
"Loh kok ini Mike ada dua?" Ucap salah satu teman sekelompok Mike yaitu Al, sembari menunjuk ke arah Siswa yang berada di depan. Kemudian dia menoleh ke arah tempat duduk Alan.
Akan tetapi tidak hanya Al saja, melainkan seluruh siswa yang berada didalam ruang kelas perhatiannya tertuju ke arah depan dan juga menoleh ke arah Alan. Terlebih lagi para siswi-siswi, mereka langsung saling bisik-bisik satu sama lain. Nampak ekspresi mereka terheran-heran karena yang mereka ketahui selama ini Mike adalah anak tunggal, samasekali tidak pernah terdengar kabar bahwa Mike memiliki sanak saudara yang dekat (diluar saudara kandung) terlebih lagi memiliki saudara kembar.
Pada umumnya saudara kembar terlihat tetap berbeda dari tampilan fisiknya meskipun mereka kembar, namun untuk saudara kembar kali ini (Mike dan Michealan) mereka benar-benar terlihat mirip nyaris sama persis di mata umum. Sehingga susah untuk bisa mengetahui yang manakah diantara mereka yang bernama Mike jika bukan orang-orang yang sudah mengenal Mike maupun Alan dengan dekat. Bagi mereka-mereka yang sudah mengenal dekat dengan salah satu diantara Alan dan Mike pastilah bisa melihat secara detile perbedaan tersebut.
***
Mike melihat ke arah semua siswa-siswi, sedikit melambaikan tangan sembari cengegesan yang khas. Karena sudah menjadi kebiasaan Mike sering cengegesan dalam segala situasi dan kondisi apapun.
Sementara Alan sendiri langsung menundukkan kepala karena ia paling risih jika menjadi pusat perhatian semua orang, Alan menunduk sembari mengepalkan tangannya ketika ia melihat kelakuan saudaranya seperti itu.
"Hih Kamu, Mike." Batin Alan merasa geram seraya sesekali melihat ke arah Mike. Namun Mike sendiri malah kembali mengedipkan satu matanya seolah-olah dia memiliki banyak rencana yang tidak Alan ketahui apa maksudnya.
Disisi siswa baru lain yaitu Jovan, dia merasa sangat terkejut karena dia tidak habis kira bahwa orang yang hendak dia balas (Alan) kini ada dua orang yang berwajah sama. Bahkan dia juga belum mengetahui bahwa salahsatu diantara mereka (Michealan dan Mike) adalah siswa populer yang cukup disegani dari kalangan siswa-siswi yang hendak melakukan perisakan terhadap siswa-siswi yang lemah. Layaknya kebanyakan kasus yang sering terjadi di sekolah lain. (bullying)
Diketahui bahwa Mike memang siswa kurang pintar. Akan tetapi dia sangat pandai dalam membuat suasana di kelas dia maupun di kelas lain menjadi damai tanpa adanya perisakan (bullying).
Kejadian yang sudah berlalu ketika Mike tertukar posisi dengan Alan yaitu saat Deril (adiknya Bonanza) hendak mengajak Alan yang di kira Mike untuk melawanya berkelahi. Hal tersebut adalah untuk pertama kalinya terjadi setelah sekian lamanya tidak ada tindakan kekerasan yang terjadi di sekolahan itu.
***
Next
Guru masih terdiam nan tercengang ketika melihat siswa itu ternyata memiliki wajah yang sama dengan salah satu murid yang paling dia kenali (Mike) walaupun sang guru sendiri sudah mengetahui sebelumnya bahwa siswa didik baru tersebut adalah saudara-nya Mike. Perlahan-lahan Mike menoleh ke arah sang guru yang mana sebelumnya ia masih menoleh ke arah para siswa-siswi khususnya ke arah Alan.
"Permisi.. Pak?" Panggil Mike berlagak sopan melihat Alan sudah duduk di kursinya pastilah Mike menduga bahwa dirinya sendiri yang saat ini di kira murid baru.
"Pak..?" Ulang Mike kembali memanggil guru. Karena ia mendapati guru masih terbengong melihat dirinya. Sementara ia sendiri sudah ingin memperkenalkan diri layaknya siswa baru.
'Walah, kok malah bengong kayak kentongan,' Batin Mike.
Akhirnya Mike melangkah semakin mendekat ke guru, lalu ia langsung memetik jari tepat di depan wajah guru.
Ctek!
"Hey Pak, Hehe"
Mike langsung cengegesan ketika sang guru langsung tersadar dari lamunannya. Mike melihat ekspresi wajah guru nampak asam seraya melotot ketika Mike melakukan hal demikian.
Guru melotot karena dia melihat sekaligus mengamati seragam sekolah yang sedang Mike pakai tidak rapih. Sontak membuat Mike kembali cengegesan karena ia langsung mengerti akan tatapan sang guru yang sedang melihatnya itu.
"Hehe" Mike melirik ke arah Alan sembari membenahi pakaiannya.
Sontak membuat Alan menggelengkan kepala ketika melihat kelakuan Mike nampak seperti siswa yang tidak disiplin, bahkan terlihat kurang sopan terhadap guru.
__ADS_1
Walau kendati demikian, Mike berani berbuat seperti itu (metik jari di depan wajah guru) karena guru yang saat ini sedang mengajar bukanlah guru yang terkenal galak. Akan tetapi terlepas dari semua itu, Mike sendiri memang siswa yang terbilang bandel dan ngelunjak.
"Pak, apakah saya sudah bisa memperkenalkan diri?" Ucap Mike dengan percaya diri setelah ia usai membenahi pakaiannya.
"A.. i.. ya baiklah, silakan kamu perkenalkan diri dulu" Jawab Guru terpatah-patah.
Mike tersenyum melihat ekspresi sang guru, kemudian perlahan-lahan ia kembali menghadap ke arah semua siswa-siswi. Ketika ia hendak memulai berbicara, sejenak ia memegang kerah bajunya seraya sedikit mendongakkan dagu. Kemudian ia mengangkat satu kepalan tangan (kode pura-pura batuk berlagak sok cool)
"Ehem, hai semuanya salam sejahtera, perkenalkan nama saya.." Mike hendak berbicara, akan tetapi kalimatnya menjadi terhenti ketika melihat Alan berdiri dari tempat duduknya secara langsung sehingga kursi yang Alan duduki menjadi sedikit bergeser menghasilkan suara yang sedikit nyaring.
Greeeek!
Sontak perhatian seluruh siswa-siswi maupun sang guru menjadi tertuju ke arah Alan, mengingat suasana kelas saat ini memang sedang sangat tenang karena semuanya sedang fokus melihat ke arah depan. Setelah itu Alan langsung melangkah menuju ke arah depan.
Drap Drap Drap
Sementara Mike sendiri menjadi salah tingkah melihat tatapan mata Alan ketika Alan sedang berjalan menuju ke arah depan sembari melihat dirinya.
Guru dan semua siswa-siswi terdiam, karena mereka tidak mengerti apa maksudnya tiba-tiba Alan yang mereka kira Mike langsung menghampiri siswa yang sedang hendak berbicara itu.
Begitu Alan sampai tepat didepan Mike, Alan tidak ada henti-hentinya masih melihat Mike dengan sorot mata yang khas penuh kata namun tanpa ada kata melalui lisan.
Mike sendiri malah garuk-garuk kepala akibat salah tingkah dan tidak tahu hendak berkata apa karena ia mengerti maksud tatapan mata Alan walaupun tanpa adanya kata melalui Lisan. Kemudian Alan langsung menelunjukkan jari tepat ke arah nama pengenal diantara baju mereka berdua.
Sontak sang guru yang utama melihat itu langsung menggelangkan kepala.
"Hehe" Mike langsung semakin cengegesan ketika guru sudah mengerti akan hal itu.
Sementara semua siswa-siswi yang menyaksikan dari tempat duduk mereka masih belum mengerti tentang apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sedang di bicarakan di depan kelas.
Setelah itu, Mike langsung beranjak hendak kembali ke tempat duduknya sembari garuk-garuk kepala. Ketika ia sedang melangkah menuju tempat duduknya, ia melewati tempat duduk beberapa teman sekelompoknya. Kebetulan tempat duduk mereka semua memang saling berjejer dan berurutan.
Mereka semua tiada henti-hentinya merasa heran. Mereka melihat Mike sembari menelunjuk jari ke arah Mike.
"Loh ini kok, ini kok, mana si yang Mike?" Ucap Ivan terbengong seraya masih menunjuk jarinya ke arah Mike. Mike tersenyum kemudian ia langsung mengibas tangan Ivan seraya menimpuk kepala mereka semua satu persatu.
Seet!
"Em.. rasain nih"
Plak! Plak! Plak!
"Awwh sakit, sue!" Rintih Al seraya mengusap-usap kepala dan merapikan kembali rambutnya.
"Eh, sepertinya ini dia pasti si Mike-nya kita. Haha sue loe Mike!" Sambung Taro seraya tangannya masih menelunjuk ke arah Mike. Sontak tangan Taro yang masih menelunjuk itu langsung Mike tarik.
__ADS_1
Seet!
Kemudian jari Taro yang Mike tarik itu hendak Mike masukkan ke lobang hidung-nya Mike.
"Aissh! Sue loe, jijik ah Kunyuk!" Taro langsung menarik kembali tangannya seraya mendengus.
Seet!
"Bodo amat. lagian kalian mudah amat melupakan gua, sompret." Balas Mike sembari kembali menimpuk kepala mereka satu persatu sebelum ia kembali duduk di tempat duduknya.
Plak! Plak! Plak!
"Aish, sue loe Mike." beberapa diantara mereka mendengus ketika kepala mereka kembali di timpuk oleh Mike. Karena sudah seperti makanan sehari-hari bagi mereka kelakuan Mike yang baru saja Mike lakukan itu. (Menimpuk)
Sementara Alan yang posisinya masih berada didepan kelas menggelangkan kepala saat melihat tingkah saudaranya terlihat barbar seperti teman sekolah yang melakukan perisakan kepada dia dulu yaitu Naldo.
"Hei Kalian yang disana sudah-sudah jangan ribut, dan kamu Mike cepat kembali duduk di tempat dudukmu dengan rapi. Jangan membuat onar." Ucap guru.
"Hehe, baik Pak." Mike cengegesan sembari langsung kembali ke tempat duduknya.
Mendengar guru memanggil nama Mike kepada siswa yang sebelumnya dikira siswa baru, sontak membuat para siswa-siswi langsung mengalihkan pandang kembali ke arah depan. Karena sudah bisa di pastikan bahwa siswa baru yang asli adalah siswa yang saat ini berada di depan kelas.
"Eh guys, kalian ngerasain yang gue rasain juga gak sih sebelum jam ini?" Bisik para siswi kepada teman sebelahnya.
"Apaan cuy" balas teman-teman sebelahnya.
"Itu lho.. si itu," Jawabnya seraya mengedipkan mata (kode ngomongin Alan)
"Beda maksud loe?"
"Hu um, lihatlah bibir dia guys, aduhai sexy bingit"
"Iya guys, lirikan mata dia itu lho.. uuh sungguh membuatku meleleh, lihat itu guys aaiih.. dia sedang melirik kesini guys. Aarrggh aku meleleh grils aku meleleh, lontongin aku lontongin aku.."
"What, Lontong?" Balas teman-teman yang lain saat siswi yang super centil tengah kecentilan ketika Alan sedang melirik ke arah mereka.
Alan melirik ke arah mereka karena mereka membuat kebisingan meskipun mereka hanya berbisik-bisik yang tidak terdengar dengan jelas apa yang sedang mereka bicarakan.
"Eh, nyuk. Bukannya mereka berdua wajahnya sama saja ya?" Balas siswi lain yang tidak banyak bicara cenderung cuek.
Kemudian mereka semua langsung menoleh ke arah tempat duduk-nya Mike secara serentak. Ketika mereka sudah melihat ke arah Mike, mereka langsung sedikit melotot.
"Astaga!"
Catatan
__ADS_1
Kembali Author sampaikan, jangan membandingkan cerita ini dengan kehidupan real jika kalian menemukan sesuatu yang tidak ada di kehidupan real. Terimakasih.