey, cupu miskin! Gua beneran kasian sama loe deh yang kagak mampu membeli makanan, cuma bisa pesan air putih doang loe, nih gua kasih makanan gua buat loe." Ucap Naldo kepada Riki dan berjalan mendekat kearahnya.


Namun Riki hanya terdiam sembari menunduk dan hanya menggelengkan kepala, ia tak ingin menerima makanan yang akan Naldo berikan karena ia paham dengan tingkah Naldo. Dan ia pula tidak berani menatap kearah wajah Naldo.


"Udahlah ambil aja, kagak usah sok belagu mau nolak pemberian gua, tenang coy ini gua kasih gratis buat loe!" Lanjut Naldo menyodorkan mangkok tersebut kepada Riki.


Sementara Riki ragu-ragu akan menerima pemberian makanan dari Naldo itu karena sangat mencurigakan dan nampak ekspresi wajah Naldo tidak begitu meyakinkan bahwa dirinya memberikan itu dengan tulus, karena Riki sudah paham betul dengan Naldo.


Sementara Pada sisi lain Mike masih memperhatikan mereka.


"Loe mau makan ini kan hah?Nih silakan makanlah, gratis!" Ucap Naldo akan menyiramkan kuah panas tersebut diatas kepala Riki.


Melihat hal tersebut, sontak membuat Mike langsung berlari kearah mereka dan langsung menampik mangkok tersebut dari atas kepala Riki sembari ia langsung menarik tangan Riki supaya ia tak tersiram kuah panas tersebut.


Seet!


Prangggg!


"Aaarggh! Arrgghhh panas arrgghhh!"


Teriak Naldo ketika mangkok tersebut menyiram sebagian lengannya karena Mike menampik mangkok tersebut kembali kearah dia.


"Brengsek kau Alan!" Teriak Naldo ketika mengetahui bahwa yang menampik mangkok tersebut adalah Mike yang ia kira Alan.


Melihat hal tersebut, sontak membuat semua rombongan Naldo langsung berlari kearah mereka dan langsung mendorong tubuh Mike kearah bangku kantin.


Brak!

__ADS_1


Hingga Mike terjatuh menabrak kursi yang berada disana. Membuat semua siswa-siswi yang sedang berada di kantin menyingkir dari kursi dan langsung berkumpul untuk menyaksikan pertengkaran mereka.


Dan yang mendorong Mike hingga terjatuh adalah Yudha karena ia dendam terhadap Mike setelah insiden pada malam hari ketika ia dihajar olehnya.


Ketika Mike masih dalam posisi terjatuh, Yudha akan langsung menghajarnya. Namun, ia langsung dicegah oleh Naldo.


"Berhenti bro! Tunggu!" Ucap Naldo sembari meringis kesakitan karena tangannya terasa sangat panas.


Sontak membuat Yudha menghentikan niatnya akan menghajar Mike dalam posisi Mike masih duduk diantara kursi yang terjatuh.


"Kenapa bro! Kenapa loe mencegah gua untuk menghajar anak miskin ini hah!" Jawab Yudha dengan nada membentak.


"Gua bilang berhenti ya berhenti kampang!" Jawab Naldo dengan nada lebih membentak kepada Yudha.


Selanjutnya Naldo menggeser posisi Yudha yang tepat berdiri didepan Mike yang posisinya masih duduk. Selanjutnya Naldo langsung menarik kerah Mike hingga ia berdiri.


Seet!


Mike langsung menyingkirkan tangan Naldo ketika posisi ia sudah berdiri seraya memandang dengan tatapan tajam kepada Naldo.


"Hey! Anak miskin! Loe akan segera membayar yang loe lakukan ini! Ingat itu!" Ucap Naldo sembari memperlihatkan lengannya yang memerah akibat tersiram kuah panas tepat didekat wajah Mike.


Sementara Mike masih terdiam sembari melihat kearah mata Naldo dengan tatapan tajam dan sedikit tersenyum khas ngece.


Selanjutnya Naldo langsung bergegas pergi dari hadapan Mike karena ia merasa tangannya sangat panas dan memerah ia langsung berjalan pergi untuk segera menuju toilet.


"Woi, Naldo!" Teriak Yudha karena Naldo tidak langsung menghajar Mike pada saat itu juga sementara ia sendiri sudah merasa sangat geram ingin segera menghajar Mike bersama dengan rombongannya.


Selanjutnya Yudha melihat kearah Mike dengan tatapan tajam khas penuh dendam nampak pada ekspresi di wajahnya. Namun ia tak banyak berbuat apa-apa jika tanpa Naldo dan rombongannya.


Selanjutnya ia langsung ditarik oleh Wasis dan Dodi beserta rombongan lainnya untuk beranjak pergi dari hadapan Mike dan menyusul Naldo ke arah toilet.


***


"Brengs*k! Ada apa sih sebenarnya sama si Naldo itu!" Gumam Yudha sembari berjalan bersamaan dengan rombongannya menuju kearah toilet.


"Sabar bro, lebih baik kita tanyakan langsung saja sama Naldo, gua juga heran dengan sikap dia tadi. Kenapa dia gak langsung emosi seperti biasanya saat ketemu sama si kunyuk Alan." Jawab Dodi.


"Iya bener juga, gua juga merasa heran sama Naldo bro, Yup cepat kita samperin dia." sambung Wasis.

__ADS_1


__ADS_2