
Tak lama kemudian, mereka sampai lekas Mike mengajaknya ke rumah Pak Mojo. Tidak banyak perbincangan yang tak berarti, lantaran malam hendak berganti pagi.
Mike mewakili seluruh rekan-rekannya berpamitan pulang pada pak Mojo. "Saya ucapkan banyak terima kasih pak dan maafkan kami, bapak jadi terluka seperti ini" Ucap-nya.
"Tidak perlu dipikirkan Nak, saya tidak apa-apa. Kalian hati-hati di jalan ya ... Kalau sudi kiranya saya tunggu kehadiran kalian di lain hari." Harap Pak Mojo.
"Tentu Pak kalau ada umur panjang kelak kita berjumpa lagi, Terima kasih." Jawab Mike sebagai pemungkas Perbincangan lekas beranjak keluar bersama Alan dan rekan-rekan.
Namun, disaat beberapa rekan sudah berjalan ke arah kendaraan. Mike masih tinggal lantaran ada kalimat yang ia tanyakan lagi pada pak Mojo.
"Apa Bapak masih jualan es gelas plastik di Kota?" Tanya-nya.
"Kebetulan Saya udah gak jualan disana lagi, Dik." Jawab-nya singkat tak ingin menjelaskan apa alasannya. Mike pun mengerti itu. "Wah, padahal setiap kali saya mau beli selalu aja gagal. Eh … sekarang malah udah tak jualan lagi." Ucap-nya.
Pak Mojo tersenyum, teringat perdebatan konyol kala itu.
"Hehe, yasudah. Kami pulang dulu ya Pak." Pamitnya seraya merogoh kantong lekas meraih dompet, lanjut mengeluarkan beberapa lembar uang.
"Ini … Ada sedikit uang untuk tambahan biaya obat Luka Bapak." Ucap-nya memberikannya langsung ke tangan Pak Mojo.
"Huealahdalah, tidak usah Nak. Luka bapak tak parah kok ini. "Jawab Pak Mojo terkejut dan tak habis Kira Mike melakukan itu.
"Tolong jangan tolak pak, please." Lanjut Mike bingung merangkai kata-kata yang tepat pada orangtua. Lantas beranjak pergi dari sana, supaya pak Mojo tidak mengembalikan uang itu.
"Nak, hei ini ... Tunggu." Ucap dia. Namun Mike tak menggubrisnya cenderung kalimat pamitan-lah yang ia lontarkan. "Kami jalan dulu ya pak …" Sembari menyalakan mesin kendaraannya.
Brumm … Brumm …
"Sungguh beruntung orangtua kalian, memiliki anak baik seperti kalian. Tuhan … berkatilah keluarga mereka selalu dalam kebahagiaan." Doa pak Mojo, kala Mike dan rekan-rekan sudah pergi dari sana.
____
Mereka berombongan pulang menuju kembali ke Ibu Kota. Jalan raya masih cukup sepi menjadikannya sampai di rumah tidak begitu lama.
Seperti biasa, Mike menggunakan kunci serep yang dia taruh di tempat persembunyiannya untuk membuka pintu gerbang, meski dia tahu pada jam ini bu Tiah maupun pembantu lain pastilah sudah bangun tidur, ia tidak ingin mereka melihatnya pulang hingga pagi begini.
"Come on, Lan. Masuk." Ajak-nya pada sang Adik, lekas Alan menurutinya.
Jalan bersama-sama bak Anak Nakal yang tak mengerti etika, Mike dan Alan menuju langsung ke kamarnya tanpa di ketahui oleh Ayah dan asisten rumahtangga.
"Hufff Akhirnya sampai juga kita … Aha, Masih jam 5 ternyata, lumayan lah …" Ucap Mike lekas menjatuhkan badannya langsung ke kasur, dalam posisi tengkurap.
Breek!
Sementara Alan tidak demikian, lekas ia melepaskan sepatu terlebih dahulu disusulnya berganti pakaian.
"Kak." Panggilnya menoleh.
"Hem" Jawab Mike sudah memejamkan matanya.
"Lepas dulu sepatumu dan ganti dulu pakaianmu." Ucapnya.
"Halah males, lengket banget mataku." Jawabnya singkat.
__ADS_1
"Ya Ampun, Kak." Panggil Alan lagi.
"Udahlah bentar lagi juga kita sekolah, biar nanti sekalian mandi." Jawab Mike.
"Huff … Yaudah terserah Kakak." Alan menggelengkan kepala melihat sang kakak bertingkah semaunya, namun mau gimana lagi, memang itulah sifat Saudara kembarnya.
____
30 Menit telah berlalu, Alan lekas membangunkan sang Kakak lantaran hendak kembali menimba ilmu, meskipun dirinya sendiri samasekali tidak tidur, tapi jiwa semangatnya tak terukur.
"Kak, Kakak Mike, Bangun."
"Hem …"
Alan sudah paham bahwa tak mudah membangunkan sang kakak, lantas ia bertindak dengan cara tak seperti biasanya. Yakni menarik paksa tangan Mike sampai posisi dia duduk.
"Kak." Ulangnya Kala Mike sudah duduk, tapi matanya masih terpejam.
"Kak, bangun" Ulangnya seraya menepuk-nepuk pipinya.
Plak! plak! plak!
Semasih Alan melakukan itu tiba-tiba Mike sengaja mengejutkannya. "Buaaaah!" Sontak Alan terkejut hingga dia mundur nan terjatuh.
Brak!
"Hahaha, kena Hahaha" Mike tawa terbahak-bahak berhasil menjahili Adik-nya.
Brak! brak!
"Hahaha, Aw, ampun Tuan Muda, Ampun sakit oih. Hahaha" Mike terkekeh berhasil menjahili sang adik.
"Sudahlah, segera mandi." Pungkas Alan mengembalikan posisi bantal ke tempat semula, lekas meraih handuk kemudian masuk ke kamar mandi.
"Hahaha" Mike masih saja tertawa-tawa lantas menyusulnya ke kamar mandi.
____
Setelah usai berbenah hendak berangkat ke sekolah, Mereka berdua tak lepas mendapat marah dari sang Ayah, (Marvin)
Marvin sangat emosi lantaran kejadian seperti ini masih terus terulang lagi. Sampai akhirnya, dia berani memukul kedua putranya tersebut. Tentu Mike sebagai seorang Kakak tak terima melihat Adiknya ikut di marahi lantaran semuanya berawal dari permasalahannya.
Sementara Alan sebagai Adik, tak ingin bila hanya Kakak-nya saja yang mendapat hukuman, lantaran dirinya jua ikut terlibat. Akhirnya, ia mampu membuka mulut, melontarkan banyak kalimat penjelasan tentang segala kronologi kejadian yang mereka alami selama ini.
Ya, Alan-lah yang berperan utama menjelaskannya pada sang Ayah, lantaran selama ini Mike selalu saja menutupinya lantaran enggan berbincang panjang dan lebar dengan Marvin.
Tentu, Marvin amat terkejut mendengar kenyataan tersebut, berawal dari tertukar posisi diantara mereka dengan segala urusannya masing-masing, kejadian saat Mike tertangkap polisi, penculikan Alan lebih dari satu kali, hingga masalah yang hendak mengancam calon istrinya (Paulina) yang disebabkan oleh Zamry. (Ayah-nya Bonanza)
"Oh Tuhan, Begitu Bodohnya aku selama ini, Kedua putraku selalu dalam bahaya, aku samasekali tidak mengetahuinya."
Hati Marvin bagai tersayat seribu badik kala Alan menjelaskannya sangat menyentuh di sertai kalimat ungkapan yang di tunjukkan untuk keluarga.
"Cinta dan kasih kami sebagai Kakak-beradik tak akan bisa dimengerti oleh orang yang tidak mengerti tentang kasih bersaudara. Di dunia ini begitu banyak orang yang cinta terhadap Duniawi hingga cinta terhadap saudaranya bagai musnah di telan Bumi. Bahkan sebagian ada yang tega saling bunuh-membunuh hanya karena perebutan dunia. Ayah … Bila Ayah pukul kakak, pukulah juga Aku. Karena kakak pun tak rela ada yang memukulku, begitupun aku."
__ADS_1
Lekas Marvin memeluk erat kedua putranya, diiringi deraian air mata.
"Maafkan Ayahmu ini Nak, maafkan papa." Mengecup rambut kedua putranya sebagai tanda penyesalan yang amat ia rasakan.
___
Semenjak Marvin mengetahui permasalahan yang terjadi pada kedua putranya, ia mengambil langkah cepat hendak membrantas akar masalahnya.
Bersamaan dengan Pihak kepolisian berhasil menangkap seluruh tersangka yang terlibat dalam penculikan Alan yang di lakukan oleh Anwar. Hingga akhirnya mereka berhasil menjebloskannya ke jeruji besi bebarengan dengan pemakaman Anwar.
Lantas mendapat laporan dari Marvin, polisi segera Mengusut tuntas semua tersangka yang terlibat, maka ditemukanlah Bonanza bersama antek-anteknya, bahkan Zamry sang gembong pengedar obat terlarang jua berhasil tertangkap.
Hukuman para penjahat dalam jeruji besi akankah mampu membuat kedua putra Marvin terhindar dari marabahaya?
Itulah misteri takdir, hari ini kita seperti ini, hari esok kita tidak tahu. Bahaya selalu ada disekitar kita, tetaplah waspada.
____
Masalah utama yang mengancam keselamatan kedua putranya telah berhasil di atasi, Satu minggu kemudian Marvin melangsungkan pernikahannya dengan Paulina.
Pernikahan berlangsung cukup meriah disalah satu gedung mewah yang berlokasi di pusat Ibu Kota. Meski pernikahan bukanlah pasangan muda, namun acara itu disambut meriah oleh banyaknya tamu undangan rekan-rekan-nya Marvin, maupun keluarga dari mempelai wanita. Tentu semua itu setara dengan gelarnya sebagai pewaris perusahaan 'Lawrence Corporation' yang didirikan oleh almarhum orangtuanya bernama Muangka Lawrence puluhan tahun silam.
___
Alan merasa bahagia mendapatkan kembali anggota keluarga yang utuh, tentunya berbeda dari kehidupan ia sebelumnya. Tidak ada lagi di bentak, di caci maki, di pukuli maupun dibedakan dalam segala hal.
Begitupun dengan Mike, keinginan ia sedari balita dapat memiliki Ibu dan juga saudara kini terwujud. Apalagi saat ia mengetahui memiliki saudara kembar, maka kasih sayang nan bahagia itu terasa berlipat ganda baginya.
Kedua saudara kembar telah mendapatkan kebahagiaannya dalam keluarga. Lantas bagaimanakah kisah asmara remaja mereka?
____
Next
Kisah asmara dari dua saudara kembar ini sangatlah rumit. Yang mana pada awal mula Ananta sahabat terdekat Mike memiliki rasa cinta padanya tetapi akibat kisah tertukar posisi Antara Alan dan Mike menjadikan semuanya sulit terungkap, berbuntut panjang dan rumit diutarakan.
Tentu sulit bagi Ananta menempatkan hatinya kepada lain pria meskipun pria tersebut memilki paras yang sama. Terlebih lagi melihat kondisi tubuh yang kini sudah tak lagi suci, membuatnya menutup pintu hati kepada Alan sang pemuda yang sudah membuka hati untuknya.
Sementara disisi Mike, tidak pernah sekalipun ia memiliki rasa terhadap sahabat terdekatnya (Ananta) sehingga ia pun berharap Ananta dapat menerima keadaan ini. Yakni bisa saling mengasihi dengan saudara kembarnya (Alan)
Lain daripada itu, Mike seorang pria sejati yang masih awam tentang hubungan Asmara perlahan tumbuh rasa cinta terhadap seorang gadis yang cukup liar dalam tingkah maupun bertutur kata, yakni dialah Jessi.
Tetapi, kerumitan kisah ini semakin menjadi-jadi sebabnya Jessi sama seperti Ananta yakni mencintai pemuda kembar. Meskipun dia menyadari ada pria yang sudi dengannya berparas sama (Mike) dengan pemuda yang dicintainya (Alan), tak mudah baginya membuka hati Untuknya.
Semua ini berlarut-larut, Sehingga diantara mereka tak ada yang berhasil menjalin hubungan asmara, sampai pendidikan mereka disekolah menengah Atas berakhir.
Meski demikian, baik Alan, Mike, Ananta dan Jessi mereka kini sering bersama-sama layaknya seorang pasangan tanpa adanya status. Namun penuh kedamaian layaknya hubungan sahabat.
Semua ini tak membuatnya risau lantaran masing-masing menyadari bahwa saat ini mereka masih anak remaja usia 18 tahun, yang mana pendidikan lebih dulu mereka utamakan untuk mempermudah mengejar Cinta dan kejayaan di masa depan.
SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA ...
TAMAT.
__ADS_1