
NOTE:
Segala yang ada didalam cerita ini hanyalah fiktif belaka, jadi janganlah menyamakan dengan kehidupan asli jika terdapat suatu yang tidak semestinya didalam kehidupan nyata. Ingat, Pada bab bagian ini Terdapat kata umpatan dan aksi bully.
***
Ucap Mike sembari ia menyodorkan gelas kearah depan. Teman Yadi langsung menoleh kearah galonnya dan kebetulan galon ia jua kosong.
"Lah..galon punya kita aja kosong Lan." Ucapnya sembari merenges.
"Oow Oh iya, si Yadi kemana bro?" Tanya Mike sembari menoleh kearah ruang sekitar karena tidak mendapati keberadaan Yadi.
"Oh si Yadi, tadi sih bilangnya mau pulang kerumah dulu."
"Oho..yasudah kalo begitu." Mike langsung berjalan kembali masuk kedalam kamarnya untuk menaruh gelas yang ia bawa.
"Ver,"
"Oi"
"Loe ada duit gak?"
"Buat apaan Lan?" Jawab Verza sembari mata ia fokus kedalam hape.
"Buat beli minum."
Verza langsung menengok kearah Mike.
"Lah..bukannya tadi loe udah minta ke sebelah?"
"Galon sebelah juga kosong kunyuk!" Jawab Mike melirik kearahnya.
"Yaelah..yaudah nih leo pakek," jawab Verza sembari memberikan beberapa lembar uang dari dalam dompetnya.
"Em..Anu Ver,"
"Anu apa lagi..? masih kurang kah? Harga air mineral berapa memangnya sih hah? Cukup lah tuh duit." Jawab Verza.
"Iya gua tau, tapi loe masih ada duit lagi gak?"
"Emang mau loe pakek buat beli apaan sih hah?" Jawab Verza sembari memberikan lagi beberapa lembar uang lebih kepada Mike.
"Beli rokok." jawab Mike singkat setelah uang tersebut sudah berada ditangannya.
"What! Rokok? Sejak kapan loe merokok Lan?" Verza melotot terkejut.
"Kagak tau. Gua Kagak ingat." Jawab Mike singkat sembari melangkah pergi keluar.
__ADS_1
"Oi! Alan! Hey Lan! Lagi ditanyain juga loe, ah Sue loe main kabur aja huh!" Teriak Verza karena ia heran sekaligus bertanya-tanya.
***
Mike berniat akan berjalan menuju kearah kantin, namun karena tujuannya sekaligus membeli rokok alhasil ia pergi keluar untuk membeli air mineral sekaligus membeli rokok.
Namun, ketika sebelum ia melangkah jauh.
Beb!
"Emmmph! Emmpah!"
Mulut ia langsung dibekap dari arah belakang oleh seseorang, dan seseorang yang membekapnya adalah Yudha bersama Wasis dan Dodi. Selanjutnya ia dibawa masuk kedalam ruang perpustakaan dan dimasukkan kembali kedalam ruang kosong yang berada didalam perpustakaan dan didalam ruang kosong tersebut adalah ruang yang sama ketika Alan dihajar oleh kelompok mereka.
Mike diseret masuk kedalam ruangan kosong tersebut oleh mereka bertiga dan dipegangnya dengan sangat kuat. Wasis dan Dodi merasa heran ketika mereka memegangi tangan Mike karena tenaganya sangat kuat untuk mencoba melepaskan cengkraman tangan mereka tidak seperti Alan yang sebelumnya.
Setelah mereka sampai didalam ruang kosong tersebut, mereka langsung melempar Mike tepat kearah Naldo berdiri.
Brak!
Alhasil membuat Mike jatuh tersungkur tepat didepan kaki Naldo.
Mereka semua tertawa namun tidak begitu keras menyadari mereka sedang didalam sebuah ruangan yang tak pernah dimasuki oleh siswa. Ketika Mike jatuh tersungkur dalam posisi kepala ia tepat didepan kaki Naldo, Naldo langsung melihat kearahnya.
"Hey anak bisu! Apa kabarnya loe hah?" Ejek Naldo.
Berlahan-lahan Mike melihatnya dan ia ingat bahwa dia adalah orang yang akan menyiramkan kuah panas pada Riki saat jam istirahat tadi ketika dikantin. Selanjutnya ia akan kembali berdiri.
Seet!
Brak!
"Aisssh! Kep*rat! Beraninya loe anak bisu brengsek!"
"Hey! Tunggu, Siapa yang kau panggil anak bisu itu hah?" Jawab Mike.
"Loe itu anak bisu! Anak miskin belagu tak tau diri loe!" Lanjut Naldo sudah dalam posisi kembali berdiri.
"Oho! Kau bilang saya anak bisu? Lantas tak dengarkah kau suara saya saat ini saya sedang berbicara hah? Ataukah indra pendengar kau sedang ada masalah? (tuli)" Jawab Mike dengan bahasa formal dan ngece.
"Tutup mulut loe Alan! Brengs*k loe!" Naldo melotot dan sudah tersulut emosi. Dan sudah mengepalkan kedua tangannya, begitupun dengan semua teman-temannya merasa sangat geram ketika Mike mengucapkan kalimat demikian.
"Ada apa? Kenapa kalian membawa saya masuk kedalam ruangan ini hah? Oho kau rupanya?" Ucap Mike sembari melihat kearah Yudha dan ingat akan ucapan Yudha pada tadi malam bahwa ia akan membalas yang Mike lakukan padanya.
"Ya kenapa hah! Apa Loe takut hah?" Jawab Yudha melotot dan nampak ekspresi wajahnya terlihat sok menantang.
"Apa kau bilang? takut? Haha bukankah kau sedang membicarakan diri kau sendiri hah?" Jawab Mike ngece sembari tertawa.
__ADS_1
"Tutup bac*t busuk kau Alan!" Yudha emosi beserta semua yang disana ketika melihat ekspresi Mike nampak sangat berani dan lebih banyak melontarkan perkataan yang sebelumnya tidak pernah Alan lakukan.
Selanjutnya mereka semua akan maju untuk meroyok Mike sembari mengepalkan tangannya masing-masing dan nampak ekspresi wajah marah diantara mereka.
"Wait!" Ucap Mike sembari mengangkat tangannya kearah depan sebelum mereka melangkah untuk meroyoknya.
Sontak membuat semuanya menghentikan langkahnya sembari melotot kearah Mike.
"Jika kalian merasa menjadi lelaki, lawanlah satu persatu, tidak main keroyokan seperti ini, memalukan tau." ucap Mike dengan nada santai.
"Apa peduli gua hah!" Jawab Yudha langsung maju untuk menyerang Mike. Namun semua kawanannya belum ikut serta maju, karena hanya Yudha yang sudah terbakar emosi karena rasa dendam.
Seet!
Brak! Brak!
Klek!
"Arrgghh! Tidak! Arrgh! oh tidak, tanganku aarrgghh!" Teriak Yudha ketika maju seorang diri untuk menghajar Mike dan ia langsung dibekuk oleh Mike serta Mike langsung mematahkan lengan kanannya.
Sontak membuat semua yang ada disana masih terdiam dan tercengang melihat Yudha yang sedang merintih kesakitan dalam posisi Mike membekuk tangannya. Mereka semua terbengong ketika melihat Yudha dalam posisi itu dan tangan dia patah yang dilakukan oleh Mike yang mereka kira adalah Alan membuat mereka merasa sedikit takut.
"Lepasin Gua Alan! Brengs*k loe! Hey! Kenapa kalian semua diam saja! Cepat Tolongin gua woi!" Teriak Yudha ketika melihat semua kelompoknya belum melangkah maju sama sekali untuk menghajar Mike.
"Hey! Cengeng sekali kau menjadi lelaki, ngemis meminta pertolongan dari teman-temanmu hah? Lihatlah, apakah mereka semua benar-benar temanmu saat melihat kondisimu seperti ini hah?" Ucap Mike berkata di dekat telinga Yudha sembari melirik kearah mereka semua.
"Apa maksud ucapan loe itu Alan! Cepat Lepaskan dia!" Sahut Dodi.
"Hey! Tak usah kau melotot seperti itu, tak usah pula kau berteriak-teriak, bising tau! Kalo loe ingin, Coba lepaskan saja temanmu ini, kenapa kalian malah kelamaan berpikir hah?" Jawab Mike ngece.
"Bed*bah kau Alan!" Lanjut Wasis merasa geram karena Mike nampak sangat mengece. Lalu mereka semua maju untuk melawan Mike, namun untuk Naldo sendiri ia belum ikut serta menyerang Mike. Mereka menyerang Mike dalam posisi Mike masih sedang memegang tangan Yudha.
Seet! Brak!
Seet! Brak!
Mereka semua satu-persatu langsung terjatuh ketika hendak menghajar Mike karena mereka langsung ditendang oleh Mike ketika mendekat. Mereka berulang-ulang kali maju hendak memukul namun yang mereka pukul pastilah Yudha karena Mike menyodorkan tubuh Yudha ketika mereka mengayunkan pukulannya.
Namun ketika Mike sedang berputar menyodorkan tubuh Yudha kearah teman-teman Naldo yang sedang menyerang ia, posisi ia tepat membelakangi Naldo selanjutnya ia langsung dipukul oleh Naldo dari arah belakang menggunakan kayu balok tepat pada area kepalanya.
Brak!
"Arrghh!"
Sontak membuat Mike langsung jatuh tersungkur ketika Naldo memukulnya sangat keras dibagian kepala belakangnya yang mana area tersebut adalah area sensitif.
Mike terjatuh kelantai bersama dengan Yudha karena Yudha masih dalam cengkaramannya. Mike sedikit tak sadarkan diri ketika kepala ia dipukul namun ia masih dapat mendengar dengan baik.
__ADS_1
Ketika Mike dalam posisi jatuh tersungkur dan memejamkan mata, semua teman yang terjatuh karena tendangan Mike berlahan-lahan dan masing-masing saling berdiri. Lalu mereka mendekat kepada Naldo sembari saling berbisik dan melihat kearah Mike.
"Waduh! Hey Bro, jangan-jangan dia mati?"