Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 116


__ADS_3

Peringatan


Terdapat kata umpatan dan mengandung bahasa kasar cenderung kotor. Pada Bab ini mengandung aksi kekerasan, bukan untuk di tiru!


Mike diam seribu bahasa ketika Alan masih mempertanyakan tentang masalah itu. Karena semua itu memang benar, sedikitnya Mike ada kaitannya dengan Deril. Tetapi bukan atas kematiannya, melainkan ada permasalahan lain.


Tetapi, Mike terdiam lantaran ia juga tengah memikirkan sesuatu, tidak lebih dan tidak pula kurang semata-mata hanya untuk melindungi sang adik. Dan ia pun tidak ingin sang adik mengetahui atas segala kejadian yang sudah terjadi dan yang akan terjadi di kemudian hari melibatkan Alan juga.


Skip


***


Pada kejadian sebelumnya


Mike pergi pada malam hari kemarin setelah rokok miliknya di siram air oleh Alan. Dia melihat hapenya bergetar di atas lemari samping tempat tidurnya karena masih dalam mode senyap, lalu ia meraih hapenya tersebut untuk melihat siapakah gerangan yang menghubunginya pada waktu dini hari. Setelah ia cek yang menghubunginya adalah salah satu teman yang biasa nongkrong bersama yaitu Dimas.


"Mike, posisi." Chat Dimas.


"Di rumah, ada apa?" Balas Mike.


"Kesini, ada seseorang yang mencari Loe, penting"


"Oke." Balas Mike.


Dimas mengatakan ada seseorang yang hendak menemui Mike namun ia tidak mengatakan siapakah orang tersebut Karena ia juga tidak begitu paham bahwa pemuda itu adalah Deril adik dari musuh kelompoknya yaitu Bonanza.


Mike langsung menyetujuinya karena sudah menjadi kebiasaannya selalu pergi pada sembarang jam jika ada teman-temannya meminta ia untuk hadir. Lagipula niat Mike pergi kemungkinan hanya sebentar mengingat tujuan ia juga sekalian membeli rokok. Pikir Mike dan pamit-nya juga kepada Alan malam itu.


Mike pergi menggunakan kuda besi andalan miliknya. Tidak selang waktu lama ia sampai di tempat biasa ia nongkrong. Di tempat nongkrong tersebut bukanlah di sebuah cafe ataupun tempat ngopi dan berkumpul sebagaimana mestinya. Melainkan tempat nongkrong bak anak brandalan yang berada di depan sebuah bangunan kosong tak berpenghuni cenderung rapuh.


Ketika Mike menjelang sampai, di sana terlihat ada tiga orang asing berdiri di depan mobil sedan hitam terparkir yang berarti bahwa ketiga orang tersebut lah yang hendak bertemu dengannya. Pikir Mike saat ia baru saja mematikan mesin kendaraannya tidak begitu jauh dari teman-temannya berkumpul. Mike belum melihat siapakah mereka.


Ketiga orang tersebut yang jadi pokok utamanya adalah Deril terlihat dari ciri-ciri fisiknya yang tidak begitu tinggi dan cenderung kecil layaknya pemuda remaja pada umumnya. Bersama dengan dua orang lelaki bertubuh besar dan tinggi yang tak lain mereka adalah para Ajudan yang Deril bayar untuk melindunginya dalam aksi yang hendak ia lakukan kepada Mike.


"Hai bro," sapa teman sekelompok Mike diantaranya Dimas, Kodar, Piki, Vidze dan Jejen. Saat Mike sedang melangkah menuju ke arah mereka.


"Yup," balas Mike menyapa sembari saling berjabat tangan dengan mereka semua.


"Sssstt" Dimas secara langsung menunjuk ke arah ketiga orang itu. Sontak Mike langsung menoleh ke arah mereka mengingat tujuan utama ia hadir ke sana adalah untuk menemui orang yang hendak bertemu dengannya tersebut.


Perlahan-lahan Deril menegakkan pandang sembari menarik sedikit topi yang tengah ia pakai. Setelah mengetahui orang tersebut adalah Deril, Mike langsung tersenyum ejek.


"Cih, sanak Lunik ini" batin Mike sembari melangkah mendekat ke arah mereka.


Ketika Mike sampai tepat didepan Deril, kemudian Deril langsung maju sembari meraih kerah Mike.


Seet!


"Woi, woi, kalem woi. Apa ini!" Mike melotot begitupun dengan Deril yang sangat antusias hendak menyerangnya.


Sontak semua teman sekelompok Mike langsung berdiri nan hendak maju ketika Mike tiba-tiba hendak di pukul oleh Deril. Namun Mike langsung menghentikan mereka semua dengan kode tangan supaya tidak ikut campur. Alhasil mereka diam dan hanya menyaksikan. Namun mereka semua stay jikalau tiba-tiba Mike di serang oleh kedua Orang yang bertubuh besar di belakang pemuda cilik itu.


Mike masih membiarkan Deril menggenggam erat kerahnya nyaris membuatnya tercekik. Justru ia malah tersenyum penuh ejek.


"Hey Baj*ngan! tanggung jawablah atas apa yang loe perbuat kepada kakak Gua." Pekik Deril menjadi semakin berani berbuat demikian kepada Mike karena ia membawa tameng pelindung yaitu kedua orang bayaran yang berada di belakangnya.


Mike langsung menangkis tangan Deril dari kerah-nya karena ia merasa tidak mengerti apa yang Deril maksud.


Seet!


"Apa maksud loe, tanggung jawab macam apa, hah?" Tanya Mike mengerutkan kening nan merasa heran melihat Deril menjadi berani seperti itu.


"Tidak usah loe mengelak, Gua benar-benar sangat Muak atas segala apa yang ada didalam diri Loe! So.. kini tiba saatnya gua akan membalas segala apa yang telah loe lakukan kepada kakak Gua." Pekik Deril sembari mengeluarkan senjata tajam yaitu sebilah badik.


Sontak Mike langsung melotot begitupun dengan para teman sekelompoknya, tetapi Mike masih belum mengerti apapun yang tengah Deril ucapkan itu.


"Loe selalu saja menolak saat gua bilang akan melawan loe, cuih! Dasar manusia yang sangat pengecut loe, Mike." Lanjut Deril sembari mengangkat Sebilah badik tersebut setinggi bahu.


"Eits, tunggu. Apa yang baru saja loe katakan itu? apakah gua sedang tidak salah dengar ya? Mengajak berkelahi maksud loe, hah? Em.. btw kapan loe mengajak gua berkelahi?" Tanya nampak santai.


"Tidak usah berlagak belagu macam itu loe, anj*ng!" Deril semakin emosi.


"Wow, woah.. mantap nian mulut loe saat berbicara ya, loe mengatakan gua anj*ng, apakah loe tidak takut jika anj*ng di hadapan loe ini bisa menggigit loe, hah?" Lanjut Mike sembari bertepuk tangan.


Prok prok prok


Ia mulai terpancing emosi ketika mendengar kata binatang keluar dari mulut Deril. Melihat Mike bertepuk tangan seperti itu, membuat Deril semakin terbakar emosi. Alhasil, ia langsung menyerang Mike.


"Pers*tan loe kampang! rasakanlah ini, matilah loe anj*ng!" Deril langsung mengayunkan badik tersebut ke arah tubuh Mike.


Seet! Seet! Seet!


Tetapi, Mike dapat menghindari berbagai serangan Deril dari seluruh penjuru arah meskipun Deril tengah menggunakan senjata tajam. Mengingat begitu lihai-nya Mike dalam menghadapi hal seperti ini. Jauh dibandingkan Deril yang masih dini tentang sebuah tindakan kekerasan.


Karena apapun yang Deril lakukan saat ini, semua akibat masukan buruk dari sang kakak (Bonanza) saat Bonanza memberikan saran kepadanya untuk bisa mengalahkan Mike bukan hanya dari otak saja melainkan dari fisik.


Dan untuk kali ini juga apapun yang sedang Deril lakukan hanyalah emosi sesaat belaka, mengingat ia masih berdarah muda yang pemikirannya masih sangat labil. Berbeda jika dibandingkan Mike. Ia mampu untuk bisa mengontrol emosinya, karena Mike telah merambah dunia Liar sudah sejak lama.

__ADS_1


***


Deril sangat antusias untuk terus menyerang Mike, tetapi Mike masih hanya menghindarinya saja belum menyerang balik sama sekali.


Tetapi, untuk yang kedua kalinya Deril hendak kembali menyerang, Mike langsung sigap meringkusnya. Ia menggunakan tak-tik khusus yang ia miliki dalam melumpuhkan lawan saat lawan sedang menggunakan senjata tajam.


Seet! Seet!


Blug! Prak!


"Arrgh" Teriak Deril ketika tangan ia di cengkram kuat oleh Mike sehingga badik yang berada di tangannya langsung terlepas.


Mike dengan mudah melumpuhkan Deril dalam satu kali serangan. Posisi kedua tangan Deril di tekuk ke arah belakang lalu Mike menendang bagian belakang lutut Deril dengan lutut-nya hingga Deril jatuh dalam posisi melutut menghadap ke arah kedua orang yang datang bersamanya itu.


"Bangs*t loe anj*ng! Dasar pengecut!" Pekik Deril.


"Hei kawan, Kau pun yang telah mengatakan sendiri bahwa gua binatang. Tetapi Kau tak berpikir orang yang kau sebut dengan binatang ini buas atau tidak. So.. jagalah baik-baik mulut kau! Jangan sembarangan berbicara mengatakan seseorang dengan sebutan binatang, paham!" Jawab Mike sembari mencengkram lebih kuat tangan Deril.


"Arrrgh! Lepasin tangan gua, kampang!"


"Woi! Kalian dua Anj*ng! apa yang kalian lakukan hah! kenapa masih diam saja. Cepat kalian kasih pelajaran pada baj*ngan ini." Deril menyuruh kedua orang itu.


Kedua orang itu sempat merasa sakit hati atas ucapan Deril yang memanggil mereka juga dengan sebutan binatang. Tetapi mereka mengabaikan sejenak apa yang mereka rasakan itu, mereka langsung bergegas hendak menyerang Mike, salah satu diantara mereka langsung di tendang oleh Mike ketika dia baru saja mendekat.


Seet!


Blug!


Tetapi, karena tangan Mike masih menggenggam erat kedua tangan Deril, hingga ia kurang waspada dari arah lain. Orang yang satunya lagi langsung menarik jaket Mike dari arah belakang sangat kuat.


Seet!


Hingga tangan Deril terlepas dari cengkraman Mike, setelah itu, orang itu langsung memukul Mike sangat kuat pada area mulut.


Prak! Blug!


Karena Mike kurang siap dalam menghadapinya, maka Mike langsung terjatuh dan berdarah pada area mulutnya. Mengetahui itu sontak semua teman-teman Mike langsung maju menyerang.


Kejadian saat Mike di pukul oleh salah satu orang itu sangat singkat sehingga teman-temannya Mike telat untuk bisa mencengah sebelum semua itu terjadi, terlebih lagi karena sebelumnya Mike telah berpesan bahwa mereka jangan ikut campur dulu atas urusannya.


Namun karena kejadian-nya semakin memanas, Alhasil terjadilah sebuah perkelahian yaitu teman-teman Mike yang berjumlah 5 orang melawan 2 orang ajudan bertubuh besar dan tinggi itu. Semua teman sekelompok Mike maju menyerang karena kedua ajudan itu cukup lihai dalam bela diri. Sehingga akan sedikit sulit melawannya jika dengan per-seorangan.


Ketika mereka semua sedang dalam perkelahian, Deril beranjak berdiri sembari meraih senjata tajam-nya dari tanah. Kemudian ia hendak kembali menyerang Mike menggunakan badik tersebut. Tetapi, Mike sudah dulu mengetahui itu maka ia langsung kembali menyerang Deril dengan tak-tik yang sama yaitu melepaskan badik yang hendak Deril gunakan tersebut.


Seet!


"Aarrgh! brengs*k!"


"Hei Kawan, Jika kau sangat antusias untuk mencoba menyerangku maka majulah dengan tangan kosong. Karena lelaki sejati tidak pernah menggunakan benda apapun untuk melindungi diri, paham?"


"Pers*tan dengan semua kata-kata kau anj*ng!" Pekik Deril semakin terbakar emosi. Alhasil kini Deril langsung menyerang Mike dengan tangan Kosong.


Pengalaman Deril tentang perkelahian sangat minim sehingga ia hanya asal menyerang tanpa adanya tak-tik khusus. Sehingga ia sering kali gagal jika ia tengah mengayunkan pukulannya ke arah Mike. Namun sebaliknya dengan Mike, satu kali ia mengayunkan pukulan ke arah yang ia inginkan, pastilah tidak pernah meleset.


Tetapi, Deril sangat antusias untuk terus menyerang Mike, membuat Mike menjadi serius untuk membalas serangannya. Alhasil Deril menjadi babak belur oleh pukulan bertubi-tubi yang Mike berikan.


Ketika Deril sudah tidak sanggup lagi melawan, Mike menghentikan pukulannya, karena apapun itu Mike bukanlah orang yang kejam terlebih lagi kepada Deril teman satu sekolahnya. Dan juga karena Mike masih belum mengetahui penyebab Deril berani nekat melakukan segala tindakan ini kepadanya.


***


Salah satu Ajudan yang tengah dalam arena perkelahian, melihat Deril sudah tergeletak di tanah penuh luka lebam. Mereka langsung melarikan diri dari arena perkelahian hendak meraih Deril untuk membawanya pergi.


"Wo! Jangan kabur kau bangs*t!" Teriak teman-teman sekelompok Mike ketika kedua Orang itu membawa Deril kembali masuk ke dalam kendaraannya.


Mereka banyak yang berlari hendak mengejar ketiga orang itu.


"Hei berhenti kawan, biarkanlah mereka pergi, jangan di kejar." Mike menghentikan mereka.


"Tapi, bro" ucap Dimas


"Sudahlah biarkan saja, kawan" Pungkas Mike.


"Baiklah"


Mereka semua akhirnya membiarkan ketiga orang itu lolos, karena yang bersangkutan sendiri sudah berkata demikian. Kemudian mereka semua kembali duduk berkumpul sembari bermain gitar seperti yang biasa mereka lakukan di temani beberapa botol minuman beralkohol dan beberapa cemilan berupa kacang kulit.


Mereka semua tidak ada yang menanyakan siapakah gerangan orang yang memiliki masalah dengan Mike tadi, tetapi mereka hanya mengatakan akan senantiasa siap membantu jika Mike memiliki masalah dengan seseorang.


Beberapa menit sudah berlalu, mereka jua sudah melupakan kejadian yang baru saja terjadi, kini mereka sudah kembali bermain gitar diiringi lantunan lagu-lagu ngawur ciptaan mereka sendiri sembari tertawa-tertawa jika ada lantunan lagu yang mereka nyanyikan meleset jauh dari bahasa yang baik.


Mereka langsung asik saling bernyayi-nyayi sehingga tidak ada perbincangan yang mengarah ke masalah seputar perkelahian yang terjadi pada beberapa hari yang lalu dengan kelompok Bonanza.


Sehingga Mike belum mendapatkan kesimpulan dari kejadian tadi saat tiba-tiba Deril datang dan langsung menyerang dengan alasan untuk membalaskan apa yang telah di perbuat oleh Mike sebelumnya kepada sang kakak. (Bonanza)


Karena pada saat kejadian itu, Mike sedang tidak sadarkan diri sehingga ia tidak mengetahui perkara kejadian sesungguhnya bahwa Alan telah melumpuhkan Bonanza dengan cara menikam Bonanza dan beberapa teman sekelompoknya menggunakan senjata tajam berupa sebilah badik sebelum ia membawa Mike pergi dari markas mereka. Karena jika Alan tidak melakukan hal tersebut ia pasti akan kalah jika sampai Bonanza menyerangnya lebih dulu.


(Kejadian tersebut berada pada BAB 71. Alan vs Mike part 2)

__ADS_1


Sementara Deril mengira bahwa Mike lah sang pelakunya karena ia belum mengetahui bahwa Mike memiliki saudara kembar, dan jua Bonanza tidak bercerita apapun mengenai permasalahan ini kepada sang adik.


Deril mengambil keputusan untuk menyerang Mike ini secara mandiri tanpa di ketahui oleh sang kakak. Selain untuk membalaskan dendam untuk sang kakak, Deril memang sudah membenci Mike dari dulu.


***


Di tengah-tengah asiknya saling bercanda ria dengan mereka semua, hape Mike berdering di saku celana.


Kring.. kring.. kring..


"Bro, gua tinggal sebentar, mau mengangkat telepon." Pamit Mike hendak menjauh dari kerumunan teman-temannya kerena di sana bising suara para teman-temannya bernyanyi dengan suara lantang.


"Yep"


Mike melangkah lumayan jauh supaya ia dapat mendengar dengan jelas suara dari orang yang tengah menelponnya itu. Ketika ia melihat layar hp, nomor yang tidak di kenal yang sedang memanggilnya. Tanpa ragu-ragu ia pun segera menjawabnya.


"Ya halo, siapa ini?"


"Hei Mike, dengarlah. Jika sampai terjadi sesuatu dengan adik gua, maka nyawa saudara kembar loe berada di tangan gua. Dan semua itu Sesuai dengan apa yang telah dia perbuat, paham!" Jawab orang tersebut.


Mike diam sejenak, tetapi mendengar logat bahasa dan jua kalimat kata yang di ucapkan oleh orang itu, Mike sudah menduga bahwa yang tengah menelponnya tersebut adalah Bonanza.


"Oho, kau rupanya. Konter masih ada yang buka kah tengah malam begini? sehingga kau menelponku?" Jawab Mike mengejek.


"Jangan banyak bacot yang tidak penting macam itu! Cam kan saja apa yang sudah gua katakan. Gua tidak pernah main-main, kepar*t!"


"Hei, tidak usah lah kau berbicara ngengas macam itu bro, santai saja. Tapi.. jika di pikir-pikir hanya seorang pengecut lah yang mau melibatkan orang lain terlebih lagi adiknya sendiri dalam segala urusanya. Sangat memalukan!"


"Aiish, Lattih kelunyih nian mulut kau baj*ngan Lunik, Kampang!" Bonanza terdengar emosi. Karena Bonanza merasa tidak pernah menyuruh sang adik untuk membalaskan dendam tentang apa yang telah ia alami itu. (Di tikam oleh Alan)


"Sekalipun gua tidak peduli. Tapi ingatlah satu hal, langkahi dulu mayat gua jika loe berniat untuk melibatkan saudara gua, jangan loe coba-coba untuk menyentuhnya, paham!" Jawab Mike.


"Haha, kau selalu berlagak sok menjadi pahlawan Mike, cuih! Baiklah, tidak hanya mayat kau saja yang akan gua langkahi wahai budak! tetapi kalian berdua sekaligus lah yang akan gua musnahkan. Cam kan itu!" Pungkas Bonanza langsung mematikan sambungan teleponnya.


Tut.


Mike diam sejenak, dan masih berdiri di tempat yang sama. Ia melamun karena terbesit rasa khawatir akan keselamatan adiknya, mengingat yang ia ketahui tentang Alan, Alan kurang bisa dalam melindungi diri.


'Bagaimana ini.. jika Michealan sampai terlibat. Tidak, itu semua tidak akan ku biarkan, jika hal buruk sampai terjadi kepada adikku,' Batin Mike.


Sementara Bonanza sendiri sebelumnya tidak mengetahui bahwa Deril datang menemui Mike malam ini, tetapi karena teman-teman Bonanza tersebar di berbagai penjuru tempat, maka informasi tentang hal itu sangat cepat ia dapatkan.


***


Pada sisi Deril


"Aarrgh, perut ku sakit sekali, hei kalian berdua! kenapa kalian malah membawa ku pergi hah! Apakah kalian berhasil menikam dia hah? Dasar para anj*ng B*doh!" Umpat Deril sembari merintih kesakitan di area perut setelah berkali-kali di tendang oleh Mike.


Salah satu diantara mereka merasa kesal nan sudah mengepalkan tangan, karena kata-kata yang keluar dari mulut Deril benar-benar menusuk telinga yang membuat mereka sakit hati. Apalagi Deril tidak berpikir sama sekali bahwa mereka berdua telah menyelamatkan nyawanya dari amukan para rombongan Mike. Alhasil mereka langsung menepi di bahu jalan yang sepi.


"Hei kalian, kenapa kita malah berhenti disini hah! Jika memang mau kembali, ya putar balik saja langsung kenapa harus menepi dulu?" Deril banyak berbicara.


"Banyak cakap nian kau sanak Lunik! Kau pikir kau itu siapa hah!" Jawab salah satu diantara mereka merasa geram.


"Hei Anj*ng bayaran, tutup mulut kau berbicara seperti itu, sudah jelas kalian telah ku bayar. Tentunya aku ini adalah bos kalian, paham!" Pekik Deril.


Tanpa Deril ketahui, salahsatu dari mereka langsung mengambil sebilah badik yang mereka sisipkan pada ikat pinggang. Karena mereka sangat emosi melihat tingkah Deril yang tidak tahu diri itu.


"Hei, Musnahlah dalam kebodohan kau sendiri wahai anak muda!"


Deril langsung di tikam oleh kedua orang itu menggunakan badik tersebut.


Sleb!


Jleb!


"Arrggh, tidaaaak!"


Bersambung.


***


Catatan


Author menyisipkan bahasa daerah pada beberapa dialog percakapan yang menggunakan bahasa Lampung.


Lattih kelunyih: kata kiasan dari (banyak bicara tidak berguna)


Cakap: berbicara (bahasa melayu)


Nian: sekali atau banget


Sanak Lunik: Anak kecil


Kampang: adalah sebuah kata umpatan yang sering di ucapkan di daerah Lampung, sangat kasar lebih kasar dari kata ja****, brengs*k, dan semacamnya yang biasa-nya di pakai oleh bahasa jawa atau bahasa daerah lain dalam mengumpat.


Cukup sekian sedikit penjelasan yang author berikan karena yang membaca setia cerita ini pasti sering menemukan bahasa tersebut di berbagai bab sebelumnya, maaf sejauh ini Author selalu lupa untuk menyisipkan artinya, hehe.

__ADS_1


Tentang cerita di bab ini Harap bijaklah dalam menyikapi segala bahasa kasar yang Author pakai, karena semua tergantung isi cerita dan lawan berbicara dari setiap tokoh yang sedang bermain. Terimakasih.


__ADS_2