
'Oh tidak, adikku ..' Batin Mike kala melihat Alan tersenyum. Ia benar-benar terkejut dua kali melihat aksi sang adik benar-benar sadis saat menghadapi lawan. Yakni saat menebas para musuh dihari kemarin berujung pada penikaman terhadap Bonanza dan jua saat ini yang sedang berlangsung.
Betapa tidak? Sebab ia sendiri selaku yang sudah berkecimpung lama didalam dunia kekerasan, tidak pernah sekalipun melukai lawan menggunakan benda apapun apalagi senjata tajam. Kedua tangan Mike masih sangat suci dari tindakan kriminal yang berakibat fatal kepada lawan.
Walau kendati demikian, dari sisi Alan sendiri menyadari apa yang sedang ia lakukan tersebut sudah melampaui batas.
Namun, Alan tidak akan mungkin melakukan hal demikian jika tidak ada suatu perkara yang jelas.
***
Usai melirik Mike sejenak, Alan kembali fokus melakukan apa yang tengah ia lakukan. Namun semua itu berlangsung sangatlah cepat hingga akhirnya ia pun mengakhiri dengan tusukan terakhir yang jauh lebih kuat.
Jleb!
Entah apa yang membelenggu pikiran Alan hingga ia menghentikan aksinya sejenak dalam waktu yang sangat singkat, 5 detik.
Namun semua itu menjadi kesempatan bagi lawan untuk beraksi, yakni ia langsung di tendang oleh ketua gengster itu sangat kuat hingga tersungkur.
Suut!
Brak!
Lekas ketua gengster itu meraih balik tangan Mike hingga akhirnya menjadi berbalik dari sebelumnya yakni tangan Mike kini terkilir olehnya.
Seet!
"Aaarrgh" rintih Mike kesakitan.
Walau kedua mata ketua gengster itu sudah hancur namun insting dan tenaga dia memang bukan main kuatnya, akhirnya setelah berhasil membuat tangan Mike terkilir lekas ia menarik Mike mendekatnya lalu menendang Mike sangat kuat hingga Mike terpental ke arah Dimas.
Seet!
Suut!
Brak!
"Aisssh"
"Mike!" Seru seluruh kelompok Dimas.
Walau mata sudah tidak bisa melihat lagi, ketua gengster itu lekas meraih kerah Alan nan langsung memukulinya dengan kecepatan penuh pada area bibir hingga berdarah-darah.
"Matilah kau bocah tengik!" Pekik ketua gengster tersebut sembari terus-menerus menghajar Alan.
Brak! Brak! Brak!
"Oh Tidak, Alan!" Seru Mike hendak berdiri namun ia langsung tertimpa badan Alan kala ketua gengster tersebut mengakhiri pukulannya dengan tendangan hingga Alan terpental menabrak Mike.
Brak!
"Aegh!"
Melihat kedua pemuda kembar tersebut jatuh, maka tanpa basa-basi lagi seluruh kelompok Dimas maju menyerang, begitupula dengan kelompok lawan. Sebagian besar dari kelompok lawan menggunakan berbagai macam benda tajam seperti Celurit, Badik, samurai dan berbagai macam benda tumpul lainnya.
__ADS_1
Tidak di pungkiri jua dari kelompok Dimas pun demikian yakni membawa berbagai benda tajam nyaris sama seperti lawan.
Namun yang membawa benda tajam kebanyakan dari orang yang di bawa oleh Dimas, bukan dari kelompok biasa nongkrong bersama Mike, sebab sejatinya kelompok yang biasa nongkrong bersama Mike bukanlah suatu geng melainkan hanya teman-teman biasa.
Aksi dari lawan sangatlah bringas, mereka melakukan penyerangan sangat brutal yakni saat mereka sedang laju menyerang, salahsatu anggota gengster sadis tersebut langsung mengayunkan samurai lekas menebas leher Kodar menggunakan samurai tersebut disaat posisi Kodar masih berlutut di sebelah Ketua gengster itu hingga lehernya terputus dari badan.
Kraaaks!
"Astaga!" Seru Dimas saat menyaksikan adegan mengerikan tersebut.
"Koko!" Seru sebagian kelompok Dimas yang lain melotot geram.
Amarah kian membara melihat teman kini sudah tidak bernyawa, lekas semua langsung menyerang, menang ataupun kalah urusan belakang.
Namun, dari seluruh anggota gengster itu maju menyerang menuju ke Alan dan Mike sebab yang mereka incar hanyalah kedua pemuda remaja tersebut.
Mereka (Anggota gengster) menebas siapapun yang menghalangi langkah mereka saat menuju Mike dan Alan.
Disaat semua orang sedang maju menyerang, Saga pun lekas bertindak meraih tangan Mike dan Alan saat mereka berdua belum berdiri.
Namun, Ketika sudah berhasil membantu Alan dan Mike berdiri, Saga langsung mendapat hantaman benda tumpul sangat keras dari arah belakang.
Brak!
Saga pun tersungkur.
Sontak Mike lekas bertindak untuk melawan musuh yang memukul Saga tersebut nan sedikit mendorong tubuh Alan supaya dia terhindar dari ayunan senjata tajam dari arah samping.
Seet!
Seet!
***
Suasana malam itu terasa sangat mencekam, mulai dari area penerangan yang cukup minim ditambah jua hembusan angin menerjang cukup kencang. Perkelahian sengit cenderung brutal sedang berlangsung sangat mengerikan.
Betapa tidak? Sebab dari semua kelompok saling menggunakan senjata tajam bak suasana peperangan di jaman perang.
Perlahan-lahan posisi Alan dan Mike saling berjauhan. Mike menyerang lawan bersama dengan Saga dan beberapa kelompok Dimas pada area tengah, Mike berantusias tinggi melawan musuh dari kelompok utama Bonanza setelah ia mendengar pernyataan dari Alan tadi yakni tentang rusaknya masa depan Ananta yang disebabkan oleh mereka.
Namun Mike hanya melawan Anwar dan Satria di tambah dengan kelompok lain. Sementara Rehan berkelahi pada posisi jauh. (Tidak berkelahi melawan Mike)
Pada sisi lain, Alan di tarik perlahan oleh Samuel hingga kini berada disisi pinggir.
Alan hanya sebatas menghindari serangan, sebab segala serangan yang menuju kepadanya selalu tertangkis oleh Samuel.
Samuel sengaja menarik Alan sebab ia sedang menjalankan misi yang di atur oleh Saga tadi yakni membawa Alan dan Mike untuk pergi dari area itu. Namun melihat Logika Mike kini sedang bersama Saga maka ia hanya menarik Alan saja.
Tidak selang waktu lama beberapa anggota gengster menghampiri mereka sebab tujuan mereka (Anggota gengster) adalah Mike dan Alan maka tidak heran jika Alan dan Mike selalu di incar dari segala sudut arah.
Samuel kewalahan saat menghadapi mereka seorang diri, sebab perbedaan pengalaman tentang perkelahian yang signifikan, terlebih lagi para anggota gengster tersebut mayoritas menggunakan senjata tajam jenis samurai.
***
__ADS_1
Perkelahian semakin brutal, banyak dari kelompok Dimas yang jatuh akibat tertebas oleh musuh membuat Saga berkali-kali menoleh ke arah tempat para gengster yang ia bawa berada. Sementara melihat Mike sedang fokus melawan para kelompok utama Bonanza maka ia sedikit melangkah jauh dari Mike.
'Aih, kemana pula si Dion,' Batin Saga mulai emosi melihat suasana sedang kacau seperti ini namun Dion tidak segera bertindak sesuai perencanaan yang sudah tersusun tadi.
Ya, Dion memang salahsatu teman yang kurang mengerti tentang situasi. Saat ini dia malah sedang sibuk mencari toilet hanya untuk buang air kecil yang berlokasi cukup jauh. Sehingga dia tidak melihat situasi di area sana sedang kacau.
Namun beruntung, para anggota gengster yang Saga bawa tanpa ada kode apapun mereka tiba-tiba datang ke area untuk membantu menyerang lawan.
Ya, mereka datang secara mandiri sebab mereka sudah mengintai area sana dari arah persembunyian tadi. Sontak Saga pun tersenyum saat melihat mereka datang.
Perkelahian masih berlangsung nyaris lebih beringas dari sebelumnya saat para anggota gengster yang saga bawa itu datang berjumlah kurang lebih 15 orang.
Disisi Alan sendiri saat kelompok gangster dari pihak Saga datang, ada sebagian dari mereka yang langsung membantu Samuel untuk menyerang lawan.
Alhasil Samuel dan para anggota gengster itu fokus masing-masing melawan musuh. Hingga Samuel tidak memperhatikan saat ada salahsatu orang meraih tangan Alan lekas menariknya pergi dari area sana.
Seet!
"Weeih!" Seru Alan terkejut.
"Diam!" Balas orang itu terus menarik Alan menjauh dari area sana. Alan tidak tahu siapakah orang itu menyadari area sana minim penerangan dan jua kepala orang tersebut tertutup pelindung kepala dari switer yang dia pakai.
Alan hendak menangkisnya namun ia dicengkram sangat kuat oleh orang tersebut.
***
Next
Usai Dion menyelesaikan urusannya di toilet, lekas ia beranjak kembali ke sisi luar area sana. Namun begitu ia melangkah hendak menyebrang jalan, ia terkejut saat melihat ada beberapa mobil aparat kepolisian semakin mendekat ke area itu.
Ia khawatir jika tujuan mobil aparat tersebut menuju ke lokasi itu, maka ia pun langsung berlari untuk segera menemui Saga.
Ketika menjelang sampai di area, ia berhenti sejenak kala melihat sesuatu dari arah samping. Ya, dia melihat Alan saat sedang ditarik pergi oleh seseorang.
Namun Dion tidak mengetahui antara Mike atau kembarannya kah yang sedang dibawa pergi oleh orang yang ia kira Samuel. Alhasil ia melanjutkan berlarinya untuk segera menemui Saga.
Ketika sudah sampai di area sana, lekas ia mendekat ke arah Saga yang posisinya sedang berkelahi. Ia tidak langsung memanggilnya melainkan hanya mendekat, tetapi ia malah langsung terkena pukulan oleh Saga sebab Saga tidak melihatnya.
Seet!
Blug!
Braak!
"Arrggh, Kampang!" Teriak Dion.
"Kampang muka kau yang Kampang, kemana saja kau hah!" Jawab Saga melotot kesal kala ia sudah melihatnya.
"Itu .. anu .. itu, Bro." Dion tergagu sebab ia sangat tergesa-gesa sembari menoleh ke seluruh area sana.
'Loh, kok itu Samuel masih berada disana, lalu ... siapa yang membawa pergi salahsatu si kembar?' Batin Dion kala melihat Samuel masih berada disana. lekas ia menoleh lagi ke arah lain melihat Mike sedang berkelahi dengan para musuh.
"Woi, Anu apa Dion!" Pekik Saga kesal melihat Dion terlampau lelet.
__ADS_1