
Catatan
Kembali Author sampaikan jika para pembaca menemukan sesuatu yang berbeda atau tidak ada di kehidupan nyata, mohon untuk pengertiannya. Terimakasih.
***
Next
Kemudian Siswa didik baru tersebut perlahan-lahan melangkah masuk ke dalam ruang kelas. Akan tetapi dia belum menoleh ke arah siswa-siswi melainkan sedikit menunduk dan melangkah langsung ke arah Guru.
Sementara para siswa-siswi sudah penasaran seperti apakah rupa dari siswa baru itu terutama para siswi-siswi yang tiada henti-hentinya saling berbisik-bisik dengan teman sebelahnya.
Disisi Alan sendiri sudah fokus melihat ke arah depan karena yang dinantikan dia saat ini adalah Mike. Tetapi, siswa baru yang masuk lebih dulu itu bukanlah Mike. Setelah siswa baru itu sudah berada tepat di depan guru, dia tersenyum.
"Silakan perkenalkan diri terlebih dahulu kepada teman-teman baru mu" Ucap Guru.
"Baik"
Perlahan-lahan dia menoleh ke arah semua siswa-siswi seraya tersenyum khas pesonanya, sontak membuat siswi-siswi semakin saling berbisik karena siswa itu memiliki paras yang cukup tampan. Akan tetapi jika dibandingkan dengan paras Mike dan Alan, terbilang masih cukup jauh karena Mike sendiri adalah siswa populer akan paras tampan yang dia miliki di sekolahan itu.
Sementara Alan sendiri langsung sedikit melotot ketika ia melihat rupa dari siswa baru tersebut.
'Cih, bocah tengil itu' Batin Alan.
Begitupun dengan siswa itu ketika dia melihat ke arah Alan, dia diam sejenak sembari mengepalkan satu tangannya.
"Kenapa kamu masih diam saja? mari silakan perkenalkan dirimu." Ulang Guru ketika siswa itu malah diam ketika melihat ke arah Alan.
"Ba.. baiklah"
"Hai, perkenalkan nama saya Jovan Christian biasa dipanggil Jov, mohon kerja samanya ya teman-teman, terimakasih" Jovan tersenyum namun tidak selang lama senyumnya itu berubah menjadi asam ketika dia melihat kembali ke arah Alan.
Alan juga langsung beralih pandang ke arah pintu keluar, Alan masih menantikan kehadiran Mike. Alan enggan melihat siswa baru itu karena pada sebelumnya Alan pernah bertemu dengan dia saat di Mall pada hari kemarin. Dan sempat ribut dengan dia ketika kejadian salah paham di toilet.
__ADS_1
Jovan sendiri adalah siswa yang memiliki tempramen tinggi, dia pernah memiliki banyak masalah pada sekolahan dia sebelumnya sehingga dia di keluarkan akibat kenakalananya tidak bisa di toleransi oleh pihak sekolahannya dulu. Akan tetapi segala upaya telah di usahakan oleh orang tuanya sehingga kini dia dapat masuk ke sekolahan ini.
"Baiklah, mari silakan duduk di kursimu" perintah guru ketika Jovan telah usai berbicara.
"Baik, terimakasih" jawab Jovan tersenyum penuh santun kepada guru menyadari saat ini dia murid baru di sekolahan ini.
Perlahan-lahan Jovan melangkah menuju tempat duduknya, dia melewati tempat duduk Alan, karena tempat duduk dia di pojok belakang yang tidak begitu jauh dari tempat duduk Alan. Jovan melirik penuh sengit ketika saling bertatap pandang dengan Alan. Namun Alan hanya meliriknya sejenak setelah itu Alan fokus kembali melihat ke arah depan.
'Dunia ini memang tidak selebar daun kelor, tanpa perlu repot-repot saya mencari keberadaan mu, ternyata saat ini kamu satu kelas denganku, haha' Batin Jovan merasa gembira dia merasa memiliki sejuta kesempatan untuk balas dendam kepada Alan.
***
Ketika Jovan sudah duduk di tempat duduknya, ada salah satu siswi yang berbicara untuk bertanya kepada guru.
"Pak, katanya ada dua siswa baru? Satu lagi mana, pak?"
"Iya nih, kok dia belum hadir?" Sambung salah satu siswi lain.
"Halah.. jaman sudah terbalik, cewek-cewek jadi pada mata keranjang, ett dah" sambung Taro ikut berbicara.
"Idih, bodo amat! berisik kalian, huh!." Jawab para siswi-siswi tidak terima ketika teman-teman Mike saling mengejek dan menyindir, alhasil menjadi sedikit ribut didalam kelas akibat mereka saling berbicara.
Karena kebetulan yang mengajar pada hari ini bukanlah guru yang terkenal galak, maka tidak heran para siswa-siswi berani saling berbicara meskipun sedang ada guru.
"Sudah-sudah, hentikan" ucap guru meretas pembicaraan para siswa-siswi yang sedang saling sahut. Alhasil banyak dari mereka yang kembali diam walaupun sebagian lagi masih ada yang saling ejek-mengejek.
Sang guru melihat ke arah Alan. Karena guru sudah mengetahui bahwa salah satu murid baru yang hendak masuk ke kelas ini adalah saudara-nya Mike, tetapi guru juga belum mengetahui bahwa mereka saudara kembar.
Kebetulan juga ketika Alan berjumpa dengan beberapa teman Mike sebelum Alan masuk ke dalam kelas tadi, mereka tidak ada yang menyadari bahwa nama pengenal yang berada di baju Alan bukanlah nama Mike.
"Mike," panggil guru. Sontak semua siswa-siswi yang sebelumnya masih ada yang ribut menjadi diam dan beralih pandang ke arah Alan semua.
"Iya pak, ada apa?" Jawab Alan secara langsung namun ia merasa sedikit gugup karena Alan sudah menduga pasti guru memanggilnya hendak menanyakan saudaranya yang belum hadir.
__ADS_1
Tetapi yang sedang Alan pikirkan itu memanglah benar bahwa sang guru memanggil Mike karena guru hendak menanyakan saudaranya.
"Mike, dimanakah.." Guru hendak bertanya. Akan tetapi kalimatnya menjadi terhenti ketika terdengar suara dari arah pintu.
Glubrak! Brraak!
Pintu terbuka lebar nan terhempas cukup keras ke dinding sehingga menghasilkan suara cukup nyaring yang membuat seluruh penghuni kelas menjadi terkejut.
"Atah, atah, alamak vantatku sakit, aggrh" rintih siswa yang baru hadir terjatuh di lantai dalam posisi meringkuk didepan pintu.
Alhasil seluruh perhatian siswa-siswi maupun guru menjadi tertuju pada siswa yang baru saja hadir dengan cara membuka pintu cukup keras itu.
"Hey, Siapa kamu?" tanya guru sembari melotot karena dia memiliki riwayat penyakit jantung, maka tidak heran dia merasa sedikit emosi ketika melihat ada siswa yang membuatnya menjadi terkejut serta kelakukan siswa itu tidak sopan.
Perlahan-lahan siswa yang baru saja masuk itu kembali dalam posisi berdiri. Akan tetapi dia sedang memakai masker penutup wajah, alhasil tidak ada yang mengetahui siapakah gerangan siswa yang baru saja masuk secara tidak sopan seperti itu.
Sang guru terdiam sejenak sembari melihat tampilan fisik siswa itu dari ujung kaki hingga ujung kepala. Terlihat salah satu tali sepatu dia lepas, baju yang belum rapih, rambut yang masih terlihat acak-acakan dan sorot mata dia terlihat merah.
Ketika sang guru sedang memperhatikan siswa itu, siswa itu malah menoleh ke arah Alan sembari mengedipkan satu matanya.
Cling.
Sontak membuat Alan sedikit melotot.
'Astaga Tuhan, Mike?' Batin Alan.
Kemudian siswa itu beranjak ke arah sang guru yang mana sang guru masih terdiam masih memperhatikan dia.
"Siapa kamu?" Ulang guru ketika siswa itu melangkah mendekat kepadanya.
"Hehe, maaf pak, saya terlambat"
Jawab siswa itu sembari Perlahan-lahan membuka masker penutup wajahnya dalam posisi menunduk ke arah bawah. Setelah dia sudah membuka masker penutup wajah itu, dia menegakkan kepala ke arah semua siswa-siswi, sontak membuat mereka semua terkejut nan terbengong
__ADS_1
"Loh loh kok.. ?"