
Catatan
Perhatikanlah catatan Author yang berada didalam tanda kurung supaya tidak gagal paham.
Mike langsung lari menyusul Alan sembari masih bergumam dengan kalimat-kalimat yang tidak di mengerti oleh Alan karena yang Mike gumamkan tersebut yaris segala apapun ia ucapkan.
"Oeh, kamu tidak mendengarkan kakakmu ini berbicara kah?" Tanya Mike sembari memakai kembali pelindung kepala.
Sementara Alan sendiri hanya tersenyum tipis tanpa menjawab kalimat apapun. Ia tersenyum saat melihat Mike lantaran ia teringat dengan sahabat masa kecilnya (Verza) tingkah Mike sedikit mirip dengan sahabatnya itu, tetapi jika di lihat secara keseluruhan, lebih parah Mike dalam bertingkah.
"Wei, kenapa kamu senyum-senyum gak jelas begitu, Lan. yasudahlah yup. Kita cabut" pungkas Mike melihat Alan tidak meresponnya sama sekali.
***
Mereka melanjutkan kembali perjalanan sesuai yang tengah Mike tuju, yaitu ke rumah sakit tempat Ananta di rawat. Pada saat ini jam menunjukkan pukul 20:00 pm. Mike berminat untuk menjenguk sang sahabat sekaligus memberikan kabar yang sangat gembira yaitu tentang kehadiran Alan sang saudara kembarnya, sekaligus ia hendak memberitahu Ananta bahwa tepat pada malam ini adalah malam hari bertambahnya usia dia.
Namun, Mike belum mengetahui kronologi kejadian sesungguhnya yang Ananta alami, lantaran beberapa hari ini ia tidak pernah membahas apapun seputar kejadian itu, baik itu dengan Alan yang sempat tertukar posisi dengannya maupun bersama rombongan teman-temannya saat berkumpul kemarin sewaktu bertemu dengan Deril.
Jarak antara Pusat perbelanjaan tersebut dengan rumah sakit yang tengah mereka tuju terbilang cukup jauh, dan jua karena pada jam tersebut jalan protokol yang mereka lalui masih cukup tersendat. Mike sengaja tidak melalui jalur alternatif karena tujuan ia membawa sang adik untuk sekalian melihat indahnya ibu kota pada malam hari.
Ketika didalam perjalanan, Mike banyak sekali bercerita tentang kehidupan sehari-harinya yang selalu keluyuran pada tengah malam. Tetapi, Alan yang tengah di ajak berbicara hanya diam saja, ia memang mendengarkannya walaupun apa yang sedang Mike ceritakan tidak begitu terdengar sebab bising suara kendaraan yang lalu lalang.
Tapat pukul 20:35 pm, mereka telah sampai di tempat tujuan. Ketika Mike sudah berhenti di area parkir, Alan turun nan langsung menoleh ke sana dan kemari lantaran ia mengingat sesuatu pada area rumah sakit tersebut.
"Ada apa, Lan? Kok sepertinya ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Mike sembari melepaskan helm.
"Ah, tidak ada apapun. Oh iya, Kamu pakailah ini," Alan mengeluarkan suatu barang dan langsung memberikan satu kepada Mike.
"So..? Kita Mau menjadi ninja gitu?" Mike meraih barang tersebut di tangan Alan yaitu sebuah masker.
"Tidak perlu menjawab. Pakailah saja, apakah perlu di jelaskan, mengapa harus memakai benda itu?" Lanjut Alan sembari memakai masker tersebut.
"Hehe, baiklah-baiklah siap Tuan Muda, akan segera ku pakai, nih lihatlah." Mike langsung memakainya.
"Kamu memang benar-benar adik yang sangat perhatian, tapi.. ingat apa yang pernah aku katakan waktu itu, Lan. Bahwa tubuhku ini.. tidak selemah itu, apalagi hanya sekedar virus. Karena kakakmu ini lebih berbahaya daripada Virus apapun hehe" celoteh Mike.
"Cih, Jangan mudah meremehkan segala sesuatu, Mike. Terlebih lagi suatu penyakit. Tubuh kita hanyalah daging yang menempel di tulang dan tertutup kulit dengan sempurna. Tetapi sangat rentan, jadi.." Alan hendak melanjutkan Kalimatnya namun langsung terpangkas oleh Mike.
"Aiyaya baiklah-baiklah. Hei lihatlah Lan, waktunya sangat cepat sekali berputar. Sebaiknya kita segera masuk ke dalam, yuk." Ajak Mike.
"Hum, baiklah" Pungkas Alan sembari menghela napas akibat ucapannya tidak didengarkan oleh Mike.
***
__ADS_1
Usai Mike mendapatkan nomor ruang perawatan Ananta. Ia segera mengajak Alan melangkah menuju ke sana. Tetapi sebelum mereka sampai, Alan menghentikan langkahnya.
"Mike, tunggu."
"Hum, ada apa Lan?"
"Kamu masuk saja dulu, aku mau ke toilet sejenak."
"Oh, baiklah. Jika kamu sudah selesai, segera menyusul ku ke ruang nomor itu." Mike menunjuk ke arah yang dimaksud.
"Baiklah." Pungkas Alan langsung melangkah pergi.
'Aih, dasar bocah.' Batin Mike seraya menggelengkan kepala lantaran ia mengira bahwa Alan sering ke kamar Mandi akibat dia seorang vegetarian.
Alan belum mengetahui bahwa Mike mengajak ia ke rumah sakit tersebut untuk mengunjungi sahabatnya adalah Ananta yaitu seorang gadis yang pernah berjumpa dengannya kala ia sedang menjadi Mike pada waktu itu. Karena Mike jua tidak bercerita secara detile tentang siapakah gerangan temannya tersebut.
Usai Alan pergi, Mike melanjutkan kembali langkahnya ke ruang yang sedang ia tuju seorang diri. Setelah ia sampai, ia pun langsung mengetuk pintu ruang tersebut.
Tok tok tok.
"Om.." Sapa Mike ketika pintu ruang tersebut di buka oleh Ayah-nya Ananta yang bernama Andreas.
"Iya, kamu.."
"Saya Mike, Om." jawab Mike langsung membuka Masker.
Andreas adalah Ayah sekaligus Ibu bagi Ananta dari Ananta masih balita. Tetapi Andreas sangat sibuk bekerja sehingga ia kurang paham terhadap siapa-siapa saja teman yang dekat dengan putrinya.
Namun, ketika ia mendengar pemuda yang berkunjung tersebut menyebutkan bahwa dirinya adalah Mike, ia pun sangat bersyukur, lantaran ia memang menunggu kehadiran seorang pemuda yang bernama Mike untuk menemui putrinya.
"Astaga Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi dengan Ananta, Om?" Tanya Mike sangat terkejut ketika melihat Ananta dalam kondisi mengenaskan penuh perban pada beberapa bagian tubuhnya.
"Ananta mengalami kecelakaan lalulintas pada beberapa hari yang lalu. Dan juga.."
"Dan juga apa itu, Om? Apa yang sesungguhnya terjadi dengannya sehingga dia bisa mengalami kecelakaan?" Mike banyak bertanya-tanya lantaran ia sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu.
"Om juga tidak tahu pasti tentang perkara kejadiannya, karena pada saat hari kemarin, saya sendiri sedang berada di luar kota. Lalu saya mendapat kabar via telepon bahwa putri saya mengalami kecelakaan. Tetapi.. saya sungguh tidak habis kira tentang nasip yang kini putri saya alami" Andreas merasakan kesedihan yang teramat mendalam.
"Dia.. dia.. sebenarnya kenapa, om?" Mike semakin khawatir ketika melihat ekspresi Andreas nampak ada sesuatu yang belum tuntas dia sebutkan.
"Entah apa yang sesungguhnya terjadi dengan putri saya. Namun, Dokter telah menjelaskan bahwa putri saya tengah mengalami depresi akibat kekerasan seksual yang dialaminya."
Sontak membuat Mike melotot ketika mendengar pernyataan tersebut.
__ADS_1
"Astaga Tuhan, apa yang om sebutkan itu? Kekerasan seksual?"
"Benar sekali. Dan berhubung kamu kini hadir disini, dapatkah saya mempertanyakannya kepadamu? Apa yang sesungguhnya terjadi dengan putri saya? Apakah kamu mengetahuinya?"
"Tidak Om, sekalipun saya tidak mengetahui akan hal ini. Justru saya sangat terkejut dengan berita ini. Tetapi maaf, kenapa om mempertanyakan ini kepada saya?" Tanya balik Mike sembari mengepalkan tangan akibat ia sangat geram atas berita yang ia dengar tersebut.
"Maaf saya tidak bermaksud. Tetapi.. dalam bawah sadar putri saya, dia selalu menyebutkan nama Mike. Apakah kamu adalah orang yang putri saya maksud?"
Mike langsung terdiam lantaran ia benar-benar tidak tahu menahu, namun dibalik diamnya itu, ia tengah menelusuri memori ingatan-nya atas beberapa kejadian yang telah berlalu. Sontak ia langsung melotot ketika ia teringat akan sesuatu.
'Astaga Tuhan. Alan, ya Alan, kamu pasti yang mengetahui semua ini." Batin Mike, sembari ia mengepalkan kedua tangan lantaran ia telah ingat bahwa beberapa hari yang lalu ia tertukar posisi dengan saudara kembarnya tersebut.
Mike jua teringat bahwa ketika ia di tangkap oleh Satria dan Andika lalu di bawa ke Markas Bonanza, di sanalah pertama kali ia berjumpa dengan saudara kembarnya.
(Kejadian tersebut berada di bab 70. Alan vs Mike Part 1)
Mike sempat berpikir dan merasakan ada sebuah kejanggalan yang tengah terjadi pada waktu itu. Tetapi seiring berjalannya waktu ia lupa akan hal itu karena telah tertutup oleh rasa bahagia atas kehadiran saudaranya tersebut.
Mike semakin melotot ketika ia teringat jua Kala teman sekelompoknya yaitu Dimas dan kawan-kawan hadir ke Markas Bonanza untuk membantu menyelamatkan dia dalam melawan Kelompok Bonanza. Ia teringat Akan kalimat yang Dimas sebutkan waktu itu.
'Mike, cepatlah kau selamatkan teman wanitamu, Biar urusan ini kita saja yang menanganinya. Cepatlah segera bawa dia pergi dari sini.' inilah sebuah kalimat yang Dimas sebutkan waktu itu.
(Kejadian tersebut berada pada bab 71. Alan vs Mike Part 2 )
Namun, kala itu Mike benar-benar tidak mengerti bahwa kalimat yang Dimas sebutkan tersebut adalah menyuruh ia untuk segera menolong Ananta.Tetapi logikanya disana Mike tidak melihat ada seorang wanita seperti yang Dimas sebutkan itu, melainkan ada pemuda yang memiliki paras yang sama dengannya yaitu Alan.
Ketika itu Ananta sudah lebih dulu di selamatkan oleh Alan sebelum kejadian saat Mike berjumpa dengan Alan. (Kisah tersebut berada pada bab 48)
'Jika memang engkaulah pelakunya, maka siap-siap musnahlah kau baj*ngan tengik!' Batin Mike terpikir bahwa Andika lah pelaku pelecehan seksual yang terjadi dengan Ananta. Karena yang ia ketahui Ananta memang memiliki hubungan kekasih dengan Andika.
Namun tiada sangka. Kejadian yang sesungguhnya jauh lebih buruk dari dugaan Mike tersebut.
***
"Mike.. em, Mike" panggil Andreas ketika Mike masih terdiam. Tetapi Mike masih belum menyadari ketika Andreas memanggilnya hingga beberapa kali.
Namun, saat waktu yang bersamaan ketika Andreas tengah memanggil Mike kembali, lamunan Mike menjadi terpecah ketika terdengar lirih suara seorang wanita menyebut namanya.
"Mike, Mike,"
Sontak Mike langsung menoleh ke arah Ananta yang posisinya tengah berbaring. Ketika mengetahui Ananta sudah sadarkan diri, Mike melangkah mendekat kepadanya. Ia langsung meraih tangan Ananta seraya menggenggamnya erat.
"Ya Ananta, tenanglah aku disini. Apakah kamu baik-baik saja?"
__ADS_1
Sementara Andreas yang menyaksikan kejadian tersebut merasa sangat terkejut karena sebelumnya Dokter menyatakan bahwa putrinya sedang dalam kondisi kritis.
"Terpujilah Tuhan, Ananta. Kamu sudah sadar, Nak?" Andreas sangat bahagia karena suatu keajaiban baginya kini putrinya telah kembali sadarkan diri.