Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 26


__ADS_3

"Apa maksud dari yang kau bilang itu hah! dasar anak sampah tak tau diri! tak tau di untung kau!" Ferdi berteriak karena sudah terbakar emosi. Tanpa basa-basi lagi ia langsung menghajar Mike.


Brak! Brak! Brak!


Hingga Mike jatuh tersungkur, Ferdi hendak terus-menerus menghajarnya, namun dihentikan langsung oleh Ika, Ika langsung berlari dari arah dapur untuk melindungi tubuh Mike yang sedang dipukuli oleh Ferdi.


"Cukup Fer! Kau sudah sangat keterlaluan, lihatlah kondisi tubuh Alan saat ini Fer, dia sedang sakit parah, jangan terus menganiaya dia Fer, Saya mohon.." Pinta Ika.


Mendengar suara gaduh diruang tengah, Yadi keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang sedang terjadi. Di saat Ika sedang berbicara dengan Ferdi, berlahan-lahan Mike kembali berdiri dan langsung membekap tubuh Yadi dari arah belakang sembari hendak mencekik lehernya.


Beebbb!


"Emph lepaskan gua anak sampah brengs*k! Ayah.. tolong aku Ayah.." Teriak Yadi sebelum lehernya di cekik oleh Mike.


Seketika Ferdi dan Ika melihat ke arah Mike telah membekap Yadi dan sedang hendak mencekiknya.


"Woi Alan! apa yang kau lakukan, beraninya kau menyakiti anakku! Cepat lepaskan dia, Alan!" Teriak Ferdi melotot, ekspresinya nampak khawatir.


Kemudian, Mike berkata lirih didekat telinga Yadi seraya melirik ke arah Ferdi.


"Bagaimanakah rasanya ini hah? apakah sakit?"


"Lepaskan adikmu Nak.. apa yang kamu lakukan Alan, tolong jangan sakiti adikmu, Ibu mohon Nak.." pinta Ika mulai menangis.


"Bedebah! Cepat Lepaskan dia Alan! berani semakin kurang ajar sekali kau sekarang, lepaskan dia dengan segera!" Ucap Ferdi seraya melangkah mendekat ke Mike.


Ketika baru 3 langkah Ferdi mendekati Mike, Mike langsung mencekik leher Yadi dengan sangat kuat, sehingga wajah Yadi memerah akibat kesusahan bernapas.


"Wait, Berhentilah disana! atau saya akan mencekiknya hingga dia mati!" Ucap Mike kepada Ferdi yang sedang melangkah hendak mendekatinya.


Melihat Yadi tercekik sangat kuat oleh Mike, Ferdi langsung menghentikan langkahnya sembari mengepal kedua tangan karena geram menahan emosi.


Kemudian Mike melepaskan tangannya dari leher Yadi secara berlahan ketika Ferdi menghentikan langkahnya.


karena sejatinya Mike bukanlah orang yang kejam.


Namun Ferdi sangat cepat bertindak setelah cekikan yang Mike lepaskan dari leher Yadi, dia langsung menarik tangan Yadi hingga Yadi terlempar jauh dari badan Mike. Setelah itu dia langsung kembali menghajar mike.


"Rasakan ini anak sampah biadab!"


Brak! brak! brak!


Blug! blug! blug!

__ADS_1


Mike dipukul hingga beberapa kali sampai bibir dan hidungnya berdarah. Akan tetapi Walau ia berdarah-darah di hidung dan di bibirnya, Mike malah tertawa terpingkal-pingkal.


"Hahaha, wah.. luar biasa!"


"Kenapa kau tertawa hah!" Ucap Ferdi menghentikan pukulannya karena ia ditarik tangannya oleh Ika sembari Ika terus-menerus menangis histeris.


"Hahaha, benar-benar hebat sekali saya memiliki seorang Ayah, tapi.. saya rasa pukulan Ayah masih kurang baik." Mike mengejek. Kemudian ia langsung kembali dalam posisi berdiri dan secara sigap ia langsung menghajar balik Ferdi.


Brak! brak! brak!


Walau tubuhnya masih teramat sangat sakit, namun tenaga ia masih sangat baik dalam melakukan serangan balik. Sontak membuat Ferdi langsung jatuh tersungkur, setelah dihajar bertubi-tubi oleh pukulan Mike.


Sementara Ika berteriak-teriak seraya menangis histeris ketika Mike sedang menyerang balik Ferdi dengan pukulan bertubi-tubi hingga Ferdi babak belur dan berdarah-darah.


"Ayah, bagaimanakah rasanya jika wajah dan tubuh setelah dipukul?" Bisik Mike di dekat Ferdi.


Sementara Yadi tidak bisa tinggal diam saja ketika melihat sang Ayah jatuh tersungkur nan babak belur. Ia berancang-ancang hendak langsung menyerang Mike. Namun, tanpa ia ketahui Mike sudah melihat lebih dulu saat ia sedang berancang-ancang hendak menyerangnya. Alhasil ketika ia belum sampai memukul Mike, sudah lebih dulu ditendang oleh Mike hingga terjatuh dan menabrak barang-barang di sekitar ruangan itu.


Brrrak!


"Woah, mau main keroyokan kalian? benar-benar luar biasa saya memiliki seorang ayah dan adik semacam ini, haha" ucap Mike sembari tertawa dan bertepuk tangan.


Prok prok prok.


"Cukup, Nak.. Hentikanlah Alan, janganlah memukul mereka, Ibu mohon, Nak. Alan.. kamu tidak pernah seperti ini sebelumnya, Nak," Ika memohon.


Mike langsung melepaskan tangan Ika yang sedang memegang tangannya.


"Dengarkanlah, Jika memang Alan yang dulu tidak pernah seperti ini sebelumnya, maka kenalilah kembali Alan yang sekarang. Saya akui bahwa saya benar-benar tidak tahu dan tidak mengingat apapun seperti apa kehidupan Alan yang dahulu, akan tetapi cam kan satu hal ini, saya tidak suka dengan tindakan mengintimidasi seperti yang kalian semua lakukan, paham!"


"Tidak Alan, tidak Nak.. bukan seperti itu, Nak.." jawab Ika semakin menangis histeris, ia merasa bersalah karena selama ini memang benar adanya bahwa mereka selalu mengintimidasi Alan dan membiarkan Alan teraniaya serta terabaikan.


"Ingatlah hal ini dan dengarkan baik-baik wahai Ayah, Ibu dan Adik, saya memang tidak mengingat apapun dan saya berharap saya secepatnya bisa mengingat kembali masa lalu saya. Namun satu hal yang saya rasa didalam diri saya tidak akan hilang adalah Saya sangat tidak menyukai sebuah tindakan kekerasan, penganiayaan, kekejaman dan intimidasi. Terlebih lagi segala hal-hal tersebut dilakukan oleh anggota keluarga saya sendiri. Sungguh Miris!" Ucap Mike.


Mendengar kalimat yang Mike ucapkan tersebut, Ferdi, Ika dan juga Yadi menundukkan kepala sembari masing-masing berpikir.


Setelah Mike selesai mengucapkan kalimat tersebut, ia langsung beranjak pergi keluar dari rumah.


"Alan.. mau kemana kamu, Nak. Alan.. ini sudah malam Nak, Alan.." panggil Ika di depan pintu melihat Mike langsung melangkah pergi tanpa arah dan tujuan.


"Yadi, cepat kau kejar kakakmu, Nak. Dia tidak mengenali wilayah sini, nanti dia bisa kesasar" perintah Ika.


Namun Yadi masih merasa kesakitan di bagian badan dan lehernya setelah ditendang dan dicekik oleh Mike, alhasil ia tidak mampu untuk mengejar Mike sesuai yang Ibunya perintahkan.

__ADS_1


Begitupun dengan Ferdi, ia cedera di bagian hidung dan bibirnya berdarah-darah selepas ia dihajar bertubi-tubi oleh Mike. Akan tetapi, jikapun ia di pinta oleh ika, ia pun pasti enggan untuk melakukannya. (Mengejar Mike)


Karena tidak ada satupun yang mengejar Mike, akhirnya Ika meredam sejenak ke khawatiran yang tengah membelenggu pikirannya saat ini. Kemudian ia langsung membantu mengoleskan obat merah ke luka lebam di bibir Ferdi sembari berbincang-bincang.


"Pa, menurut Mama yang di katakan oleh Alan itu benar Pa, kita selama ini selalu mengabaikan dia, Mama menyesal pa" tutur Ika.


Sementara Ferdi masih terdiam dan berpikir.


"Pa, mari kita meminta maaf pada Alan atas segala perlakuan kita terhadap dia selama ini, Pa." Lanjut Ika.


"Meminta maaf kau bilang?"


"Iya Pa, please.. Mama mohon janganlah terjadi lagi pertengkaran diantara keluarga kita Pa.. coba Papa renungkan sejenak, apakah Alan memiliki kesalahan terhadap kita? bukankah dia tidak pernah melakukan kesalahan apapun Pa?"


Sementara Ferdi masih saja terdiam tanpa menjawab satu kalimatpun. Akan tetapi Ika sudah menyimpulkan dan yakin bahwa suaminya dapat memaafkan Alan.


****


Sementara Mike berjalan tanpa arah dan tujuan karena sungguh sangat asing baginya dia berada di lingkungan tersebut. Meskipun tubuh ia masih sakit, ia masih terus-menerus melangkah tanpa arah dan tujuan.


Ia berjalan melewati sebuah pos ronda malam dan terdapat beberapa orang yang sedang duduk-duduk di pos ronda tersebut.


"Eh Pak, lihatlah di sana, bukankah pemuda itu si Alan anaknya pak Ferdi ya?" Ucap salah satu orang yang melihat Mike sedang berjalan nampak sempoyongan.


Ketika salah satu orang yang berada di pos ronda tersebut mengatakan kalimat demikian, semua orang yang berada di sana langsung menoleh ke arah Mike.


"Iya, itu si Alan anaknya pak Ferdi, kenapa dia jalannya terlihat sempoyongan begitu ya? dan juga tumben sekali malam-malam begini dia keluar rumah." Sambung yang lain.


Ketika orang-orang yang berada di pos ronda tersebut sedang membicarakan Mike, Tiba-tiba Mike terjatuh karena ia tersandung bebatuan yang tak sengaja ia pijak di jalan.


Bruuk!


Melihat Mike tiba-tiba hampir terjatuh, Salah satu orang yang berada di pos ronda itupun langsung berlari hendak segera menolongnya.


"Alan, ada apa denganmu? apakah kamu baik-baik saja?" tanya salah satu orang itu bernama pak Tarman.


"Iya saya tidak apa-apa Pak, hanya tersandung" jawab Mike.


"Uwalah.. hati-hati jalannya Alan, oh iya kamu mau kemana?tumben malam-malam begini kamu keluar? dan itu..? kamu kenapa, Lan?" lanjut pak Tarman bertanya setelah melihat perban yang terdapat di kepala Mike.


"Oh ini.. saya habis terjatuh." Jawab Mike singkat.


"Walah.. kok bisa? jatuh dimana? dan kenapa kamu tidak istirahat dulu di rumah? mari kita duduk sejenak di pos sana" ajak pak Tarman.

__ADS_1


Mike mengangguk kemudian ia dituntun oleh pak Tarman hendak duduk bersamanya dan bersama orang-orang yang berada di pos ronda tersebut.


__ADS_2