
Teriak Verza ketika Mike langsung menerobos masuk ke dalam rumahnya tanpa menjawab yang baru saja dia ucapkan.
Mike menerobos masuk saat posisi Verza sedang berdiri tepat ditengah pintu serta lengannya sedang memegang pintu, alhasil dia nyaris terjatuh ketika Mike langsung menyingkirkan tangannya dari pintu tersebut. Mike langsung masuk ke dalam kamar karena ia sudah paham dimana letak posisi kamar Verza, mengingat hari kemarin ia pernah tidur dirumahnya. Verza pun langsung menyusul masuk ke dalam kamar.
"Wei, Loe mau ngapain Lan?"
"Molor lah! Masa mau buang air di kamar loe," Jawab Mike singkat sembari langsung menata bantalnya di kasur Verza.
"Sue! kunyuk loe! maksud gua tuh, itu kasur gua Alan.. ngapain pula loe menata bantal gua hah? ada apa sama loe sih, loe jadi aneh banget begini, pulang loe sana, molor dirumah loe."
"huaaaamm Males." Cetus Mike sembari menguap-nguap.
"Aiisshh!"
"Weih Ver, Ngapain pula loe masih berdiri disitu. Apakah loe mau berdiri sampai pagi disitu hah? lagian kasur loe ini masih lumayan longgar bro, molor tinggal molor aja ribet amat. Lagian kita sama-sama cowok apa yang loe takutkan hah?" ucap Mike sembari menguap-nguap.
"Aiisshh otak loe udah mikir kemana Lan, sue! maksud gua tuh gua Jadi gak leluasa molor malam ini, huh!" Verza mendengus.
"Wei, Loe barusan ngomel apaan?" Tanya Mike.
"Kagak ada ngomel, barusan ada nyamuk ngajakin berantem! Ah, sudah-sudah geser loe geser," Jawab Verza singkat lalu dia langsung menyusul tidur di sebelah Mike.
Ketika mereka posisinya sudah rebahan, mereka tidak langsung tertidur melainkan banyak berbincang-bincang.
"Ver,"
"Oi"
"Loe punya hape kagak?" Tanya Mike.
"Ada tuh di sebelah loe"
Mike langsung meraih hape tersebut dan langsung melihat-lihat isi didalam hape milik Verza berbarengan dengan Verza. Kemudian Verza memperlihatkan beberapa foto Alan ketika Alan berfoto dengannya maupun saat Verza memfoto Alan tanpa Alan ketahui.
Mike tertawa-tertawa ketika mendapati foto Alan yang dicuri oleh Verza. Disusul oleh Verza tertawa terbahak-bahak. Karena posisi foto yang sedang dilihat, nampak saat Alan sedang tertawa maupun tersenyum terlihat terlalu maksa dan ekspresinya sungguh natural karena Alan tidak tau bahwa dirinya tengah di foto oleh Verza.
Mike terus-menerus melihat foto-foto yang ia kira dirinya yang lain didalam hape Verza.
"Eh tunggu, Ini beneran foto gua?" Tanya Mike merasa heran sembari menoleh ke arah Verza.
__ADS_1
"Iya lah, Kalo bukan foto loe lalu siapa lagi Lan! Emangnya loe punya kembaran hah? Ya foto itu foto diri loe lah!" Jawab Verza.
"Em.. Masa sih? Kok begini?" jawab Mike singkat.
"Begini apaan?" Tanya Verza.
Mike terdiam sejenak sembari menggigit kuku ditangannya nampak ekspresinya tidak percaya yang sedang ia lihat. Kemudian ia bergegas berdiri dari kasur.
"Wei Lan, loe mau ngapain? aiissh! Silau Lan, matikan lagi lampunya, woi!" ucap Verza ketika Mike langsung menyalakan kembali lampu kamar sembari ia menoleh ke sana dan kemari.
"Hey Lan, Loe lagi nyariin apaan sih, cepat matikan lampunya lagi woi, silau tau!" Lanjut Verza ngomel.
"Iya Berisik loe ah! Loe punya kaca cermin yang agak besaran gak, Ver?" Tanya Mike.
"Cermin buat apaan?"
"Punya apa kagak loe Ver," Lanjut Mike.
"Iya ada kok, tuh cerminnya nyelip dibelakang lemari di belakang loe." Jawab Verza sembari menelunjuk ke arah yang dimaksud.
Mike langsung mengambil kaca cermin tersebut, lalu ia melihat dirinya sendiri di kaca cermin itu sembari melihat foto yang berada didalam hape milik Verza. Ia mencocokkan dirinya hingga beberapa kali dengan foto yang berada di dalam hape tersebut.
"Aneh apaan hah? tingkah loe itu yang jadi aneh, Malem-malem begini bertingkah aneh begitu, kesurupan dedemit mana sih loe Lan, tumben amat."
"Dedemit kepala loe copot!" Jawab Mike singkat sembari menyimpan kembali kaca cermin tadi ketempat asalnya. Ia mematikan kembali lampu kamar lalu kembali lagi ke atas kasur.
"Wei Lan, Loe tadi lagi ngapain sih? gua lihat tingkah loe aneh banget deh pakek acara bercermin tengah malam begini segala, loe bertingkah seperti bukan loe yang biasanya tau gak." ucap Verza ketika Mike sudah tiduran disebelahnya.
"Aux ah! Mungkin karena gua kesurupan dedemit yang barusan loe bilang! udah ah molor." Jawab Mike singkat langsung miring menghadap ke arah tembok membelakangi Verza.
"Sue! ditanyain malah dijawab ngaco, kunyuk loe." Gumam Verza.
***
Mike sedang tidak ingin banyak berkata kepada Verza karena ia sendiri tengah merasa bingung atas siapakah dirinya, setelah melihat foto yang ada didalam galeri hape milik Verza tersebut, ia merasa bukan seperti gayanya saat berfoto walau sama sekali ia tidak mengingat apapun didalam masa lalunya.
Memang tampilan wajah didalam galeri foto tersebut 99% sama seperti dia karena Alan memiliki paras wajah yang sama persis dengan Mike, namun dari cara gaya berfotonya sangat jauh berbeda serta aura dari sorot matanya nampak berbeda. Namun, baik itu Mike maupun Alan sendiri masing-masing diantara keduanya tidak bisa membedakan berbedaan mereka hingga sedetail itu.
Namun sebuah perbedaan tetaplah perbedaan, tetap akan berbeda walaupun dalam satu rupa yang sama.
__ADS_1
***
Pagi hari kemudian tepat pukul 05:00 am.
Seet!
Blug!
"Aaaaggh! Alamak vantat ku atah atah atah" rintih Verza kesakitan ketika dia terjatuh dari kasur karena tidak sengaja tertendang oleh kaki Mike. Karena posisi dia tidur tepat dipinggir, sementara Mike berada di pojok tembok.
Verza memang posisi tidurnya tidak jelas namun lebih parah Mike saat ia tidur hingga menjadikan Verza terjatuh ketika pertama kalinya dia tidur dengan Mike.
"Sue kau Alan!" Ucap Verza sembari memegang vantatnya karena sakit.
"Lan, Wei.. Alan!" Panggil Verza sedikit lantang.
"Hem.."
"Bangun loe, sudah subuh nih." ucap Verza sembari menepuk-nepuk pundak Mike.
Plek! Plek! Plek!
"Hem."
"Ham Hem ham Hem, buruan bangun Lan, et dah buset anak ini biasanya geh loe yang ngebangunin gua kalo di asrama. Astaga kenapa loe jadi mbelor begini sih?" Gumam Verza karena Mike susah untuk dibangunkan.
"Hem, sepuluh menit lagi." jawab Mike masih dalam keadaan tidur. Sontak membuat Verza merasa heran, melihat Mike masih dalam posisi tertidur namun telinganya sangat peka dengan ruang lingkup yang ada disekitarnya serta mampu menjawab ucapannya.
Namun karena memang masih terbilang cukup petang, selanjutnya Verza bergegas pergi ke dapur untuk sedikit membantu sang ibu, walau dia lelaki namun karena dia adalah anak tunggal maka dia selalu membantu sang ibu dulu sebelum dia berangkat ke sekolah.
***
Tepat pukul 6:00 am.
Verza telah selesai mandi dia langsung kembali ke dalam kamar hendak memakai seragam sekolah serta menata peralatan sekolah ke dalam tas dan lain sebagainya. Ketika dia masuk ke dalam kamar, dia mendapati Mike masih dalam posisi tertidur serta terdengar suara mendengkur cukup keras.
Ggrrrrr gggrrrrr
"Ebuset! Alamak!" Verza melotot.
__ADS_1