
Dan seseorang yang bertabrakan dengannya adalah Ani. Posisi diantara keduanya sesama berjalan cukup cepat sehingga tabrakan yang terjadi membuat keduanya saling terjatuh.
Mereka berdua sesama terjatuh dalam posisi Mike diatas tubuh Ani dan tidak disengaja terjadi sebuah ci*man pada posisi itu.
"Emmmph"
Mengetahui hal tersebut membuat Ani sangat terkejut lalu ia langsung mendorong tubuh Mike cukup kuat supaya cepat menjauh dari tubuhnya.
Seet!
Setelah Mike terdorong cukup kuat oleh Ani, menjadikan Mike terlempar kearah pojok tembok.
Braak!
"Aarrggh"
Ani langsung kembali berdiri dan berjalan langsung mendekat ke Mike lalu secara spontan ia langsung menampar pipinya cukup kuat.
Plak! Plak!
Mike sangat terkejut ketika tiba-tiba Ani menampar pipinya cukup kuat dan segala yang terjadi adalah ketidaksengajaan yang membuat ia merasa sangat bingung.
"Bed*bah kau Alan! Beraninya kau!" Teriak Ani sembari mengayunkan lagi tangannya untuk kembali menampar wajah Mike karena ia merasa menyesal ci*man pertamanya telah direnggut oleh Mike.
Seet!
Mike langsung memegang tangan Ani ketika ia akan kembali ditampar olehnya. Selanjutnya ia langsung kembali berdiri.
"Hey, hentikan, maaf, ini bukanlah suatu kesengajaan, aku sungguh tidak sengaja menabrakmu." ucap Mike.
"Tetapi, Kau tak tau dan tak mengerti tentang ini Alan!" Ucap Ani berkaca-kaca.
"Hah? Maksudnya mengerti tentang apa?" Mike merasa bingung.
Ani tidak kembali menjawabnya, ia langsung kembali menata buku-buku yang ia bawa berantakan di lantai akibat terjatuh dengan sangat terburu-buru, selanjutnya ia langsung bergegas pergi setelah bukunya telah tertata rapi.
Mike merasa bingung ketika melihat ekspresi wajah Ani nampak terlihat matanya yang berkaca-kaca dan terburu-buru hendak pergi. Namun apalah daya wanita itu sudah langsung berlari pergi menjauh darinya ketika ia ingin kembali mengucapkan permintaan maaf kepadanya.
'aisssh! Kegilaan macam apa pula ini! Kenapa menjadi rumit seperti ini! Apakah hidupku dahulu serumit ini hah! Apalah ini! Ett! Tunggu, Tapi bukankah gadis itu adalah gadis yang kulihat tadi malam ya?' batin Mike bertanya-tanya sendiri.
"Eeesss aaahhh atah..tamparannya pedes sekali oiih ganas sekali gadis itu." gumam Mike sembari memegang pipinya.
__ADS_1
Selanjutnya ia langsung bergegas pergi untuk melanjutkan tujuannya mencari toilet.
***
Beberapa saat kemudian, Mike telah menemukan letak toilet dan telah usai urusannya didalam toilet tersebut, ia berjalan kembali untuk segera masuk kedalam kelas karena jam jua sudah waktunya masuk.
Ketika ia masuk kedalam kelas, ia mendapati Verza sudah duduk di bangkunya. Ia melihat ada salah satu bangku yang kosong ia langsung berpikir bahwa itulah bangku tempat ia duduk.
Disisi lain, ketika Mike berjalan hendak ke bangkunya, para rombongan Naldo saling berbisik salah satunya adalah Yudha, yang mana ia sehabis dihajar oleh Mike pada tadi malam ketika Mike melerai ia saat ia sedang ada masalah dengan Ani.
Namun Mike tidak melihat dan memperhatikan bahwa diantara mereka ada Yudha yang sudah mengancam bahwa ia akan membalas untuk menghajarnya, karena Mike fokus melihat ke arah Verza karena Verza berdiam diri tanpa berkata maupun menyapanya ketika ia masuk kedalam kelas.
Yudha telah melaporkan kepada pemimpin gengnya yaitu Naldo tentang apa yang sudah ia alami ketika ia dihajar oleh Mike tadi malam.
Namun, Naldo sendiri masih belum menanggapi keinginan Yudha untuk kembali membully Alan yang kini adalah Mike, karena Naldo sendiri sudah mendengar tentang Alan yang kini kehilangan ingatannya. Akan Tetapi semua itu tidak diketahui oleh teman sekelompoknya bahwa Alan kini kehilangan ingatannya.
***
Mike langsung duduk di kursinya sembari melihat kearah Verza yang masih terdiam diri sembari menyandarkan kepalanya dimeja dan menghadap kearah tembok.
"Ssst! Wei, sssst! Wei, Ver." Mike memanggil-manggilnya.
'Ebuseeet! Ada apa sama anak ini sih' batin Mike bertanya-tanya karena tiba-tiba Verza mengacuhkannya.
Plek!
Mike langsung menimpuk kepala Verza dengan buku. Sontak membuat Verza langsung menoleh kearahnya dengan tatapan sengit. Selanjutnya ia berpaling kembali menghadap kearah tembok.
Mike merasa bingung melihat tatapan mata Verza yang tidak seperti itu sebelumnya ketika melihat kearahnya, ia bertanya-tanya namun ia tidak langsung nyeplos untuk menanyakannya langsung kepada Verza. Karena posisinya kini sudah berada didalam kelas dan pelajaran pun kian akan segera dimulai.
Setelah sang guru telah memasuki kelas, pelajaran langsung dimulai. Namun, sang guru maupun pihak sekolah tidak mengetahui dan tidak pula diberitahukan oleh sang wali murid bahwa kini Alan telah kehilangan ingatan.
Karena orang tua Alan sendiri yaitu Ferdi dan Ika tidak begitu mementingkan pendidikan Alan. Karena ia sekolahpun di biyayai oleh pak Toni yaitu ayahnya Naldo namun tidak sepenuhnya biaya sekolah tersebut dibayar semua oleh pak Toni.
Kebetulan pula hari ini tidak ada materi pelajaran khusus maupun pelajaran pada tempo hari (PR) menjadikan tidak ada perubahan pada diri Mike saat pelajaran berlangsung karena jika ada suatu materi soal yang khusus, pastilah terlihat perbedaannya antara Alan dan Mike.
Menyadari Mike tidak begitu pandai dalam mata pelajaran alias bodoh tidak seperti Alan yang memiliki kepintaran diatas rata-rata dibanding semua murid yang berada didalam kelasnya.
***
Beberapa menit kemudian, pelajaran telah usai. Dan sudah kembali pada jam istirahat karena lonceng sekolah pun telah dibunyikan.
__ADS_1
Selanjutnya masing-masing diantara siswa-siswi keluar kelas. Begitupun dengan rombongan Naldo saling bergegas hendak pergi keluar kelas.
Ketika mereka berjalan bersama-sama menuju keluar kelas, mereka melewati meja Mike.
Salah satu diantara mereka ada yang sudah geram dengan Mike yaitu Yudha. Ia berjalan sembari menggedor meja Mike saat posisi Mike masih menengok kearah meja Verza.
Brak!
Sontak membuat Mike terkejut, selanjutnya ia langsung menoleh kearah mereka. Namun, Yudha sudah langsung dirangkul pergi oleh Naldo karena Naldo belum memiliki keinginan untuk kembali menjahili Alan.
"Apaan sih!" Gumam Mike sembari melihat kearah rombongan mereka yang sudah berjalan pergi keluar kelas tanpa ia mengetahui diantara mereka ada Yudha.
Selanjutnya ia menoleh lagi kearah Verza yang mana nampak ekspresi wajahnya masih tidak sedap dipandang dan terlihat ada sesuatu yang sedang ia rasakan dan ia sembunyikan.
"Ver," Mike memanggilnya ketika Verza masih terdiam sembari memasukkan buku pelajarannya kedalam tas.
"Hey Ver," lanjut Mike kembali memanggilnya karena sama sekali tak di respon oleh Verza.
Selanjutnya Verza langsung berdiri dan langsung bergegas pergi tanpa menoleh kearah Mike yang sedang menghadap kearah meja dia.
Mengetahui Verza langsung berjalan pergi begitu saja, Mike langsung bergegas untuk segera menyusulnya.
Plek!
"Ver,"
Panggil Mike sembari Ia langsung memegang pundak Verza ketika berdiri tepat didepan pintu kelas.
Seet!
Verza langsung menyingkirkan tangan Mike yang sedang memegang pundaknya. Selanjutnya ia akan melangkah pergi.
Plek!
"Hey Ver! Loe kenapa sih?" Lanjut Mike menepuk pundak Verza dari belakang.
Sontak membuat Verza langsung menghentikan langkahnya. Selanjutnya berlahan-lahan menoleh kearah Mike.
"Gak usah nanya! Urus aja urusan loe sendiri!" Jawab Verza langsung berjalan pergi.
"Hah..?apa Maksudnya dia sih?" Gumam Mike merasa bingung melihat perubahan sikap Verza secara tiba-tiba kepadanya.
__ADS_1