
Alan tergagu lantaran ia sendiri tidak mengetahui dimana keberadaan Mike, sekalipun ia sendiri jua sudah mengetahui bahwa yang Jovan maksudkan tersebut adalah mencari dirinya.
Ketika Jovan baru saja mengucapkan kalimat tersebut kebetulan bersamaan dengan suara seorang siswi memanggil Ananta dari sisi pintu yang tak lain ialah Maria.
Ananta menyadari, lekas pergi untuk menghampiri, hingga ia sendiri tidak begitu memahami yang tengah di perbincangkan oleh kedua lelaki ini.
"Gue tinggal sebentar ya .." Pamitnya disela-sela perbincangan mereka berdua. Lekas Alan dan Jovan pun melambaikan tangan.
"Weih bro, loe kenapa?" Tanya Jovan kala melihat Alan belum melepas pandang ke arah Ananta.
"E ... tidak kenapa-kenapa" balasnya lekas mengalihkan pandang tampak gugup.
"Cih, loe kira gua kagak tau?" lanjut Jovan.
"Maksudmu?" Alan tampak bingung.
"Ada api asmara yang membara sedang menggelora jiwa yang terpadu didalam sorot matamu, haha .. Michealan, Michealan, polos loe emang kebangetan. Hahaha .." Cetus Jovan terkekeh sembari menggedor meja tampak gembira, puas mengejeknya.
"Cih, darimana kamu tau aku bukan Mike?"
"Haha ya tau lah, Bukan Jovan namanya kalau hanya masalah mengenali loe aja kagak bisa, hahaha" Ucapnya sok cool di tengah-tengah tawa.
"Cih," Alan melirik dalam tatapan khasnya.
"Haha, weih santai Men. Kagak usah loe berekspresi kek gitu, inget-inget gua belum jadi membogem loe sampai sekarang ya, inget itu bro." Lanjutnya seraya mengepalkan tangan dalam artian mengingatkan Alan bahwa keinginan untuk menghajarnya belum terlaksana.
"Cih," lagi-lagi Alan hanya meliriknya saja, Alhasil membuat Jovan semakin tawa terbahak-bahak.
"Hahaha"
Tak lama kemudian, para rombongan Mike diantaranya Taro, Ivan, Al dan Kenji datang menghampiri berkumpul memutari meja Alan lanjut berbincang-bincang. Tetapi awal mula perbincangan diantara mereka susah mengetahui bahwa saat ini mereka bukan sedang bersama Mike.
Namun, celotehan demi celotehan yang terlontar dari mulut Jovan kian menjadi-jadi, alhasil mereka pun saling mengetahui. Lekas canda tawa nyaris terhenti sebab Michealan lebih mereka segani.
Teruntuk Jovan mengetahui lebih awal dikarenakan ia lebih sering bersama Alan dibanding bersama dengan Mike, maka tidak heran jika ia sudah bisa menduga bahwa yang tengah berada dihadapannya saat ini adalah Alan sekalipun Alan sedang menggunakan seragam milik Mike dan jua sedang mengaku menjadi Mike.
***
Disisi Ananta
Maria mengajaknya pergi ke kantin lantaran hari-hari mereka sebelumnya memang sering bersama-sama sekalipun waktu Ananta terbagi dengan para kelompok pria.
__ADS_1
"Kenapa muka loe di tekuk-tekuk begitu An? Loe sudah benar-benar sembuh kan?" Tanya Maria kala mereka berdua duduk di kursi kantin sembari menyantap hidangan sesuai pesanan mereka masing-masing.
"Haish itu loh Mar, masih pagi Mike udah bikin gue ilfil"
"Lah, bukankah memang sifat dia selalu sengaja bikin orang lain ilfil ya?" Jawab Maria sembari mengaduk jus buah Alpukat dalam gelas dengan sedotan lekas meminumnya.
"Iya kalo masalah itu mah gue juga tau, tapi .. gue heran aja dulu dia bagaikan batu nisan, sekarang jadi kek semacam air diatas daun talas" Cetus Ananta muram. Ia sedang membicarakan Mike yang dulunya bersikap barbar dan asik namun kasar, kini berubah menjadi pendiam penuh misteri tetapi penuh kelembutan.
"Maksud loe apaan si An, apakah seseorang habis keluar dari rumah sakit logat bahasa yang digunakan berubah jadi semacam pribahasa begini ya?" Lanjut Maria mencandainya.
"Hilih loe mah .. maksud gue tuh gini, em .." Ananta hendak melanjutkan kata namun terhenti kala mendengar percakapan dari sisi sebelah meja yang ia duduki, yakni terdapat rombongan para siswi dari kelas lain tengah duduk sembari ngerumpi.
***
"Hey guys .. apa kalian melihat M-Twins? Sepertinya daritadi gue gak melihat salahsatu dari mereka deh," ucap salahsatu diantara mereka bernama Vania.
"Jiaah, Fans berat M-Twins nih .." Sambung Erika.
"Yo'i gue semalem sampai search di internet buat nyari sosmed mereka tau," lanjut Vania.
"Jiaah niat amat loe. Eh ngomong-ngomong gimana? loe ada nemuin IG dia atau sosmed lain mereka gak? Bagi gue dong .. " Sambung Zara.
"Anehnya gue kagak nemuin mereka satupun Guys, meskipun gue udah ngetik nama mereka berkali-kali, bahkan sampai gue ketik nama mereka dibolak-balik pun kagak ada. Lalu gue juga cari nama para rombongannya, gue pikir kali aja ada Tag nama dia dan ternyata samasekali kagak ada juga, bener-bener gila .. privasi mereka ketat bener deh si M-Twins ini." lanjut Vania sembari menggelengkan kepala.
"Idih .. gue kan cewek Guys, masa gue yang minta duluan? jual mahal dikit lah." Lanjut Vania seraya mengibaskan rambutnya.
"Hilih loe mau jual mahal sama mereka? Emangnya loe gak ingat sifat dia cuek bebek begitu hah? Apalagi yang satunya, kita fotoin dia kemarin aja susahnya minta ampun." Tegas Erika. Mengingatkan kejadian pada hari yang lalu. (Lihat bab 110 dan 111)
"Eh, iya juga bener kata Erika tuh Van. Btw gue kemarin berhasil mengambil salah satu foto M-Twins loh Guys .. tapi, foto dia rada' tertutup tangan dikit." Lanjut Zara seraya membuka galeri pada telepon genggamnya.
"Eh mana, mana, share ke kita-kita dong …" Pinta Vania dan Erika serentak.
***
Disaat mereka tengah sibuk melihat handphone, Ananta menoleh kembali ke arah Maria.
"Eh Mar, Mereka sedang membicarakan siapa si? Tampaknya heboh sangat" Bisiknya.
"Biasalah, kayak loe kagak paham aja gimana si Vania, pastinya dia lagi ngomongin cowok." Jawab Maria 'Ganjen sangat mereka.' Gumamnya melirik kelompok mereka seraya menggigit sedotan diatas gelasnya.
"Eh, tapi tunggu dulu deh Mar, tadi gue denger mereka bilang M-Twins? Maksud mereka siapa si? Emang ada cowok kembar disekolah kita kah? Lalu .. sejak kapan?" Lanjut Ananta.
__ADS_1
Sontak Maria sedikit melotot teringat akan rencana bersama para rombongan Mike tadi pagi bahwa sebisa mungkin Ananta jangan mengetahui dulu tentang itu sebelum Alan dan Mike benar-benar berada disekolah bersama-sama. Alhasil ia hendak mengalihkan topik pembicaraan supaya Ananta tidak jadi menanyakannya.
Namun, usahanya tidak berhasil lantaran jiwa keingintahuan (Kapo') Ananta kian membara lekas ia meninggalkan badan dari kursinya, mendekat mereka lekas bertanya kepada Vania.
Tetapi, sambutan Vania beserta kedua temannya tampak tidak menyukainya meskipun Ananta sendiri belum melontarkan sebuah kata.
Semua terjadi lantaran kecemburuan yang haqiqi dari ketiga siswi ini. Sebab hanya Ananta sendiri yang bisa mendekati lelaki yang populer diantara banyaknya siswi yang mengagumi.
"Em .. hei boleh bergabung?" Sapa Ananta. Tetapi mereka sebatas mengangguk tampak tidak mempedulikannya.
"Em .. si M-Twins yang tidak sengaja gue denger pembicaraan kalian tadi itu siapa ya? Apa mereka siswa di sekolah kita?" Tanya Ananta secara to the poin lantaran jiwa keingintahuan sudah merajalela didalam pikiran.
Sontak mereka semua jadi terheran-heran sembari saling pandang.
"Eh Ananta, Loe ngigo' apa gimana? Salah obat loe?" Cetus Vania.
"Kagak, gue udah sembuh kok." jawab Ananta tampak polos yang mengira bahwa kalimat Vania menanyakan tentang kesehatannya setelah keluar dari rumah sakit kemarin.
"Idih, jangan mentang-mentang hanya loe cewek satu-satunya yang deket sama M-Twins lalu loe akan mengejek kami dari pertanyaan loe itu An, belagu bener!" Sambung Erika tampak Asam yang membuat Ananta kebingungan.
"Maksud kalian apaan si, kok ngatain gue belagu? Sumpah ya gue kagak ngerti." Ananta kesal.
"Hilih udahlah An, kagak usah belagu loe jadi cewek, jadi teman-nya saja udah belagu kek gini, pacar dia juga bukan loe, sok-sok'an loe! Ya gak guys .." Ejek Vania menoleh ke arah teman-temannya.
"Yo'i .. Eh Guys, gue rasa jadi pacarnya mah kagak mungkin deh. Tipe cewek yang Mike suka pastinya bukan cewek macam dia, faktanya kalian lihat sendiri kan .. Mike aja masih Jomlo, meskipun nih cewek selalu didekatnya, hahaha." Sambung Zara penuh ejek tampak dari lirikan matanya saat melihat Ananta.
"Wait, kenapa kalian malah ngomongin Mike si, yang gue tanyain tuh M-Twins. Kenapa malah pada ngomongin Mike, heran gue." Cetus Ananta melirik sinis.
Sontak mereka langsung terdiam sebab mereka tidak mempercayai jika Ananta tidak mengetahui bahwa Mike memiliki saudara kembar apalagi mereka (Ananta, Mike dan Alan) didalam satu kelas yang sama.
"Loe bener-bener Aneh deh An, memangnya hari ini M-Twins sedang gak masuk sekolah hah?" Lanjut Vania. Tetapi ekspresi Ananta sendiri terlihat masih sama seperti tadi, bingung.
"Eh, guys lihatlah disana, aaahh … M-Twinsku .." Seru Erika melihat Alan dari arah kejauhan tengah melangkah menuju kantin bersama Jovan beserta rombongan.
"Wih Iya itu dia guys akhirnya .. eh, tapi kok dia sendirian ya, duh padahal aku tuh gemes saat melihat mereka jalan berdua," Sambung Zara tampak kecentilan.
"Wait, itu kan Mike, lah M-Twins yang kalian maksud mana? Gue rasa Kagak ada siswa kembar disana" Cetus Ananta.
"Heloow Ananta loe kemana aja hah? Pura-pura gak ngerti apa lagi berlagak sok gak ngerti? M-Twins itu singkatan dari nama Mike dan saudara kembar-nya dia bernama Michealan jadilah julukan M-Twins. Yaelah .. heran gue lihat loe An, tulalit banget sih loe!" Cetus Vania melirik sengit disela-sela teman-temannya melihat ke arah Alan semua.
"Iya heran gue, Ananta yang paling dekat masa kagak tau, gue rasa itu mah kagak mungkin banget, dasar belagu loe!" Sambung Erika sedikit melirik lekas melihat lagi kearah Alan.
__ADS_1
"Ap .. Apa! M-twins? Mi .. Mike dan Mi .. Michealan?" Ananta sangat terkejut hingga membuatnya tergagu.
Bersambung.