
Mike dan Alan langsung jatuh tersungkur ketika Mike berhasil keluar dari dalam lingkaran api tersebut. Dan mereka terjatuh tepat didepan Marvin yang mana posisi Marvin masih berjalan mondar-mandir didekat kobaran api itu.
"Aaaaggh" rintih Alan ketika ia terjatuh bersama Mike, karena ia langsung tertimpa badan Mike.
"Astaga Tuhan, Mike, Michealan." Teriak Marvin setelah melihat Mike dan Alan keluar dari dalam lingkaran api tersebut.
"Arrgh, Alan, apakah kau baik-baik saja?" Tanya Mike ketika badan ia masih menimpa Alan, kemudian ia hendak kembali berdiri.
Namun, ketika Mike belum berdiri ia menoleh terlebih dahulu kearah warga yang tengah berkumpul menyaksikan mereka.
Dan ketika Mike menoleh kearah mereka, semua warga yang berada disana langsung tercengang melihat apa yang sedang mereka lihat. Yaitu Alan ada dua. Kemudian mereka saling berbisik-bisik satu sama lain karena terheran-heran.
***
Kemudian Marvin langsung membantu Mike untuk segera berdiri karena badan Alan masih terjepit olehnya, dan kemudian jua Marvin langsung melihat Alan yang posisinya masih terbaring di tanah.
"Michealan, anakku.. Ya Tuhan, kenapa semua ini terjadi kepadamu nak," Marvin langsung membantu Alan untuk beranjak duduk. Setelah Alan sudah dalam posisi duduk, Kemudian Marvin langsung memeluknya dengan sangat erat diiringi air mata yang terus-menerus mengalir.
Hingga beberapa detik ia memeluknya kemudian Marvin melepaskan sejenak pelukannya untuk melihat wajah sang anak sembari ia mengusap lembut kepalanya. Disaat Marvin menatap Alan, Alan langsung berbicara dengan suara lirih.
"Apakah anda benar-benar ayahku?"
"Ya nak, saya ini adalah ayahmu, ayah yang sangat merindukanmu nak," Jawab Marvin sembari menyapu air mata yang tiada henti-hentinya mengalir deras diantara kedua pipinya.
Kemudian, Alan langsung menyodorkan tangan kearah pipi Marvin, dan kemudian ia langsung menyapu air mata Marvin yang masih terus-menerus mengalir di pipi Marvin.
"Janganlah menangis, Ayah.." Ucap Alan.
"Anakku, Michealan"
Marvin tersenyum penuh bahagia setelah Alan menyebutnya dengan kata ayah, dalam artian Alan kini telah menerima kenyataan bahwa dia adalah anaknya. Marvin semakin menangis histeris karena rasa bahagia yang tiada Tara kini ia rasakan. Kemudian ia langsung kembali memeluk Alan dengan sangat erat.
***
Ketika Mike telah dibantu kembali berdiri oleh Marvin tadi, ia hendak melangkah kearah Verza berada, namun ketika Mike Mendengar Alan mengucapkan kalimat dengan menyebut kata ayah, kemudian Mike langsung menoleh kembali kearah mereka, lalu ia langsung melangkah mendekat kembali kearah mereka, yang mana posisi mereka masih dalam keadaan duduk dan saling memeluk satu sama lain.
__ADS_1
Setelah ia sampai, tanpa basa-basi Mike langsung ikut serta memeluk mereka berdua. Tak kuasa ia menahan rasa yang sangat bahagia hingga ia ikut serta menangis ketika ia memeluk mereka.
'Terimakasih Tuhan, engkau telah menyatukan kembali keluarga kami.' Batin Mike seraya bersyukur kepada yang Pencipta ketika ia sedang memeluk mereka.
Ketika mereka saling memeluk satu sama lain, semua warga yang masih berada di sana hanya diam dan menyaksikan, karena mereka tidak ada yang mengetahui latar belakang segala permasalahan yang terjadi pada keluarga ini.
Akan Tetapi, ada salah satu warga yang menjadi provokator, dia tidak bisa tinggal diam saja ketika melihat Alan masih dalam keadaan hidup, karena ia telah dibayar sangat tinggi oleh Jessi yaitu untuk segera memusnahkan Alan dengan cara seperti ini (fitnah)
Kemudian, ia bersama dengan beberapa orang-orang yang ikut serta jua dibayar oleh Jessi langsung berjalan bersama-sama kearah mereka bertiga. Sesampainya mereka disana, ia berdiri tepat didekat mereka bertiga dengan petantang-petenteng.
"Hey, siapakah anda! Kenapa anda malah membuat sebuah drama disini hah!" Ucap salah seorang tersebut mengarah kepada Marvin.
Namun, ketika salah satu seorang tersebut berkata demikian, kemudian ada salah satu temannya langsung berbisik ke telinganya.
"Hey bro, tunggulah dulu, coba kau lihatlah itu, sanak itu kini ada dua bro,"
"Iya, gua tau."
"Terus gimana ini, dan juga orang tua itu nampak bukan orang biasa bro."
"Aih macam mana pula kau tak bisa paham dari fisiknya dia bro, ya iyalah kau lihatlah tampilannya dia bro, makanya Jangan jumlah duit saja yang kau pahami."
"Aih, bacot nian kau besar! Kau pula pun menikmati hasilnya!"
"Hehe, lalu bagaimana ini kita bro?"
"Aish, diamlah saja kau. Jikapun sanak itu kini ada dua, maka kita sikat saja langsung kedua-duanya"
"Oke"
***
Mendengar hal tersebut, Kemudian Marvin, Alan dan Mike langsung menengok kearah mereka dan kemudian jua mereka langsung beranjak kembali berdiri. Akan tetapi, mereka tiada yang mendengar percakapan diantara mereka. Karena mereka berbicara dengan suara lirih alias saling berbisik-bisik.
Marvin hendak menjawab, namun Mike langsung menghentikannya.
__ADS_1
"Hey, Apa yang baru saja anda ucapkan itu hah! Anda bilang kami sedang membuat drama?" Jawab Mike, kemudian ia langsung melangkah maju kehadapan mereka dan nampak geram, karena sama saja mereka telah menghinanya. Pikir Mike.
"Ya! Drama macam apa pula yang sedang kalian buat dikampung kita ini. Dan juga, siapa sebenarnya kau, Kenapa rupa kau sama dengan sanak itu, ataukah kau yang bernama Alan atau dia yang bernama Alan hah!"
"Entah Saya yang bernama Alan ataupun dia yang bernama Alan, memangnya apa urusannya dengan anda. Dan juga, kenapa dia sampai menjadi seperti itu hah! Katakan!" Mike balik bertanya bahkan dengan nada suara yang jauh lebih tinggi dari orang itu alias membentak.
Kemudian, ketika sebelum para provokator tersebut menjawab pertanyaannya, Mike langsung melangkah kearah para warga yang lain.
"Hey semua yang berada disini, jawablah pertanyaan saya. Kenapa dia sampai seperti ini, kenapa kalian memperlakukan dia sampai dia menjadi seperti ini hah! kenapa! Jawab!" Mike berkata dengan suara lantang.
"Dia telah difitnah"
Jawab Verza karena ia sudah tidak tahan melihat sang provokator itu ketika dia berkata dengan semauanya sendiri tentang Alan. Karena segala hal yang dikatakan oleh sang provokator tersebut sangat berbalik dengan keasliannya yang mana Verza jauh lebih paham tentang Alan.
Kemudian ia langsung melangkah mendekat kepada Mike walau dia sendiri sangat terheran-heran dengan Mike karena Mike memiliki wajah yang sama dengan Alan. Dan dia juga tidak tau mana yang Alan dan mana yang bukan Alan. Namun, karena segala hal yang ia lihat untuk membela Alan, alhasil ia redam sejenak rasa keingintahuannya mengenai Mike.
"Fitnah?" Jawab Mike.
"Benar. Dia difitnah oleh seseorang"
"Lantas, atas dasar apa dia difitnah siapa yang telah memfitnah dia?" Mike kembali bertanya kepada Verza. Namun, ketika Verza hendak menjawab pertanyaannya, kalimat ia terpotong oleh sang provokator itu.
"Hey! Tutup mulut kau bocah tengik! Kenapa pula kau sangat antusias membela kawan kau yang bejad itu!"
"Saya membela kawan saya karena saya tahu betul tentang dia. Justru tutuplah mulut anda kenapa anda terus-menerus berkata bahwa dia bejad dan mengatakan suatu yang bukan-bukan tentang dia."
"Yang bukan-bukan kek mana maksud kau! Sudah sangat jelas-jelas ada buktinya,"
"Bukti macam apa yang anda buat itu hah! Itu hanyalah sebuah foto"
"Dan anda semua yang berada disini dengarlah! Jaman ini sudah semakin maju. Bisa saja sebuah foto direkayasa sedemikian rupa ataupun memang wanita itu dengan sengaja membuatnya." Ucap Verza kepada seluruh warga yang berada disana.
"Hey, apa kau bilang, Foto? Wanita? Coba saya tengok foto itu." Lanjut Mike.
Catatan
__ADS_1
Update kembali pada hari Minggu.