Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 46


__ADS_3

Sontak Membuat Dimas terkejut ketika Alan berteriak cukup kencang di sebelahnya.


"Mike, loe kenapa Mike, loe gak papa kan Mike" Dimas merasa khawatir sembari terus fokus menyetir.


Alan masih memegang kepala dengan kedua tangannya dan terbesit banyak kata didalam batinnya.


'Mike? apakah aku Mike? oh tidak! Ya Tuhan. Bukan, aku bukanlah Mike. Ya, ya, aku adalah Alan, lalu.. siapakah Mike ini? kenapa aku kini menjadi dirinya? oh Tuhan, apakah yang sedang terjadi didalam hidupku.. siapakah gerangan Mike ini..'


Alan kembali melepaskan kedua tangannya dari kepala, ia terdiam sejenak sembari melihat ke arah Dimas yang sedang fokus menyetir.


"Mike, Puji Tuhan syukurlah loe cepat sadar, gua khawatir banget sama loe Mike, sudah bisa dipastikan kita kalah dalam pertandingan kali ini nih Mike, huh! lagian loe kenapa sih jadi aneh banget begini" Tanya Dimas.


Alan masih saja terdiam karena ia masih merasakan kebingungan dengan apa yang terjadi didalam hidupnya dan kini Alan sudah mendapatkan kembali ingatannya tentang siapa dirinya.


***


Beberapa detik kemudian.


Mobil yang sedang dikendarai oleh Dimas telah sampai pada garis finish. Namun Bonanza sudah sampai lebih dahulu pada garis finish dari beberapa detik yang lalu. Alhasil dia lah yang memenangkan perlombaan balap liar kali ini.


Dimas langsung menghentikan laju kendaraannya tepat pada segerombolan kelompoknya. Nampak terlihat ekspresi wajah dari sejumlah teman-teman yang menantinya sangat cemas. Karena mereka telah sampai di garis finish cukup lama dari jarak ketika Bonanza sampai.


Ketika mobil yang Dimas kendarai berhenti, masing-masing diantara mereka yaitu Alan dan Dimas keluar dari dalam mobil. Sontak membuat Semua orang terkejut Ketika melihat mereka keluar dari dalam mobil karena bukanlah Mike yang mengendarai mobil tersebut melainkan Dimas.


Alhasil membuat Bonanza geram, dia langsung berjalan menghampiri mereka di gerombolan kelompoknya dengan tampang sengit nampak diwajahnya. Dan disusul oleh teman utama geng kelompoknya berjalan bebarengan mendekat ke arah kelompok Dimas. Bonanza berjalan sembari bertepuk tangan ketika telah mendekat pada kelompok Dimas.


Prok prok prok


"Bagus! wah bagus! So.. inikah seorang jagoan bernama Mike hah! Hahahaha pemandangan yang sangat luar biasa sungguh menajubkan"


Disusul oleh rombongan mereka tertawa-tawa mengejek. memandang ke semjumlah kelompok Dimas dan semua mata tertuju pada Alan. Karena mereka tidak habis kira kini Mike tidak Sejago biasanya.


Didalam kelompok Dimas terdiam seribu bahasa karena mereka pun merasa sangat heran atas kekalahan Mike kali ini dan belum sempat bertanya ada apa dan bagaimana semua ini bisa terjadi alias kenapa Dimas yang mengemudikan mobilnya bukanlah Mike.


Mereka geram dengan tingkah Bonanza yang merasa sangat bangga dan tingkahnya semakin menjadi-jadi setelah kemenangannya kali ini.

__ADS_1


Bonanza langsung mendekat dan berdiri tepat di depan Alan seraya memandang ke arah mata Alan


"Hey sang jagoan belagu! sekarang ini loe sudah resmi menjadi budak gua, paham! hahaha"


Sementara Alan sendiri masih terdiam sembari mata ia melirik ke arah Ananta yang masih dipegang oleh salah satu teman kelompok Bonanza didekat mobil mereka. Alan tidak menggubris apa yang tengah diucapkan oleh Bonanza, ia hendak langsung melangkah pergi menuju Ananta namun ketika baru saja ia hendak melangkah, Bonanza langsung menarik dan mendorongnya sehingga Alan mundur beberapa langkah kebelakang dan mengenai teman-temannya.


Seet!


Sontak membuat teman-teman melotot sengit ke arah Bonanza.


"Woi! Budak! Tidak dengarkah kau yang sedang majikan kau ucapkan ini, hah!" Pekik Bonanza.


"Pers*tan loe anj*ng!" sambung Vidze berteriak tak terima Mike dikatakan budak oleh Bonanza.


"Gua sudah bilang berkali-kali kalian tidak usah ikut ngebacot anj*ng!" Pekik bonanza ke arah Vidze dan ke arah kelompok Dimas.


"Hey budak! Gua perintahkan loe, hajarlah mereka semua jika tidak loe lakukan maka loe akan merasakan akibatnya! Cepat Laksanakan!" Bonanza menyuruh Alan.


"Pih! Macam Raja saja loe berkata sombong semacam itu! hey! Ngaca woi! Siapa elo berani berkata seperti itu pada Mike! Dasar lelaki pecundang! Berotak picik dan bernyali ciut! Dengan cara loe seperti itu sudah sangat membuktikan dengan jelas bahwa loe hanyalah lelaki yang sangat pengecut! Dan tak tau diri!"


"Woi bacot! Tidak usah mengelak kalian orang! Kalian semua pun mendengar saat dia menyetujui persyaratan ini, mau jadi pecundang kalian orang, hah!" Jawab Bonanza seraya melotot.


"Lelucon macam apa pula kau!" Ucap Alan singkat sembari hendak melangkah pergi menuju Ananta. Namun, lagi-lagi Bonanza langsung menarik tangan Alan serta langsung memukulnya hingga Alan jatuh tersungkur.


Seet!


Braak!


"Woi! Mau pergi kemana loe budak!" teriak Bonanza setelah memukul Alan hingga terjatuh.


Sontak membuat semua teman-teman sudah merasa sangat geram dan sudah tak basa-basi lagi. Alhasil terjadilah perkelahian diantara kedua kelompok. Disaat semua teman-teman Mike menyerang, Alan di bantu berdiri oleh Dimas.


"Mike urusan ini biar kita saja yang menangani, cepat loe selamatkan gadis itu lalu segeralah bawa dia pergi menjauh dari sini"


"Baiklah"

__ADS_1


Alan langsung kembali berdiri dan langsung berlari menuju Ananta.


***


Ketika Alan sudah sampai pada Ananta yang sedang dipegang oleh salah satu teman Bonanza, Alan berhenti sejenak karena orang tersebut langsung menodong leher Ananta dengan sebilah badik Lunik.


"Hey! Berhenti disana! Satu langkah loe maju maka badik ini akan menancap langsung pada leher wanita ini." Ancam orang tersebut sembari membekap mulut Ananta dengan tangan kirinya dan menodong badik tersebut dengan tangan kanannya.


Ananta menggeram-geram karena mulutnya dibekap cukup kuat hingga ia susah untuk bernapas. Sementara Alan sendiri masih terdiam karena posisi sulit baginya untuk bisa merebut Ananta dari orang itu secara langsung karena badik yang orang itu todongkan ke leher Ananta sangat dekat nyaris menempel di leher Ananta membuat Alan susah untuk merebut Ananta.


Namun ia mencoba untuk tetap maju meskipun itu sangat sulit jika ia langsung merebut Ananta. Terbesit rasa sedikit takut didalam diri Alan jika sampai orang tersebut langsung menyakiti Ananta.


Ketika Alan tetap mencoba mengambil Ananta orang itu langsung mengayunkan badik Lunik kepada Alan.


Sreet!


"Aaaissh!"


Sontak membuat Alan meringis kesakitan karena badik yang orang itu ayunkan padanya langsung melukai lengan kiri Alan hingga berdarah sebab luka tersebut cukup dalam.


Disaat yang bersamaan posisi Dimas masih berkelahi dengan kelompok Bonanza melihat posisi Alan sedang sangat kesulitan untuk bisa merebut Ananta kemudian dia langsung berlari ke arah Alan.


"Berhenti disana!"


Teriak orang itu langsung mengancam Dimas disaat orang itu mengetahui Dimas berlari ke arahnya. Sontak Dimas langsung menghentikan langkahnya dan memperhatikan sejenak posisi yang tepat untuk ia bisa menggeser badik yang sedang orang itu todongkan di leher Ananta.


Namun Dimas cukup lihai dan cerdik, ia telah mempelajari banyak tak-tik bertarung dari Mike meskipun kini ia merasa heran dengan Mike yang kini tak bisa banyak bertindak dalam posisi sulit seperti itu.


Namun sedikitnya ia telah merasa ada perubahan pada diri Mike yang sekarang. Alhasil ia tidak memikirkan tentang hal tersebut terlebih dahulu dan yang terpenting baginya kini ia harus bisa membantu Mike untuk menyelamatkan temannya.


Setelah teori telah Dimas dapatkan, ia langsung berlari dan menarik tangan orang itu yang sedang memegang badik di leher Ananta lalu ia buat badik tersebut menjauh dari leher Ananta dan langsung menjatuhkannya dari tangan dia dengan cara mematahkan pergelangan tangannya menggunakan tak-tik khusus yang biasa Mike gunakan.


Seet!


Klek

__ADS_1


"Aarrgh tanganku arrgh!"


__ADS_2