Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 119


__ADS_3

Mike merasa bingung karena ia benar-benar tidak mengerti bahasa daerah yang penjual es tersebut gunakan. Entah apa jua yang penjual es tersebut pikirkan, hingga dia sampai lupa menggunakan bahasa nasional saat berbicara dengan Mike.


Mike masih saja ngomel-ngomel ketika penjual es tersebut langsung pergi sembari mengumpatnya.


"Hoiih Pak, kalau anda tidak berminat untuk berjualan, ngapain pula gerobak itu anda dorong-dorong kesana dan kemari, huh! Dasar orang Aneh. Uhuk uhuk uhuk" Mike meneriaki bapak-bapak tersebut dengan suara lantang, alhasil ia menjadi batuk karena tenggorokan ia terasa sangat kering akibat dehidrasi.


Ia pun kembali menoleh ke arah Alan. Ia melihat Alan semakin tertawa terpingkal-pingkal, yang mana hal itu jua baru pertama kali ia melihatnya.


"Weih, Lan. kenapa tertawamu sangat lepas sekali?" Tanya Mike sembari melangkah ke Alan.


Alan hanya menggelengkan kepala sembari memegang perut akibat menahan tawa.


"Aiissh, alangkah tulus nian kamu tertawanya Lan, memangnya apa sih yang membuatmu tertawa itu hah? Wuhuk uhuk uhuk"


"Ah, tidak. Bukan apa-apa, yasudah mari segeralah kita bergegas, hari sudah semakin sore." Pungkas Alan sembari memakai helm.


"Eh memangnya sekarang ini sudah jam berapa?" Mike melihat ke arah Jam di tangannya.


"Alamak, alangkah cepat nian waktu ini berputar. Serasa tak rela jika angka ini akan berubah secepat ini, oh tidak! aku benar-benar belum ingin menjadi tua." Lanjut Mike berbicara sendiri yang mengartikan tentang akan menambahnya usia dia.


"Maksudmu?" Sahut Alan tidak mengerti yang Sedang Mike ucapkan tersebut.


"Hehe tidak, maksudnya tuh ini ni.. lihatlah"


Huaaa!


Mike langsung membuka mulutnya sangat lebar nan mendekatkannya ke Alan. Alhasil ia langsung sedikit didorong oleh Alan.


Seet!


"Apa yang kamu lakukan Mike, konyol!" Alan langsung menutup hidungnya nan mengerutkan kening melihat tingkah sang kakak bagaikan anak kecil seperti itu.


"Hehe, maksudnya tenggorokan kakakmu ini sangat kering Lan, butuh cairan. Oihhh pelecehan sekali kamu langsung tutup hidung segala Lan, huh! Tapi.. hehe aku memang belum sikat gigi dan belum mandi juga si," Mike cengegesan lantaran menyadari ia belum membersihkan diri dari malam hari saat ia pergi menemui Deril.


"Ini semua tuh gara-gara penjual es sialan tadi itu, aku mau beli kok malah dia marah-marah tidak jelas. Tidak nyambung pula, udah di bilang berkali-kali kalau tidak usah pakai gelas masih saja ngomongin gelas, mana ngotot pula dia. Heran saya."


Mendengar sang kakak banyak berbicara, Alan yang sebelumnya tutup hidung menjadi menutupi mulutnya akibat ia kembali tertawa, teringat saat Mike sedang bercakap-cakap dengan penjual es tidak menyambung tadi.


"Sudah?" Tanya Alan.

__ADS_1


"Apanya yang sudah?"


"Sudah ngomel-ngomelnya? Rasa hausnya sudah hilang kah dengan mengomel?" Lanjut Alan.


"Aissh, sue! Kalimat itu mengejek atau gimana hah?" Mike mendengus sembari bergegas naik kembali ke atas motor.


"Sesuai apa yang sedang kamu pikirkan saja." Alan menyusul naik di belakang Mike.


"Oeeh, tidak ada kalimat lain kah yang bisa kamu ucapkan selain kalimat formal mulu?" Ucap Mike sembari menyalakan kembali mesin motornya nan menoleh ke Alan.


Brum.. brum..


"Aiyaya baiklah. Kita langsung lanjut jalan Tuan Muda, hehe" Pungkas Mike sembari merenges melihat tatapan mata sang Adik terlihat tegas ketika ia hendak mencandainya dengan tutur kata.


Mengerti sang adik tidak mudah di ajak bercanda dengan cara yang biasa ia lakukan dengan para teman-temannya, Mike langsung bergegas memacu kembali kendaraannya hendak menuju ke tujuan awal yaitu ke pusat perbelanjaan.


Waktu memang sangatlah cepat berputar, Mike mengajari sang adik mengendarai sepeda motor cukup memakan waktu. Kini jam menunjukkan pukul 15:30 pm.


Langit yang sebelumnya menghitam kini terlihat kembali cerah. Cuaca dalam bulan ini memang sedang tidak menentu, terkadang saat siang hari sinar matahari sangat terik namun ketika sudah menjelang sore hari, tiba-tiba hujan turun sangat lebat di iringi gemuruh guntur yang sangat menggelegar.


***


Mike mencari pakaian kembar untuk dia dan Alan. Tetapi untuk Alan sendiri tidak banyak bertanya kepada sang kakak ketika Mike mengajaknya ke bagian fashion nan sibuk mondar-mandir memilah dan memilih sesuai yang dia inginkan.


Tetapi Alan merasa lelah ketika Mike memintanya untuk mencoba beberapa pakaian yang ia temukan. Mike terlalu banyak memilih cenderung ribet. Karena Mike gemar akan sesuatu yang unik dan berbeda dari kebanyakan yang orang lain pakai.


Segala sesuatu yang Mike sukai (termasuk dalam kategori fashion) anti maenstream atau bisa di sebut juga dengan sesuatu hal yang tidak biasa, aneh atau tidak lazim. Ya begitulah apa adanya Mike.


Berbeda dengan Alan. Ia sangat menyukai kerapian dalam berpakaian ataupun dalam hal lain dan umum sebagaimana mestinya. Ia tidak menyukai sesuatu yang berbau aneh atau yang tidak lazim. Namun tiada sangka kini ia hidup dengan orang yang memiliki paras sama dengannya nan memiliki sesuatu kebiasaan dan kesukaan yang berbalik dari dirinya.


"Aha, ini dia nih satu lagi hehe, ayo kamu cobalah lagi." Pinta Mike sembari memberikan pakaian tersebut ke Alan.


"Lagi?"


"Hu um, Cepat cobalah semoga kali ini kamu juga cocok." Jawab Mike karena sudah beberapa kali Alan selalu tidak sependapat dengannya.


Namun, Alan tetap melakukannya meskipun ia sudah lelah. Entah apa yang saat ini Alan pikirkan sehingga ia tetap menuruti keinginan sang kakak untuk mencoba beberapa pakaian yang Mike pilihkan itu.


Hingga akhirnya Alan menyetujui pilihan terakhir pakaian yang Mike pilihkan tersebut. Bukan karena ia sependapat dengan pilihan dari sang kakak itu, melainkan karena ia benar-benar merasa sangat lelah, namun ia enggan mengungkapkannya kepada sang kakak.

__ADS_1


Sementara Mike sendiri yang biasanya paling pandai melihat bahasa tubuh dan ekspresi seseorang, namun kali ini ia benar-benar tidak bisa menebak hal itu dari saudara kembarnya sendiri. Maka tidak heran jika ia benar-benar tidak tau bahwa sang adik telah merasa kelelahan.


Usai mendapatkan fashion dan beberapa aksesoris yang mereka cari, mereka tidak langsung pulang. Melainkan jalan berkeliling terlebih dahulu. Mike mengajak Alan bermain beberapa permaianan yang berada disana.


Alan dan Mike adalah sama-sama pemuda remaja, maka tidak heran jika mereka bersama asik saat bermain game. Terlebih lagi Alan, karena ia sebelumnya tidak pernah bermain game. Ia menjadi hanyut dalam keasikan permainan tersebut bersama sang kakak hingga tidak terasa kini matahari telah terbenam.


***


Meskipun sedang asik bermain Game, tetapi Alan masih cukup baik dalam kedisiplinan diri. Alhasil ia langsung mengajak Mike untuk segera bergegas pulang.


"Eh iya, aku hampir saja melupakan sesuatu." Ucap Mike ketika mereka tengah berjalan bersama-sama hendak pulang menuju ke arah tempat parkir.


"Sesuatu? Apakah ada barang yang tertinggal di dalam?" Tanya balik Alan.


"Bukan, tapi.. ah, ikutlah saja nanti kamu juga bakalan tau."


"Maksudmu?" Alan masih belum mengerti.


"Itu.. saat ini ada temanku sedang berada di rumah sakit. Setelah dari sini nanti Aku akan mengajakmu pergi ke sana untuk menjenguknya. Bagaimana, apakah kamu setuju?"


"Baiklah, lakukanlah apapun yang ingin kamu lakukan." Pungkas Alan sembari melangkah pergi mendahului Mike.


Sementara Mike sendiri langsung merasa gembira hingga ia tidak menyadari Alan sudah melangkah pergi mendahuluinya karena posisi ia menghadap ke arah bawah.


"Uhhgh yes! aku sudah tidak sabar bagaimana reaksi dia saat nanti melihat kita datang bersama Lan. Ah, semoga saja dia bisa cepat sembuh dengan hal itu, tapi.. memangnya dia sedang sakit apa sih? Cih, palingan juga sakitnya dia gara-gara putus cinta. Pih, dasar wanita, jarang ada yang memiliki hati sekuat baja. Andaikan ada wanita yang memiliki hati sekuat baja, pastinya akan menjadi pendamping hidup kakakmu ini nanti, Ya gak Lan,"


Mike menoleh kembali ke arah Alan.


"Wei Lan, astaga.. kenapa aku di tinggalin. Oeeeh! Sanak Lunik ini, bener-bener dah ah."


Bersambung.


Catatan


Jangan lupa tinggalkan Like setiap selesai membaca, voting jika kalian punya poin. Komentar jika ada kesalahan maupun jika kalian ada saran.


Bagi para pembaca yang menanyakan tentang visual tokoh, sudah ada di bab 48, tepatnya di bawah pengumuman Author. Kalian yang masih bertanya-tanya pasti melompati pengumuman Author di bab itu ya? 😒


Bagi pengguna sosial media instagram, jika berkenan untuk melihat ilustrasi dan visual dari tokoh cerita yang Author buat ada di ig @Kapten1868.

__ADS_1


__ADS_2