
Catatan
Jika lupa dengan nama-nama tokoh pada bagian ini silakan melihat kembali pada bab bagian kisah Alan sebelum Alan tertukar posisi dengan Mike.
***
Mike mendengar ada suara wanita menjerit dari jarak yang tidak begitu jauh darinya. Sontak membuat ia merasa penasaran tentang apa yang sedang terjadi ditempat itu yang letaknya tidak jauh dari ia berjalan.
Setelah ia mendekati letak suara itu berasal, ia menyumput dibalik semak rumput Alang-alang sembari mengintip apa yang sedang terjadi disana, namun setelah beberapa menit kemudian ia melihat keadaan kedua orang yang sedang ia intip tersebut semakin memanas tanpa basa-basi ia langsung berlari dan menangkis tangan seseorang itu yang tengah hendak menampar seorang wanita yang tak lain mereka adalah Yudha dan Ani.
"Aiish! Brengs*k! Woi! ngapain pula ikut campur loe anak bisu!" Teriak Yudha ketika mengetahui Mike yang ia kira adalah Alan tiba-tiba datang dan langsung menangkis tangannya hendak memukul Ani.
Mike masih terdiam. Sementara Ani langsung melangkah mundur kebelakang Mike sembari dia menutupi mulutnya karena menahan tangis. Perlahan-lahan Mike menengok ke arah belakang untuk melihat siapakah gerangan dan seperti apakah rupa gadis yang hendak dianiaya oleh seorang lelaki yang sedang berdiri dihadapannya itu. Setelah Mike sudah melihat ke arah wajahnya.
'Loh.. bukankah gadis ini yang kulihat tadi diwarung?' Gumam Mike didalam batinnya. Namun Ani sendiri langsung menundukkan kepala ketika Mike melihat ke arahnya.
"Woi bangs*t! Minggir loe!" Teriak Yudha langsung mendorong tubuh Mike yang posisi berdirinya tepat didepan Ani karena Yudha hendak kembali memukul Ani.
Sontak Membuat Mike hampir terjatuh ketika didorong oleh Yudha cukup keras. Akan tetapi Mike tidak sampai terjatuh justru Mike cepat tanggap, ia langsung meraih tangan Ani lalu menariknya ketika Yudha hendak menamparnya.
Seet!
"Aissh brengs*k loe anak bisu! Lepasin tangan dia! Ini urusan kita bukan urusan loe!" Pekik Yudha seraya melotot.
"Iya gua tau ini bukan urusan gua, tapi apakah loe gak malu?"
"Apa maksud loe berkata begitu, hah!"
"Aaiiish! Pakek tanya segala maksud gua apaan, Loe laki-laki kan?"
"Tutup mulut loe anak bisu! maksud loe apa ngomong begitu hah! B*ngsat!" Yudha semakin emosi ketika Mike berkata dengan kalimat demikian.
"Hey! Kalo loe emang merasa menjadi lelaki harusnya loe malu memperlakukan seorang wanita seperti ini. Dimana harga diri loe sebagai lelaki, hah?" jawab Mike.
__ADS_1
"Kampang Loe!"
Tanpa basa-basi Yudha langsung menyerang Mike namun untuk kali ini bukanlah Alan melainkan kembarannya yaitu Mike. Alhasil baru beberapa pukulan yang Yudha lontarkan kepada Mike selalu Mike tangkis dan Mike langsung membekuk tubuh Yudha hingga dia berteriak kesakitan.
"Aaggh! Lepaskan Kep*rat kau, Alan!" Teriak Yudha ketika dia dibekuk tangannya oleh Mike ke arah belakang hingga dia tidak bisa berkutik.
"Gua emang gak tau masalah kalian, namun gua mau memberi saran sama loe, jadilah lelaki yang sejati. Karena lelaki sejati tidak pernah bermain Barbie. Apakah loe paham?" Ucap Mike berbicara di dekat telinga Yudha ketika ia tengah membekuknya.
Mike kembali melepaskan tangan Yudha. Setelah Yudha terlepas dari cengkaramannya Yudha terdiam sembari melihat Mike dengan tatapan tajam.
"Hey kawan, tidak usah loe melotot macam itu, Ingatlah saja saran gua tadi. Dan ingatlah satu hal jangan loe bersikap kasar terhadap wanita, karena sesungguhnya wanita itu ingin dimengerti, paham loe?" Ucap Mike sembari melirik ke arah Ani dengan tatapan khas pesonanya. Membuat Ani tersimpuh malu langsung menundukkan kepalanya.
Sementara yudha sendiri mengepalkan kedua tangannya karena geram atas tingkah Alan yang sebelumnya tidak pernah seperti itu dan tidak sekuat itu. Mengingat saat dia membully Alan waktu itu bersama dengan Naldo, Wasis dan Dodi selaku para kelompok gengnya di sekolah. Alan tidak sekuat ini.
"Cih! Awas saja loe! tunggu pembalasan gua, Alan!" Ucap Yudha mengancam seraya bergegas pergi.
"Iya gua tunggu, bro." jawab Mike sembari tertawa ketika melihat Yudha bergegas pergi ekspresi wajah dia nampak takut.
Setelah Yudha pergi, Mike melangkah mendekat ke Ani. Namun Ani langsung mundur beberapa langkah ke belakang sembari masih menunduk. Karena dia memang gadis yang pemalu dan sukar untuk bergaul terlebih lagi dengan seorang lelaki yang digilai oleh banyak siswi disekolahnya termasuk oleh Jessi.
Walau tidak ada seorangpun yang berhasil merebut hati Alan hingga saat ini termasuk Jessi. Namun semua siswi yang berada di sekolah sudah sangat paham dengan Jessi. Karena ada sebuah berita yang beredar di sekolah jika sampai ada yang berani mendekati Alan maka dia akan berurusan dengannya walau Jessi sendiri sudah memiliki hubungan dengan Naldo.
***
Ani hanya menggelengkan kepala tanpa menjawab dan tanpa melihat ke arah Mike. Mike langsung melangkah ke depan dan langsung memegang kedua pundak Ani.
Plek!
"Hey, lihatlah ke mataku. Apakah kamu tidak ingin berterimakasih kepada pangeran ini?" Ucap Mike dengan percaya diri seraya tersenyum khas.
Perlahan-lahan Ani melihat kearah matanya, namun dia hanya melihat sebentar lalu menunduk lagi.
"Terimakasih" Ucapnya singkat langsung bergegas pergi dari hadapan Mike.
Mike langsung tersenyum sembari mengeget bibirnya sendiri ketika melihat Ani terlihat malu-malu kepadanya. Karena walau ia tidak ingat apapun namun ia merasa pernah memiliki teman wanita di kehidupan masa lalunya yang tak lain dia adalah Ananta yang memiliki sifat berbalik dari wanita yang baru saja dihadapannya. (Ani)
__ADS_1
'Aiih lucu sekali ekspresi cewek ini, natural sekali' batin Mike.
Mike kembali melanjutkan langkahnya untuk segera pulang. Namun ia berjalan cukup pelan sembari menoleh ke sana dan kemari karena ia belum paham dengan daerah perkampungan tersebut.
Beberapa menit kemudian ia telah sampai dihalaman depan rumah, namun ia enggan untuk langsung pulang ke rumah mengingat jam jua terbilang cukup sore bagi Mike. Yang mana pada kehidupan aslinya ia selalu nongkrong bersama teman-temannya hingga waktu menjelang subuh.
Dan jua karena ia merasa didalam rumahnya suasana terasa panas sebab isi orang-orang yang ada didalam rumah itu tidak ada kedamaian yang ditunjukkan oleh kepala keluarga. Akhirnya Mike melangkah ke arah rumah Verza.
Ia langsung mengetuk pintu rumah Verza hingga beberapa kali ketukan.
Tok tok tok
'Apakah sudah pada tidur ya mereka? lah.. ini masih sore kok sudah pada tidur sih?' Gumam Mike didalam batin ketika belum di bukakan pintu oleh Verza maupun oleh orang tua Verza. Dan jua karena lampu listrik didalam rumah itu terlihat sudah padam.
Crek crek crek
Suara kunci dari dari balik pintu rumah tersebut.
"Siapa?" Tanya Verza ketika dia membukakan pintu. Dia belum melihat bahwa yang mengetuk pintu rumahnya adalah Mike karena posisi Mike tengah berdiri menghadap ke arah jalan.
Mike langsung membalikan badan ketika mendengar suara Verza.
"Eh loe Alan, ada apa?" Tanya Verza sembari garuk-garuk kepala nampak kusut aura wajahnya serta rambutnya acak-acakan.
"Udah molor loe, Ver?" Ucap Mike ketika melihat tampilan Verza seperti itu. (Kusut)
"Iyalah emang loe gak liat matahari udah tenggelam dari beberapa jam yang lalu hah?" Jawab Verza.
"Jiaah, apa hubungannya mata merem sama matahari tenggelam?" Lanjut Mike cengegesan.
"Ya iyalah ada, malam itu waktunya buat mata merem bukan kelayapan kayak setan!" Cetus Verza.
"Jadi maksud dari yang Loe bilang itu berarti sekarang ini loe sedang berhadapan sama setan ya, hah?" Jawab Mike.
__ADS_1
"Hem, anggaplah seperti itu hehe lagian ada keperluan apa loe Lan, tumben amat malem-malem begini loe datang." Lanjut Verza.
"Oit, oit, oit, hey Alan!"