Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 162


__ADS_3

Tidak selang waktu lama, mobil sedan yang dilihat oleh Alan kembali berjalan, sedangkan Bus yang ia tumpangi masih belum berjalan, lantas ia turun lantaran plang yang ia lihat dari sudut jendela sudah cukup membuktikan bahwa jarak tempuh antara sekolahannya tidak terlampau jauh.


Alan memangkas waktunya, berjalan kaki ke arah Timur. (Jw. Melipir)


***


Disisi lain tepatnya dari sebelah barat sebelum tiba disekolahan, ada Ananta sedang dalam perjalanan menuju ke sekolah. Lantas ia meminta sang sopir untuk menurunkannya di pinggir jalan lantaran ada suatu benda yang hendak ia cari sejenak pada toko ATK terdekat.


"Pak, saya turun disini saja biar nanti saya jalan kaki ke sekolah." Ucapnya seraya merapikan sebagian buku yang tidak ia masukkan kedalam tasnya.


"Baik Non, bapak tinggal dulu ya" Jawab sang Sopir.


"Iya pak, nanti jemputnya jangan telat ya .." Pinta Ananta. Sang sopir pun mengangguk lantas kembali tancap gas.


Sesudahnya ia mendapatkan benda yang ia perlukan pada toko ATK tersebut yakni sebuah Correction tape dan Bindder Clips lantas ia menyelesaikan transaksi sebelum bergegas pergi. Namun, tidak ia duga kala sedang membalikan badan dalam kecepatan penuh, ia menyenggol Seorang siswi yang baru datang tepat berada di sebelahnya.


Suutt!


breek!


Buku-buku yang ia bawa jatuh dan berserakan di lantai sementara beberapa benda yang siswi itu bawa jua terjatuh salahsatunya berupa telephone genggam.


Klotak!


"Oit," Ananta terkejut lantas jongkok untuk mengambil kembali buku-bukunya.


"Aiish! Gimana si Loe! Liat-liat donk, Loe!" Pekik siswi itu emosi hingga membuat perhatian publik. Sementara usai Ananta mengambil kembali buku-bukunya lantas ia mengambil sekaligus Hanphone milik siswi itu.


"Nih, barangmu. Maaf, tadi gue gak sengaja." Ucap Ananta seraya menyodorkan ponsel tersebut nan melihat siswi itu.


'E ... Cewek dari sekolah mana dia, keliatannya kok asing banget, tapi .. seragamnya sama sepertiku. Apa dia siswi baru?' Gumam Ananta penuh tanya didalam hatinya.


Sementara Siswi itu langsung meraih ponsel yang disodorkan oleh Ananta dalam ekspresi yang masih Asam.

__ADS_1


"Maafin Gue, tadi gue gak sengaja." Ulang Ananta "Udah, kan?" hendak melangkah pergi, namun satu langkah kakinya berpijak, lantas pundaknya di raih oleh siswi itu.


"Wei, Tunggu loe!"


Seet!


Sontak Ananta menoleh nyaris terjatuh dibuatnya, akhirnya, ia pun langsung menyingkirkan tangan siswi itu dari pundaknya.


"Ish, apaan si, Loe!" Pekik Ananta, mulai geram.


Seet!


"Loe itu yang apaan, punya salah bukanya tanggung jawab malah main kabur aja loe!" Pekik siswi itu.


"Lah, tadi kan .. bukanya gue sudah minta maaf sama loe ya, emangnya loe kagak denger, kah?" Jawab Ananta.


"Loe lihat ni, akibat ulah loe, pelindung hape gue lecet. Tanggung jawab loe." Pekik siswi itu seraya memperlihatkan barang yang dimaksud.


"Astaga Tuhan, kek baru sekali aja loe punya hape, segitunya amat yaelah!" Jawab Ananta seraya mengibaskan rambutnya nan melirik sinis.


"Eh, eh, kok loe nyolot kagak jelas begitu si. Emangnya siapa loe main nyolot-nyolot kagak jelas begitu. Kalau loe mau gue ganti rugi .. its okay! Akan gue ganti, kagak perlu nyolot juga kali, Norak!" Pekik Ananta sudah terbakar emosi seraya mengambil beberapa lembar uang didalam dompetnya.


"Apa loe bilang barusan, hah!" Pekik siswi itu jua dirundung emosi, Lantas ditengah-tengah mereka berseteru, tiba-tiba ada sekelompok siswi datang kesana lantaran ada suatu perlu hendak mencari benda peralatan sekolah jua.


Mereka adalah sekelompok siswi yang pernah berbincang dengan Ananta pada hari kemarin di kantin yakni perbincangan seputar Alan dan Mike kala Ananta belum mengetahui julukan 'M-Twins'


Ya mereka kini langsung ikut campur dalam urusan ini lantaran mereka memang tidak menyukai Ananta. Mereka mencari Muka kepada siswi itu dan berpolah seakan-akan Ananta-lah yang patut disalahkan.


"It's Okay, nih duit buat beli pelindung hape loe, dan kagak usah di panjang-panjangin masalah sekecil ini deh, heran gue." Ucap Ananta seraya memberikan uang tersebut kepada sisiwi itu nan melirik sinis kepada beberapa kelompok siswi yang sangat antusias membela siswi asing tersebut.


Selanjutnya Ananta bergegas pergi dari sana, tetapi baru beberapa langkah kakinya berpijak, seruan dari beberapa kelompok siswi itupun terlontar dari mulut mereka.


"Hei, Ananta. Kagak usah sok belagu Loe, mentang-mentang Anak orang kaya bertindak semaunya, tapi etika loe enol saat berhadapan sama orang asing." Celetuk mereka.

__ADS_1


Lantas Ananta menghentikan langkahnya sejenak serta menoleh ke arah mereka. "Whatever! Capek gue pagi-pagi sudah buang energi melayani ocehan kalian." Ucapnya lekas beranjak pergi.


"Oih, songong nian cewek itu." Gumam Siswi itu. Lantas mereka saling berbincang (berkenalan) dan lain sebagainya sebelum kembali ke sekolahan.


***


Di Sekolahan.


Alan dan Ananta tiba di pintu gerbang sekolah nyaris bersamaan, mereka hadir dari sisi yang berbeda yakni Alan dari sisi timur, sementara Ananta dari sisi Barat.


Ananta sudah lebih dulu berpijak di gerbang sekolah, selanjutnya disusul oleh Alan. Namun, Ananta berjalan cenderung lebih cepat tampak kesal pada eksresinya hingga ia samasekali tidak menoleh ke belakang. Sementara Alan yang posisi berjalan di belakangnya hendak menghampirinya, tetapi tidak jadi ia lakukan lantaran ia masih dirundung keraguan.


Akhirnya, Alan berjalan pelan dibelakang Ananta dalam jarak lumayan jauh lantas dilanjutkannya lurus menuju kelasnya. Sementara Ananta sendiri tidak langsung masuk kedalam kelas sebabnya ia hendak berjumpa dahulu dengan sahabatnya (Maria) ke arah selatan.


Semasih Alan melangkah hendak menuju kelas, lagi-lagi ia dikejutkan oleh tingkah teman sekelompok Mike diantaranya Al, Taro, Ivan dan Kenji.


"Duaar!" Seru mereka serentak hingga membuat Alan sangat terkejut. Sebelumnya, mereka sengaja bersembunyi dibalik dinding kala melihat Alan melangkah dari kejauhan. Namun lagi-lagi mereka salah sasaran lantaran bukan Mike yang sedang mereka jahili.


Namun mereka belum tersadar selama belum melihat nama pengenal pada baju Alan. Alhasil, mereka tawa terbahak-bahak penuh kepuasan Kala Alan sangat terkejut dibuatnya.


"Huahahahaha"


Sementara Kenji langsung bertingkah dalam khas Alay-nya yakni merangkul Alan dari sebelah kiri. Nan bertingkah Manja.


"Ayank Akyu ganti palpum ya cekalang, alomanya telasa beda deh. Um .. lebih haluum" Ucapnya, sontak langsung Alan singkirkan Kenji dari sisinya Lantaran ia geli dibuatnya, Alan menyingkirkannya dalam kekuatan penuh hingga Kenji terpental nan menabrak dinding.


Seet!


Brak!


"Awh, Ayank akyu kenapa jadi galak banget si, ikh Akyu cebel, cebel, cebel, cebel" Omelan Kenji Lantas bergegas sembunyi di belakang pundak Taro.


Sementara Semua teman rombongan yang sebelumnya tengah tertawa-tawa, langsung terdiam menyaksikan Alan sangat kasar terhadap kenji cenderung terlihat kurang mentoleransi sikap Kenji yang seperti banci sejak dulu itu.

__ADS_1


Lantas Ivan mendekat nan melihat nama pengenal pada bajunya, akhirnya mereka semua mengetahui lantas menunduk merasa sungkan.


Sementara Alan sendiri sudah mengerti apa sedang mereka pikirkan tentangnya saat ini. "Maaf, aku tidak bermaksud."


__ADS_2