Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 47


__ADS_3

Sontak membuat orang itu teriak kesakitan sehingga dia langsung melepaskan Ananta dengan cara melemparnya


Seet!


Ketika Ananta terlepas dari cengkaraman orang tersebut, dia terlempar tepat pada Alan. Sehingga dia langsung berada didalam pelukan Alan.


"Mike, cepat loe bawa dia pergi." Ucap Dimas sembari masih memukuli orang itu.


Brak! Brak! Brak!


Alan mengangguk langsung memegang tangan Ananta untuk segera membawanya pergi. Namun disaat baru beberapa langkah Alan hendak melangkah pergi. Bonanza mengetahuinya.


"Woi! Bangs*t pengecut! jangan kabur loe! hey semuanya cepat kejar baj*ngan kecil itu! Jangan sampai dia lolos!" Teriak Bonanza menyuruh para kelompok utamanya untuk segera mengejar Alan. Sementara posisi dia sendiri tengah berkelahi.


Jumlah kelompok Bonanza jauh lebih banyak dari kelompoknya Dimas sehingga kelompok utama mereka yaitu Anwar, Rehan dan Satria dapat pergi mengejar Alan yang sedang beranjak pergi. Andika langsung menyusul dan mengikuti ketiga kelompok utama geng Bonanza untuk ikut serta dalam mengejar Alan dan Ananta.


Alan mengetahui bahwa dirinya tengah diketahui oleh Bonanza ia secepatnya bergegas pergi menarik Ananta untuk meninggalkan arena tersebut.


***


Beberapa menit kemudian pada arena balap yang kini seperti arena perkelahian antar kedua kelompok masih sedang berlangsung sangat sengit, karena memang sebelumnya diantara mereka sudah memiliki sejumlah masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini.


Disaat sedang sengit-sengitnya didalam sebuah perkelahian diantara kedua kelompok tersebut, kilat sambaran petir di iringi suara guntur yang sangat menggelegar membuat suasana semakin mencekam.


Bledeerr booouummm


Disusul angin berhembus cukup kencang disertai rintik hujan kian mulai deras.


Di tengah arena perkelahian yang sedang berlangsung sangat sengit ditambah suasana yang terasa sangat mencekam, terdengar ada suara mobil aparat kepolisian semakin mendekat ke arah arena tersebut.


Wiiww wiiw wiiw


Sontak membuat semua orang yang berada disana mulai panik. Namun apalah daya Mereka telah dikepung oleh beberapa jumlah mobil aparat kepolisisn dari berbagai sudut arah pada kawasan tersebut.


Karena sebelumnya ada salah satu warga melihat jalanan pada kawasan itu dijadikan arena balap liar oleh Bonanza secara ngawur. Bonanza ngawur memblokir banyak akses jalan yang menghubungkan antar jalan di jadikan untuk mereka balap sehingga terjadi banyak kemacetan di berbagai jalan yang terhubung dengan jalan itu. Warga pun akhirnya melaporkan kepada aparat kepolisian setempat.


Bonanza telah merencanakan semua itu yaitu menutup akses jalan menggunakan berbagai macam benda dan sebagian lagi dia menyewa truk tangki ataupun truk container untuk menutup akses jalanan tersebut.

__ADS_1


Sontak perkelahian langsung berhenti setelah kedapatan banyak mobil aparat kepolisian datang dari berbagai sudut arah. Masing-masing dari mereka bubar dan langsung berlarian untuk menyelamatkan diri. Karena arena tersebut telah dikepung, membuat mereka pergi menyelamatkan diri tidak membawa serta kendaraan mereka.


Sebagian orang ada yang tertangkap namun lebih banyak jua yang lolos termasuk Bonanza. Dia berhasil lolos dari kejaran aparat tetapi mobilnya berhasil diamankan oleh polisi dan kini dia menjadi buronan.


Sebelumnya setelah aparat kepolisian mendapat laporan dari salah satu warga yang melapor tentang akses jalan yang ditutup ngawur oleh Bonanza, polisi langsung menyelidiki orang tersebut dan ternyata benar dugaan dari beberapa anggota polisi bahwa pelakunya adalah orang yang sama yaitu Bonanza.


Bonanza memang telah tersorot oleh pihak kepolisian atas tindakan aksinya selalu ngawur menutup akses jalan untuk balap liar. Akan tetapi dia belum jua tertangkap hingga saat ini. Karena Bonanza sangat licik dalam setiap aksinya yaitu dia selalu menggunakan plat mobil dengan nomor kendaraan palsu dan berbeda-beda ketika dia balap liar sehingga sangatlah sulit untuk menemukan keberadaannya.


Akan tetapi dibalik masalah seputar balap liar tersebut. Kebusukan aksi Bonanza yang lain belum diketahui oleh pihak yang berwajib hingga saat ini.


***


Bonanza bersama kawan-kawannya berlari menjauh dan terus menjauh hingga aman dari kejaran Aparat. Mereka yang berhasil lolos langsung kembali menuju markasnya sembari menunggu ketiga teman geng utamanya bersama dengan Andika sedang mengejar Alan dan Ananta.


Sementara pada sisi kelompok Dimas dan kawan-kawan banyak yang tertangkap termasuk Jejen, Kodar dan teman-teman rombongan yang dibawa oleh Dimas.


Namun untuk Dimas sendiri berhasil lolos bersama dengan Vidze dan sebagian teman yang lain, mereka langsung pergi menjauh menghindari kejaran para Aparat sembari mencari keberadaan Alan dan Ananta. Karena mereka khawatir jika sampai Alan yang mereka kira Mike berhasil di tangkap oleh kelompok Bonanza.


Disisi Alan


Rintik air hujan kian mulai membasahi rambut Alan dan Ananta yang tengah berlari menyelamatkan diri dari kejaran ke empat orang pesuruh Bonanza. Disaat tengah berlarinya Ananta berhenti secara mendadak dan langsung melepaskan tangan Alan yang sedang memegang erat tangannya.


Seet!


Sontak membuat Alan langsung menghentikan jua langkahnya, ia langsung menatap wajah Ananta yang terlihat sangat lusuh di iringi deraian air mata yang terus-menerus mengalir membasahi pipinya.


"Menjauhlah dariku!" Ucap Ananta.


Alan pun langsung melangkah maju mendekat ke Ananta.


"Kenapa aku harus menjauh darimu? mari kita segera pergi dari sini dan menuju jalan raya untuk mencari taksi sebelum orang-orang itu menemukan keberadaan kita" Jawab Alan.


Ananta langsung mundur satu langkah ke belakang sembari masih menunduk dan terus menangis.


Sementara Alan langsung berjalan semakin mendekatinya serta langsung melepas jaket yang sedang ia kenakkan lalu langsung ia pakaikan ke tubuh Ananta menyadari baju Ananta terdapat banyak robekan di berbagai sisi.


Setelah jaket telah selesai ia kenakkan pada tubuhnya, Ananta langsung jongkok sembari menangis semakin histeris. Mengetahui hal tersebut Alan langsung memegang kedua pundak Ananta secara perlahan-lahan hingga ia kembali berdiri.

__ADS_1


Setelah Ananta kembali dalam posisi berdiri, kedua tangan Alan masih berada di kedua pundak Ananta. Alan jua masih menatap ke wajah Ananta.


"Lihatlah aku" Ucapnya.


Namun Ananta masih menunduk, dia tidak berani memandang ke wajah Alan.


Perlahan-lahan Alan menyentuh dagu Ananta dan menarik pelan-pelan wajah Ananta mendekat ke wajahnya. Akhirnya Ananta dapat memandang ke wajah Alan secara perlahan. Setelah keduanya saling pandang mata satu sama lain, Alan mulai mengucapkan suatu kalimat.


"Maafkanlah aku karena terlambat untuk bisa menyelamatkanmu dan maafkanlah aku terlambat untuk bisa mengerti tentangmu" Ucap Alan karena ia merasa bersalah ketika itu ia tidak mendengarkan dengan baik-baik Curhatan dari Ananta.


Mendengar kalimat yang Alan ucapkan, Ananta semakin menangis histeris lalu ia langsung mundur satu langkah ke belakang sembari tangannya menutup mulutnya sendiri tak kuasa ia menahan tangis karena kesedihan yang teramat sangat dalam tengah ia rasakan.


Alan langsung kembali maju satu langkah ke depan, tanpa basa-basi ia langsung memeluk tubuh Ananta dengan sangat erat. Ananta pun semakin menangis histeris didalam pelukan yang Alan berikan itu.


Setelah itu Alan langsung membopong tubuh Ananta untuk berteduh di pinggiran bangunan yang terdapat di area setempat. Di tempat tersebut tiada kursi maupun apapun namun cukup nyaman untuk berteduh dari rintikan air hujan yang mulai kian lebat. Setelah ia sampai, selanjutnya Alan menurunkan tubuh Ananta di lantai.


"Kamu tunggu sejenak,"


Alan melangkah pergi untuk mencari sesuatu yang bisa dijadikan alas untuk mereka duduk. Tak selang waktu lama Ia menemukan kardus bekas yang terdapat tidak jauh dari ia berdiri. Ia langsung merobek kardus tersebut untuk dijadikan alas duduk mereka berdua.


Setelah kardus tersebut sudah ia gelar, Alan mempersilahkan Ananta untuk duduk dan di susul ia jua duduk disebelahnya. Tidak ada percakapan langsung diantara mereka ketika mereka baru saja duduk bersama.


Beberapa detik kemudian


Tiba-tiba Ananta langsung merobek sebagian bajunya yang sudah terkoyak.


Kreeks


Sontak membuat Alan langsung melihat ke arah dia.


Kemudian Ananta langsung meraih lengan kiri Alan yang terdapat luka akibat tersayat badik sebelumnya lalu langsung Ananta mengikatnya dengan sobekan baju yang baru ia robek tersebut. (Menutup luka)


Membuat Alan tersenyum melihat ke arah Ananta ketika Ananta sedang mengikat tangannya dengan lembut. Sementara Ananta sendiri langsung beralih pandangan setelah dia selesai mengikat luka di tangan Alan.


Setelah itu Ananta langsung sedikit bergeser sembari ia kembali meneteskan air mata. Melihat itu tanpa basa-basi Alan pun langsung menarik Ananta.


Seet!

__ADS_1


__ADS_2