Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 144


__ADS_3

Sontak semua teman sekelompok Dimas merasa geram saat ketua gengster itu menggertak seraya mengeluarkan senjata tajam lekas mengarahkannya ke mata Kodar.


"Berhenti!" Seru Mike hendak mendekat. Namun Saga pun langsung menyentil lengannya lekas mendekat ke arah telinga.


"Kamu tau siapa mereka?" Bisiknya.


Mike terdiam sebab ia memang belum mengetahui siapakah gerangan orang yang tengah berbicara tersebut.


"Mereka Ngu Cngxang, Mike." Lanjut Saga.


Mike melotot kala mendengar nama itu, sebab sebelumnya ia sudah mendengar tentang nama kelompok tersebut meskipun ia sendiri samasekali belum pernah melihatnya.


"Tetapi tenanglah Mike, semua itu hanyalah gelar, mereka tetap manusia seperti kita yaitu hanya memiliki satu nyawa yang tersemat didalam tubuh berisi daging dan darah. Gua beserta kita semua selalu ada dibelakang Loe." Ucap Saga memberi masukan bak seorang kakak yang tengah memberi arahan kepada adiknya.


Mike mengangguk lekas mendekat ke arah ketua geng tersebut. Alhasil seluruh perhatian langsung tertuju padanya.


Bagaimana tidak? Sebab hanya Mike dan Alan lah yang paling kecil diantara banyak-nya orang yang berkumpul disana.


"Saya lah orang yang melakukan penikaman terhadap orang yang bernama Bonanza, tetapi saya tidak membunuh adik-nya, maka lepaskan kawan kami dengan segera." Jawab Mike dari pertanyaan ketua geng tadi.


"Tunggu!" Seru Alan beranjak mendekat ke arah Mike.


'Oh tidak, jangan mendekat dik,' Batin Mike seraya melirik tajam ke arah Alan yang berarti bahwa ia tidak ingin sang adik terlibat dalam urusan ini.


Namun tidak demikian dengan Alan, ia memiliki pikiran yang berbalik dari Mike. Sebab faktanya bukan Mike yang menikam Bonanza, melainkan dirinya.


Setelah ia sudah berdiri sejajar dengan Mike, lekas ia mengarah kepada ketua gangster tersebut. Tampak sorot mata tajam.


Sontak ketua gengster itu tertawa kala berhadapan dengan dua pemuda kecil yang masih berusia belasan tahun berdiri dihadapannya serta menjawab dengan kalimat demikian. Disusul para anak buah mereka dan jua seluruh orang dari kelompok mereka tertawa-tawa tak mempercayainya.


"Hahaha kalian sungguh sangat memalukan hingga mengutus 2 bocah ingusan untuk menjawab pertanyaan saya, cuih!. Saya peringatkan kepada kalian semua, Jangan main-main dengan saya atau kedua mata bocah ingusan ini akan saya congkel sekaligus, hahaha"


"Cih, hei .. bukankah lebih memalukan anda sampai menyandra kawan kami hanya untuk mengetahui siapa pelaku yang menikam Bonanza?" Jawab Mike penuh percaya diri.


"Oho, besar mulut jua kau rupanya bocah! Tidak tau kah engkau berhadapan dengan siapa, hah!" Pekik ketua gengster tersebut merasa geram akibat ia merasa di permainkan berhadapan dengan 2 anak kecil baginya.

__ADS_1


Alhasil ia melangkah langsung meraih kerah Mike lekas melotot tajam kepadanya.


Seet!


"Mike!" Seru Alan kala melihat itu.


Seluruh rekan-rekan Mike yang menyaksikan pun merasa semakin geram melihat Mike berhadapan langsung dengan ketua gengster tersebut dalam posisi seperti itu. (Kerah-nya di cengkram)


"Hei anak muda, saya akui nyalimu cukup besar tetapi kau sangat bodoh!" Pekiknya lekas menghempaskan kembali tubuh Mike.


Seet!


Brak!


Mike kembali mundur 3 langkah nyaris terjatuh disebelah Alan, namun Alan pun sigap menangkapnya.


Seet!


Tiada ekspresi takut sedikitpun kala ia berhadapan dengan ketua gangster sadis tersebut yang membuat beberapa kelompok dari lawan merasa heran sekaligus kagum, tak terkecuali dengan ketua geng itu sendiri.


Tetapi ketua gengster itu tidak mudah mempercayai hal yang mustahil baginya atas pengakuan Mike yang telah menikam Bonanza tadi.


"Agghh" rintih Kodar.


Sontak seluruh kelompok Dimas selaku pemimpin asli kelompok yang dimilikinya termasuk Kodar, merasa sudah tidak tahan melihat anggotanya di perlakukan demikian, ia hendak bergerak untuk menyerang, Akan tetapi belum jadi ia lakukan kala terdengar suara gerombolan motor datang ke area sana.


***


Jrug! Jrug! Jrug!


Yakni para kelompok utama geng Bonanza diantaranya Anwar, Satria dan Rehan.


Beberapa dari mereka tampak tangannya masih terbalut perban akibat tertebas badik oleh Alan kemarin, mereka datang langsung mendekat ke arah Mike dan Alan. Lekas semua perhatian menjadi tertuju pada mereka.


Namun, untuk ketua gengster itu sendiri sudah mengetahui bahwa yang hadir tersebut adalah kelompok utama Bonanza, maka ia pun lekas melepaskan tangannya sejenak dari leher Kodar. Dan menyaksikan sejenak untuk mengetaui motif atas kehadiran ketiga orang itu.

__ADS_1


Tetapi kehadiran mereka (Anwar, Satria dan Rehan) bukan atas dasar perkara yang masih berlangsung yakni tentang kematian Deril maupun penikaman Bonanza, melainkan ada urusan hal lain.


Ketika mereka (Anwar, Satria dan Rehan) berada tepat didepan Mike dan Alan, mereka bingung saat melihat posisi Mike dan Alan berdiri bersebelahan sebab mereka tidak bisa membedakan yang manakah yang Mike dan manakah yang bukan.


Tidak ada percakapan apapun saat mereka datang, tetapi Anwar (Kakak-nya Andika) selaku yang memiliki urusan dengan Alan, langsung maju selangkah ke depan tepat didepan Mike dan Alan.


Ya, Anwar hadir kesana untuk membalaskan dendam tentang perkara yang terjadi kepada andiknya (Andika) yang terjadi Pada beberapa jam yang lalu, yakni berkelahi dengan Alan.


Tanpa aba-aba lekas ia menyerang, namun ia salah sasaran yakni menyerang Mike dengan menendang sesuai yang adiknya alami yaitu pada bagian int*m.


Brak!


Adegan tersebut berlangsung sangatlah cepat maka Mike pun tidak sempat menangkis serangannya.


"Arrgh!" Teriak Mike langsung tersungkur.


Alan bergegas datang nan langsung menghempaskan tubuh Anwar kala Anwar hendak mengayunkan pukulannya lagi kepada Mike, Alhasil dia mundur menabrak ketua gangster yang berdiri di belakang dia.


Brak!


"Woi bedebah!" Pekik ketua gengster itu saat tertabrak Anwar.


Keadaan sudah mulai memanas saat kejadian itu berlangsung khususnya seluruh teman-teman Mike sudah geram melihat Mike tersungkur, tetapi belum terjadi perkelahian sebab asal mula perkara-nya belum jelas.


Alan langsung membantu Mike berdiri. Setelah itu ia melangkah mendekat ke Anwar.


"Saya tau apa maksud kedatanganmu, tetapi kamu salah sasaran. Yang kamu cari adalah saya, bukan Kakak saya." Ucap Alan sebab ia sudah paham bahwa Anwar adalah kakak-nya Andika dan sudah bisa menebak apa maksud kedatangan dia kesana.


"Oh ... jadi kau rupanya kampang! Kau tau apa yang telah kau lakukan berakibat fatal kepada adik saya hah!" Jawabnya melotot lekas mendekat lagi hendak menyerang, namun Mike sigap menangkis serangan Anwar yang tertuju ke Alan sekaligus ia balik memukulnya.


Seet!


Brak!


"Jangan sekali-kali kau menyentuh adik saya, selama nyawa saya masih ada, Paham!" Seru Mike. Walaupun ia tidak mengetahui ada perkara apa tiba-tiba Anwar datang dan menyerang Alan.

__ADS_1


"Cuih! Pers*tan kau Mike! Jangan kau ikut campur, Kau pun akan segera mendapat giliran, tetapi si bedebah kembaran kau ini yang akan saya tuntaskan terlebih dahulu, ngerti kau!" pekik Anwar.


"Apa yang kau maksud itu, Ada urusan apa kau dengan dia!" Lanjut Mike menunjuk ke Alan.


__ADS_2