
Catatan
Terdapat bahasa kasar dan kata umpatan. Bagi para pembaca yang benar-benar mengikuti cerita ini silahkan lihat kembali pada bab 15 jika anda lupa dengan nama tokoh-tokohnya.
Deril sebelumnya tidak begitu berani dengan Mike jika dalam urusan adu kekuatan (berkelahi). Namun semenjak kejadian saat dia ikut kakaknya pergi main beradu balap liar dengan Mike lalu dia melihat kakaknya kalah dalam perlombaan adu balap liar tersebut, menjadikan dia merasa kesal nan sangat geram.
Setelah itu dia banyak mengobrol dengan sang kakak yaitu Bonanza membicarakan seputar Mike, kakaknya langsung memberikan beberapa masukan yang buruk kepada Deril untuk dia jangan sampai kalah dengan Mike terlebih lagi Mike adalah siswa yang kurang pintar didalam pelajaran, jauh dibandingkan dengan kepintaran Deril.
Kakaknya memberi masukan yang buruk kepada Deril bukan hanya tentang otak, melainkan dari fisik, sebisa mungkin Deril harus melawan Mike secara fisik, itulah masukan buruk dari sang kakak yang memiliki tempramen buruk, dan memiliki masalah sebelumnya dengan Mike beserta para rombongan Mike diantaranya Vidze, Piki, Kodar, Jejen dan Dimas.
Deril langsung menangkap masukan dari sang kakak tersebut untuk segera melakukan seperti sang kakaknya ucapkan, walau sebelumnya ia sendiri tidaklah memiliki pemikiran yang demikian.
***
Alan langsung jatuh setelah didorong oleh Deril, kemudian ia kembali dalam posisi berdiri seraya melihat Deril dengan tatapan tajam.
"Ngomong apa loe barusan hah! Aneh? loe bilang gua aneh bangs*t benar loe! Ngebacot begitu!" jawab Deril melotot mendekat ke Alan.
Pada sisi lain
Ketika mereka sedang berbincang-bincang di halaman depan sekolah, para siswa-siswi melihat ke arah mereka sembari saling berbisik-bisik satu sama lain.
"Eh itu mereka sedang apa di sana ya, sepertinya sedang ribut?" ucap salah satu diantara siswa-siswi tersebut.
"Eh iya ya.. bukankah itu si Mike dengan Deril ya?" sambung siswa-siswi yang lain.
Disaat para siswa-siswi saling berbisik dan melihat kearah Alan dan Deril yang sedang berdiri di halaman depan sekolah, para rombongan Mike diantaranya Al, Taro, Ivan dan Kenji berjalan berombongan melewati para siswa-siswi tersebut, mereka mendengar yang sedang mereka bicarakan.
"Hey, hey.. ada apaan si?" tanya Taro.
"Itu tuh, lihat di sana sepertinya sedang ada masalah" jawab para siswa-siswi tersebut.
Kemudian mereka semua langsung melihat kearah yang dimaksud.
"Eh itu bukannya si Mike ya? sedang sama Deril kah?" ucap Al.
"Iya benar itu si Mike, tapi sedang apa dia sama Deril di sana, aroma-aromanya sih seperti sedang ada masalah" sambung Ivan.
"Ngapain pula lah si kunyuk Deril tu!" sambung Taro.
"Aaiih Ayank akoh akhirnya masuk sekolah lagi hari ini, kita samperin aja dia kesana yuk" ucap alay khas Kenji.
"Yaudah ayo kita samperin Mike"
Mereka langsung berlari menuju ke Alan.
***
Di saat Alan sudah kembali dalam posisi berdiri, Deril melangkah maju mendekat ke Alan, sementara Alan sendiri langsung mundur beberapa langkah kebelakang.
__ADS_1
Alan belum menjawab sepatah katapun dari yang Deril ucapkan karena ia tidak tahu menahu ada masalah apa sebelumnya sehingga siswa yang sedang di hadapannya tersebut terlihat sangat membenci dirinya dan juga karena sejatinya ia tidak begitu banyak omong, menjadikan ia hanya diam dan hanya menatapnya dengan tatapan yang tajam.
"Woi! loe tuli apa bisu Mike, apakah ini sebenarnya aslinya loe hah? takut saat loe sedang tidak bersama dengan para rombongan loe itu hah? dasar pecundang loe, cuih!" Pekik Deril.
Alan masih saja terdiam seraya masih memandangnya dengan tatapan tajam.
Alhasil Deril langsung kembali memegang kerah baju Alan namun tangan ia langsung ditampik oleh Al yang sudah datang bersama dengan Taro, Ivan dan Kenji.
Seet!
Deril langsung jatuh tersungkur setelah ditampik oleh Al dan disusul oleh Taro mendorong langsung tubuh dia.
Brak!
"Woi! apa-apaan loe Deril!" Pekik Taro.
"Haha" Deril tertawa mengece sembari kembali berdiri.
"Hebat! benar-benar hebat yang namanya Mike! cowok populer paling disegani tapi sejatinya pecundang yang hanya berani jika dengan kawanannya cuih!" Ucap Deril sembari bertepuk tangan.
Prok prok prok
"Maksud loe apa woi!" sambung Al melotot seraya mengepal kedua tangannya merasa geram melihat tingkah Deril yang sebelumnya tidak seperti itu.
"Woi kunyuk! maksud loe apa bilang begitu ke Mike hah!" sambung Ivan.
"Oihh berani bertingkah sekarang loe ya cupu br*ngsek!" Taro langsung memegang kerah Deril seraya hendak memukulnya. Namun ketika Taro mengayunkan tangannya hendak memukul Deril, tangan dia langsung ditangkis oleh Alan.
Seet!
Taro terkejut langsung melihat ke arah Alan serta melotot kode tubuh alias perkataan tanpa melalui kata (kenapa loe menghalangi gua) ketika tangannya di pegang oleh Alan.
Namun melihat ekspresi wajahnya Alan tidak bisa ditebak kemudian Taro langsung melepaskan kembali tangannya dari kerah Deril dengan tatapan penuh sengit melihat kearah Deril.
"Haha, kenapa? loe mau mukul gua? nih pukul silahkan, dasar para rombongan pengecut yang beraninya hanya main keroyokan cuih!" ucap Deril mengejek sembari menyodorkan pipi kearah mereka.
"Woi anj*ng! Jaga bacot loe kalo ngomong!" Pekik Ivan.
"Hey tidak usah ngatain gua anj*ng! Justru yang anj*ng itu kalian orang dasar bangs*t! membanggakan si kamvret satu ini menjadi pahlawan kalian. Kalau kalian merasa si kamvret jagoan loe ini benar-benar jago, lawan single dengan gua! berani gak loe hah!" Jawab Deril melotot sembari tangannya menelunjuk ke arah wajah Alan.
Ketika tangan Deril menelunjuk tepat didekat wajah Alan, tangan dia langsung di tampik oleh Ivan. Karena Ivan sudah merasa sangat geram dan tak suka dengan tingkah Deril yang semakin berani dan semakin menjadi-jadi seperti itu.
Disaat Deril mengatakan tantangan tersebut, semua teman-teman memandang langsung ke arah Alan menunggu jawaban dari Alan. Sementara Alan sendiri hanya tersenyum tipis yang khas.
"Apakah itu penting?" Jawab Alan singkat.
"Tidak usah ngeles loe Mike! kalau loe memang jantan tidak usah banyak bacot! Segeralah Lawan gua!" Deril antusias untuk melawannya.
"Terserah kau sajalah" Alan langsung bergegas pergi.
__ADS_1
Disaat Alan tiba-tiba langsung pergi begitu saja semua teman-teman merasa kebingungan.
"Loh, loh, hey Mike, Mike, Mike," teriak semua teman-temannya.
"Woi dasar pengecut loe anj*ng!" Pekik Deril mengumpat karena ucapannya tidak digubris oleh Alan.
Kemudian semua teman-teman langsung pergi hendak menyusul Alan, namun salah satu diantara mereka ditarik tasnya oleh Deril.
Seet !
"Apaan sih loe narik-narik gua lepasin woi cupu brengs*k!" Ucap Al.
"Heh! bilang sama si kamvret kebangaan loe itu, kalau sampai dia tidak menuruti tantangan gua, dia akan rasakan akibatnya!"
"Cih, terserah loe mau ngebacot apa anj*ng!" jawab Al langsung pergi berlari mengejar teman-temannya yang sedang berjalan menyusul Alan.
"Woi brengs*k Loe itu itu yang anj*ng! awas saja kalian orang!" Pekik Deril.
***
Taro, Ivan ,Al dan Kenji buru-buru menyusul Alan, setelah mereka sudah sampai didekat Alan, mereka langsung merangkul pundaknya sembari terus berjalan menuju ke dalam kelas.
Plek!
"Hey Mike, sebenarnya ada masalah apa sih loe sama si kamvret itu?" tanya Al.
"Iya Mike, itu si cupu kenapa jadi sok berani banget sih sama loe?" sambung Taro.
"Tingkahnya jadi sok banget begitu, huh! rasanya ingin gua robek aja tuh mulut dia." Lanjut Ivan.
"Yank.. kok kamu malah diem aja ci.. kenapa tadi kamu tidak bikin nyoyor aja tuh mulut Deril?" sambung Kenji seraya mendekat ke badan Alan.
Alan pun langsung menyingkirkan kepala Kenji yang sedang mendekatinya beserta melepaskan tangan mereka-mereka yang sedang merangkulnya.
Seet!
Serta Alan melirik tajam ke arah Kenji yang memanggilnya dengan kalimag tersebut (yank) Kenji pun akhirnya langsung menyingkir setelah melihat tatapan mata Alan yang terlihat tidak suka akan tingkahnya.
"Wei Mike, yaelah.. kita dari tadi ngomong nyampe nih mulut berbusa loe masih diem aja sih!" Lanjut Taro.
Setelah taro mengucapkan kalimat tersebut, Alan langsung menghentikan langkahnya. Mereka semua pun mengikuti Alan langsung menghentikan langkahnya. Kemudian Alan menoleh ke arah mereka seraya melihat mereka satu persatu hingga beberapa detik, lalu ia kembali berjalan pergi mendahului mereka.
Disaat Alan berjalan langsung begitu saja, semua teman-teman merasa ada yang aneh atas sikap Mike yang sebelumnya tidak pernah seperti itu.
"Lah? ada apa sama Mike ya?" ucap Taro sembari garuk-garuk kepala.
"Iya ya, si Mike kenapa jadi aneh gitu ya?" sambung Ivan.
"Apakah jangan-jangan dia anu..?" Sahut Al.
__ADS_1