Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 65


__ADS_3

Catatan.


Bab ini dan bab seterusnya sudah terhubung didalam satu waktu yang sama.


***


Marvin langsung membatalkan segala rencana pemberangkatannya keluar Negri tentang urusan bisnisnya, ia mengambil langkah cepat yaitu menyuruh bawahannya untuk menggantikan ia sementara dalam mengurus bisnisnya.


Karena ia menyadari keluarga adalah yang terpenting dari segala apapun yang ada di dunia ini. Ia merasa sangat bahagia ketika menyadari bahwa anak yang ia kira adalah Mike dalam beberapa hari ini, ternyata adalah anak kembarnya yang hilang pada 17 tahun yang lalu.


Namun rasa bahagia itu belumlah sempurna karena pada waktu yang bersamaan ia menyadari bahwa Mike menghilang bertepatan dengan kembalinya Michealan.


Selesai ia mematikan sambungan teleponnya, Marvin melamun sembari menyandarkan kepala dan menoleh kearah jendela karena ia merasakan hatinya sedang sangat cemas karena rasa bahagia bercampur dengan rasa khawatir menjadi satu didalam hatinya.


' Oh Tuhan, kenapa kerumitan ini terjadi pada keluarga kami, kenapa engkau selalu mempermainkan sebuah misteri takdir ini kepada kami, dimanakah keberadaan anakku Mike ya Tuhan, pertemukanlah aku dengan kedua putraku Tuhan.' Batin Marvin seraya berdoa.


***


Beberapa saat kemudian mereka saling bertemu ditempat biasa mereka bertemu yaitu ditempat pertemuan dalam urusan bisnis mereka.


"Vin, ada urusan penting apakah sehingga kau ingin menemuiku pada jam segini? apakah ada urusan kantor yang mendesak? Tetapi, tunggu, bukankah kau seharusnya sudah terbang pada jam ini Vin?" Ucap Daniel secara langsung nampak ekspresinya bingung sembari ia melihat kearah jam tangan.


"Apakah kau ingat dimana saat kau menemukan Mike ketika dia kecelakaan pada waktu itu Daniel?" Tanya Marvin secara langsung tanpa menjawab pertanyaan dari Daniel tentang keberangkatan ia keluar Negri.


"I..iya Vin, sa..saya ingat." Jawab Daniel terpatah-patah dan nampak ekspresi wajahnya khawatir.


"Baiklah, segera nyalakan mesin mobilmu, antarkan saya ke daerah itu saat ini juga." Ucap Marvin sembari berjalan kearah mobil milik Daniel serta langsung masuk kedalamnya.


Daniel nampak cemas dan khawatir ketika Marvin berkata demikian, namun alasan dibalik Marvin memintanya untuk mengantar ia di tempat tersebut sama sekali belum ia ketahui. Namun karena ia melihat Marvin nampak sangat cemas lalu ia segera menyusul masuk kedalam mobil dan segera memenuhi permintaannya tersebut.


***

__ADS_1


Daniel langsung memacu kendaraannya menuju daerah yang mana ketika itu ia menabrak Alan dijalan raya penghubung antar propinsi. Ia langsung memacu kendaraannya sangat kencang menyadari cara ia mengemudi memang masuk dalam kategori ugal-ugalan.


Mulai mereka berangkat hingga setengah perjalanan sebelum melintasi perjalanan laut, (naik kapal) dan saat setelah turun dari kapal laut dan melanjutkan kembali perjalanan darat, ia melihat Marvin nampak lebih banyak diam dan melamun, bahkan apa yang membuat ia terdiam tak diketahui oleh Daniel.


Walau kendati demikian, Daniel sudah sedikit menduga bahwa permasalahannya tersebut adalah tentang putranya, mengingat ucapan pertanyaan Marvin tentang dimana ia menemukan Alan ketika Alan tertabrak beberapa hari yang lalu.


Beberapa menit kemudian, setelah sudah kembali didalam perjalanan darat hendak menuju tempat yang menjadi pokok utama tujuan mereka, hari sudah menjelang petang dan Waktu sudah menunjukkan tepat pukul 16:30 pm.


"Pemandangan didaerah sini terlihat sangat asri ya Vin. Sangat sedap dipandang mata." Ucap Daniel mengawali obrolan karena dari mereka berangkat hingga kini Marvin tiada berbicara sama sekali, hanya melamun dan nampak ekspresi wajahnya sangat cemas.


Ketika Daniel mengucapkan kalimat demikian, Marvin menoleh kearahnya, membuat Daniel merasa sangat gugup ketika melihat cara pandang Marvin kepadanya. Karena Marvin sama seperti Alan dan Mike yang mana ia memiliki tatapan mata yang sangat tajam.


"Aaiya iya Vin, oke baiklah." Ucap Daniel sembari tersenyum nampak sangat gugup ketika Marvin melihat kearahnya karena dari segi tatapan matanya penuh arti yang mana ia telah memahami hal tersebut.


Daniel sangat gugup dan langsung kembali memacu kendaraannya cukup kencang.


Mengetahui hal tersebut Marvin langsung angkat bicara.


"Daniel, Kurangilah kecepatannya, Berhati-hatilah banyak sekali mobil truk dan mobil muatan barang dari arah berlawanan." Ucap Marvin.


***


Ketika Daniel hendak menyalip mobil truk muatan barang industri didepannya, nampak ada mobil pickup bermuatan bahan baku makanan yaitu berupa pisang mentah dan tak lain mobil tersebut adalah yang dikendarai oleh Joy bersama dengan Mike yang mana mobil tersebut jua sedang menyalip mobil yang berada didepannya. Namun kecepatannya tidak begitu tinggi.


"Hey Daniel! Daniel! Awas didepan kau lihatlah! Cepat kau Banting stir kearah kiri Daniel!" Teriak Marvin sangat terkejut nan khawatir.


Siiiiiiiiiiiiiiittttttt


Daniel tidak menuruti apa yang Marvin ucapkan, ia tetap melaju kendaraannya dan hanya membanting sedikit ke arah kiri supaya tidak terjadi saling senggol lalu ia memotong langsung jalan yang sedang dilintasi oleh mobil pickup dari arah berlawanan tersebut.


Alhasil membuat mobil kendaraan yang melintas didepannya dengan penuh muatan mengalah dan membanting stirnya ke arah kiri untuk menghindari tabrakan.

__ADS_1


***


"Hahahaha, bukankah itu sangat menyenangkan Vin?" Ucap Daniel ketika sudah berhasil melewati dan telah terhindar dari tabrakan yang hampir saja terjadi.


Hal demikian membuat Daniel merasa sangat senang karena ketika ia masih muda ia sangat hobi balap dan cenderung ugal-ugalan jika berkendara dijalan raya.


"Berhentilah Daniel! Hentikanlah mobilnya!"


Siiiiiitt!


Sontak Daniel langsung menginjak remnya untuk berhenti sejenak pada bahu jalan, setelah mendengar perintah Marvin dengan nada sedikit membentak.


"Apakah Kau sudah gila Daniel! Kelakuan kau sama sekali tidak berubah dari dulu!" Lanjut Marvin sembari menoleh kearah belakang, untuk memastikan mobil yang membanting setirnya kearah kiri terguling atau tidak.


Namun, karena jaraknya sudah cukup jauh mengingat Daniel memacu kendaraannya sangat ugal-ugalan dan sangat kencang serta terdapat sedikit tikungan sebelum mobilnya berhenti membuat Marvin tidak dapat melihat keadaan mobil itu.


"Bukankah Hal seperti ini sudah lumrah dijalan raya Vin, kau pun tahu itu!" Jawab Daniel sembari menoleh jua kearah belakang tanpa rasa bersalah.


"Namun, hal yang baru saja kau lakukan sangat membahayakan kita semua Daniel, baik kau dan saya maupun orang yang ada didalam mobil tadi. Cepatlah segera kau putar balik!" Perintah Marvin menghawatirkan pengendara itu.


"Oke, Baiklah Vin."


Brum..brumm..


Ngoengggggg!


Wusssshh


Daniel langsung memacu kendaraannya untuk berputar balik kearah jalan yang mana hampir saja terjadi sebuah kecelakaan. Namun, ketika mereka telah tiba pada tempat kejadian perkara, mereka sudah tidak mendapati mobil pickup yang baru saja hampir bertabrakan dengan mereka.


Mengetahui hal tersebut, mereka berdua khususnya Marvin merasa lega, karena ia merasa sangat khawatir jika ia sampai membuat orang lain celaka walaupun itu bukanlah ia sendiri yang mengendarai mobilnya.

__ADS_1


Ia pula tidak mengetahui bahwa orang yang hampir celaka oleh ulah temannya adalah putranya sendiri yang sedang ia cari yaitu Mike Stevanus Lawrence.


Namun tujuannya ia datang ketempat daerah tersebut adalah untuk mengetahui dimanakah kehidupan yang selama ini dijalani oleh anaknya yang hilang dari 17 tahun yang lalu yaitu Michealan Stevanus Lawrence.


__ADS_2