
Bu Hesti sibuk menata barang bawaan yang akan di bawa ke rumah baru Diko dan Riana. Rencananya hari ini mereka akan mengadakan barbeque kecil-kecilan di sana. Berhubung di sana belum ada bahan-bahan apapun, oleh karena itu mereka akan membawa sebagian besar bahan dari rumahnya.
Disusunnya beberapa botol yang terdiri dari kecap manis, saus barbeque, saus sambal, saus teriyaki, serta minyak wijen ke dalam keranjang. Tak lupa daging-dagingan, sosis serta beberapa macam sayuran sudah terkemas rapi dan siap dibawa.
Walaupun rumah tersebut belum ditempati, namun Diko ingin agar rumah tersebut mulai untuk digunakan agar tidak terbengkalai. Karena ia belum bisa memastikan kapan istrinya akan siap untuk pindah menempati rumah baru mereka tersebut.
Kemudian terlihat Riana menggotong wadah-wadah yang telah disiapkan ibu mertuanya tersebut ke dalam mobil agar mereka bisa segera berangkat.
Diko sengaja membuat acara hari ini agar Riana tak lagi bersedih. Ia berharap Riana bisa sedikit melupakan kejadian tadi malam.
Diko pun sudah memberi tahu ibunya untuk tak lagi menyinggung apapun tentang kejadian itu. Dan semoga dengan begitu Riana bisa segera move on dan kembali menjadi Riana yang dulu.
Setelah semua siap, mereka pun segera berangkat.
Ini adalah kali pertama Bu Hesti melihat rumah baru anaknya itu. Tak heran ia takjub sekaligus bahagia melihat hunian anak dan menantunya yang terbilang bagus itu. Ia bersyukur Diko bisa menghidupi Riana dengan mapan tanpa kurang satu apapun. Itu juga yang ia rasakan saat mengunjungi Tia di Sulawesi, ia pun merasa bahagia dan senang melihat Tia dan suaminya hidup berkecukupan di sana. Mungkin memang begitulah orang tua, bahagia jika melihat anaknya bahagia.
"Kamu udah ga sedih lagi?" tanya Diko pada istrinya yang sedang menyusun daging di atas panggangan.
Riana tersenyum kemudian menggeleng.
"Makasih ya Mas" ucap Riana.
"Makasih buat apa?" tanya Diko heran.
"Buat semuanya. Buat semua pengertiannya, kebaikannya, sayangnya, apapun itu. Aku bahagia asalkan sama kamu" jawab Riana yang membuat hati suaminya itu meleleh.
Diko langsung merangkul pundak Riana dan mengelusnya.
__ADS_1
"Terima kasih juga karena kamu sudah begitu kuat sampai hari ini" jawab Diko.
"Hmmm, Mama pulang aja kali ya" ucap Bu Hesti yang ternyata dari tadi sudah berada dibelakang mereka.
Riana dan Diko cengengesan mendengar ucapan Bu Hesti tersebut.
"Kirain tadi Mama masih di toilet" ucap Diko sambil cengar cengir.
Bu Hesti hanya bisa tertawa melihat anak dan menantunya yang tengah tak enak hati karena habis bermesraan itu.
"Udah ga apa-apa. Mama bercanda kok" ucap Bu Hesti.
...***...
Hari semakin menjelang sore, semua sudah merasa begitu kenyang dan mengantuk.
Bu Hesti menurut dan mengikuti Riana menuju kamar yang di maksud.
Diko meraba ponselnya yang terasa bergetar. Diambilnya kemudian dilihatnya.
Ternyata ada beberapa panggilan tak terjawab dari Ferdy. Ia hampir saja lupa bahwa Ferdy dan rekannya akan melancarkan aksi mereka hari ini.
Kemudian masuklah pesan dari Ferdy, mungkin karena ia tak kunjung mengangkat teleponnya.
Diko membuka pesan itu. Ternyata berisi sebuah foto. Hati Diko berdesir, ia menebak bahwa Ferdy mengirimkannya foto pelaku.
Benar saja, tertulis pesan di foto tersebut.
__ADS_1
'ni orangnya'
Diko memandangi foto yang dikirim Ferdy tersebut kemudian mencoba mencernanya.
Kemudian ia langsung memencet nomor kontak Ferdy dan meneleponnya.
"Kemana aja Dik? Dari tadi aku coba hubungin kamu" tanya Ferdy tanpa basa-basi.
"Maaf maaf" ucap Diko kemudian.
"Aku sama yang lain lagi di kantor polisi menyerahkan semua bukti. Kemungkinan malam ini penangkapannya." jelas Ferdy lagi.
"Bagus!" ucap Diko cepat.
"Gimana? Kamu kenal orang itu?" tanya Ferdy penasaran.
"Aku ga bisa lihat dengan jelas Fer, blur begitu" jawab Diko.
"Yaudah tunggu ya. aku coba ambil yang lebih jelas. Soalnya itu berupa video, jadi aku harus stop videonya kemudian capture" jawab Ferdy.
"Yaudah kirim videonya ke aku" jawab Diko.
"Oke, tunggu. Aku urus semuanya dulu" jawab Ferdy.
Diko mengepalkan tinjunya sambil tersenyum sinis.
"Habislah riwayatmu" ucapnya penuh kemenangan.
__ADS_1