Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 143


__ADS_3

Saga merasa heran dan bingung, sebab ia samasekali belum mengetahui bahwa Mike memiliki saudara kembar.


Sementara Alan sendiri masih sangat ingat wajah Saga saat pertama berjumpa dia kala itu, yakni saat ia tertukar posisi dengan Mike. Karena teman-teman Mike yang pertamakali ia jumpai hanyalah ketiga orang itu yakni Saga, Dion dan Samuel.


"Mike, sumpah Loe mau bikin gua gila apa gimana? Kok loe bisa tiba-tiba berada disini si? Gua beneran bingung" Lanjut Saga mendekat, kala Alan masih diam saja.


"Dimana Mike?" Tanya balik Alan.


"Eet.. tunggu," Saga hendak bertanya lagi atas rasa kebingungannya namun sudah terpangkas langsung oleh Alan.


"Saya tau apa yang akan kamu tanyakan, saya adalah saudara kembar Mike. Dimana Mike?"


"Mike.. dia anu.." Saga tergagu.


"Apa dia baik-baik saja?" Lanjut Alan antusias bertanya melihat ekspresi Saga tampak menyembunyikan sesuatu.


"Baiklah, setelah selesai ini kamu ikut denganku." Ajak Saga lekas melanjutkan tujuannya terlebih dahulu yakni membeli pulsa.


Setelah usai, tanpa banyak percakapan lagi Alan mengikuti Saga lekas Saga memacu kendaraannya menuju ke lokasi kawanan gengster yang dia kenali.


Ya, Saga melakukan hal tersebut untuk mengantisipasi jika ada hal-hal buruk terjadi di lokasi Mike berada nanti.


Saga mengatur strategi dengan para gengster tersebut yakni ia akan memberikan sebuah kode kepada mereka jika keadaan dilokasi sana mendesak. Para gengster itupun mensetujuinya dengan baik, sebab mereka memang kawan-kawan baik Saga.


***


Disisi Mike.


"Dimana Saga? Kenapa dia tidak berada di belakang kita?" Tanya-nya sembari menoleh ke arah belakang saat mobil masih melaju.


"Santai Men, mungkin saja dia sedang ke toilet, wajarlah dia tadi habis makan b*ngke, haha" plesetan Dion.


"Sep, bener tuh Saga kan emang raja-nya makan b*ngke, Haha" Sambung Samuel.


"Hilih, kalian beraninya julid teman di belakang," Gumam Mike.


"Hahaa, itu fakta bro" Sahut Dion tertawa untuk melegakan suasana sebab mereka berdua melihat Mike tampak tergesa-gesa.


"Wei Sam, loe fokus aja nyetir kagak usah ikut nyambung" Lanjut Mike.


"Laksanakan pangeran kecil, hahaha" Pungkas Samuel meledek.


Tidak selang waktu lama mereka bertiga sampai di lokasi Vidze berada lekas Mike menemuinya.

__ADS_1


"Wei Mike," Sapa dia datang mendekat saat Mike baru saja turun dari mobil tak lupa jua dia menyapa Dion dan Samuel.


"Apa yang terjadi Vid?" Tanya Mike.


"Sebaiknya kita semua datang ke lokasi ini" Ucapnya seraya memperlihatkan GPS melalui handphone sesuai pesan yang ia terima.


"Lalu dimana Dimas?" Lanjut Mike.


"Dia sudah gua kirim lokasi itu, mungkin sekarang dia sedang menuju kesana" Jawab Vidze.


"Baiklah, ayo kita segera pergi kesana." Pungkas Mike memimpin seluruh teman-teman yang berkumpul disana.


***


Beberapa saat kemudian, mereka semua sampai pada lokasi tersebut yakni sebuah lokasi sepi cukup jauh dari pemukiman penduduk yang terletak di pinggiran kota.


Lokasi tersebut cukup luas, sebab biasanya dijadikan area bermain sepak bola bagi anak-anak penduduk pinggiran.


Di sebelah area itu terdapat sungai kumuh dan jua tidak jauh dari tempat pembuangan sampah namun dalam volume kecil.


Mereka semua terkejut saat baru sampai disana, sebab sudah ditunggu oleh beberapa kelompok bertampang garang lengkap dengan senjata tajam yang mereka bawa.


Mike menyadari didalam kelompok tersebut ada kelompok Bonanza yakni kelompok pendukung Bonanza yang di pimpin oleh Tora, Tharn, dan Wendi lengkap dengan kelompok masing-masing yang mereka bawa. Jika diglobalkan berjumlah lebih dari 70 orang.


Saat Mike dan teman-teman baru berpijak, Dimas hadir bersama dengan kawan-kawan yang ia bawa. Mereka semua langsung berbisik, sebab mereka belum mengetahui motif mereka untuk berkumpul di area tersebut termasuk Mike.


Samuel langsung mengirimkan pesan lokasi kepada Saga ketika ia baru sampai di sana. Dan tidak butuh waktu lama Saga pun kini hadir bersama Alan, namun gengster yang Saga bawa masih bersembunyi pada sisi area itu, sesuai perencanaan utama tadi yakni mereka akan hadir jika Saga meluncurkan sebuah kode, jika keadaan terdesak.


Mike melotot saat menoleh ke arah belakang ada Alan berdiri disebalah Saga. Namun tidak demikian dengan Alan, ia malah fokus tertuju ke arah kelompok depan yakni kepada seluruh kelompok Bonanza.


Termasuk semua teman sekelompok yang berada disana saat melihat Alan hadir, sebab nyaris tidak bisa membedakan antara mana yang Mike dan mana yang bukan. Apalagi saat ini Alan memakai jaket yang sama dengan Mike.


Perlahan-lahan Saga mendekat ke arah Mike kala ia menyadari ada salahsatu orang dibalik kelompok depan yang ia ketahui lengkap dengan ciri-ciri khas kelompok itu yakni bertato di area kening bermotif tulisan ala negri gajah putih.


"Mike, apa kamu ada urusan dengan orang-orang itu?" Bisik Saga.


Mike terdiam, tetapi ia langsung fokus melihat ke arah kelompok itu, dan mencari tau sendiri apa maksud kalimat Saga tersebut.


Usai Saga mengucapkan kalimat itu, terdengar suara orang dari kelompok tersebut seraya maju ke depan bersama dengan kelompoknya nan membawa Kodar dalam kondisi mengenaskan yakni babak belur.


Sontak seluruh kelompok Mike langsung melotot geram kala melihat Kodar diperlakukan demikian oleh mereka.


Namun sebagian lagi melotot bukan lantaran Kodar belaka, melainkan terkejut melihat kelompok itu datang, sebab kelompok tersebut adalah gengster sadis yang sangat terkenal di kalangan para gengster lain.

__ADS_1


Gengster tersebut dikenal dengan nama 'ngu cngxang' dalam bahasa Thai yang artinya King Cobra. Sebab pemimpin gengster tersebut memang berdarah Thailand.


Gengster ini terkenal sangat sadis dalam menjalani berbagai aksi kejahatannya salahsatunya mereka selalu mengambil satu mata dari korban yang dia incar, sebagai pembuktian bahwa mereka berhasil menjalankan misi tersebut.


***


"Apakah dia kawan kalian?" Ucap ketua gengster tersebut sembari memegang kerah Kodar berdiri tepat didepan kelompok yang dibawa oleh Dimas.


"Benar, dia kawan kami. Apa motif Anda melakukan hal ini kepada kawan kami?" Jawab Dimas selaku pemimpin asli kelompok yang ia bawa.


"Siapa diantara kalian yang melakukan pembunuhan terhadap adik dari orang yang bernama Bonanza, dan melakukan penikaman terhadap Bonanza?" Lanjut ketua geng tersebut.


Sontak seluruh rekan-rekan Mike terkejut sebab mereka semua samasekali tidak mengetahui tentang perkara itu.


Sementara Mike dan Alan langsung saling pandang sebab semua itu hanya mereka berdua yang mengetahuinya.


"Apa maksud kalimat Anda, jangan sembarangan anda menuduh kami, segera lepaskan kawan kami!" Jawab Dimas merasa geram.


"Jangan berbelit dengan saya, segera katakanlah atau saya akan mencongkel satu mata dari pemuda ini!" Sentak ketua gengster tersebut mulai emosi.


Sebab tujuan dia adalah membunuh orang yang di tuduh membunuh Deril dan melakukan penikaman terhadap Bonanza.


Ya, para gengster sadis ini dibayar oleh ayah-nya Bonanza untuk memberantas seluruh musuh Bonanza, walau ayah-nya Bonanza sendiri tidak mengetahui siapakah kelompok dan musuh asli Bonanza. Sebab Bonanza kini sedang dalam kondisi kritis.


Namun bagi para gengster ini tidak sulit menemukannya, maka tidak heran jika mereka membuat cara sedemikian rupa untuk mengumpulkan kelompok tersebut.


Yakni dengan cara menyandra salahsatu dari kelompok Dimas (Kodar) saat mereka sudah mengetahui informasi tentang kelompok tersebut melalui kelompok Bonanza lain yakni dari Tharn, Tora dan Wendi.


Bukan dari kelompok utama Bonanza, sebab beberapa kelompok utama Bonanza sedang terluka akibat tertebas badik oleh Alan. Maka tidak heran jika para mereka (Tharn, Tora dan Wendi) tidak mengetahui siapa pelaku yang menikam Bonanza.


Sementara bagi Ayah-nya Bonanza sendiri tidak sulit menemukan gengster sadis ini yang bisa di utus, sebab dirinya sendiri jua adalah seorang Mafia.


***


Next


.


Walaupun Mike masih remaja, namun ia nyaris sudah terbiasa berkecimpung didunia kekerasan, sementara bagi Alan sendiri adalah awal utama terlibat urusan didalam dunia kekerasan.


Mampukah 2 saudara kembar yang masih berumur belasan tahun ini melawan para gengster sadis yang diutus untuk membunuh mereka?


Nantikan kelanjutannya pada episode mendatang.

__ADS_1


Catatan


Cerita ini 99% Fiktif.


__ADS_2