Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 119


__ADS_3

"Wahh gila sih ini Ri" ucap Mey yang takjub saat melihat isi rumah Riana.


"Ini kerjaan suami gue pokoknya semuanya gue tinggal terima bersih" jawab Riana jujur.


"Buset deh, kalau begini sih pasti betah tinggal di sini. Ini barang-barang pasti mahal semua deh" ucap Mey lagi sambil menyentuh pajangan yang ada di atas meja.


"Ga kok, mungkin karena Mas Diko udah terbiasa dengan urusan interior jadinya bisa nyari yang bagus tapi ga mahal harganya" jawab Riana lagi.


"Wih bisa nih nanti kalau bikin rumah aku minta bantuan Mas Diko" ujar Mey.


"Boleh banget" jawab Riana kemudian.


"Eh ayo kita makan dulu, lu pasti belum makan kan?" ajak Riana sambil menarik tangan Mey ke arah meja makan.


Mey girang sekali melihat banyak makanan tersuguhkan di atas meja. Ia terharu sahabatnya itu menyambutnya dengan sedemikian rupa.


Sambil mereka menyantap makanan, Bi Yum terlihat sibuk membawakan dua gelas es teler untuk keduanya.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Riana mengajak Mey untuk mengobrol di ruang tamu.


"Eh Ri, maaf ya sebelumnya. Sebenarnya tujuan gue kesini selain mau lihat rumah baru kalian juga ada yang mau gue omongin" ucap Mey yang membuat Riana mengeryitkan dahi.


"Maaf kenapa?" tanya Riana penasaran.


"Maaf kalau gue waktu itu ga tahu tentang Bu Devi" jawab Mey dengan muka menyesal.


"Ooh itu, itu bukan salah elu Mey. Lagian gue sama Mas Diko udah membuka lembaran baru dan ga mau ngurusin soal itu lagi" jawab Riana jujur.


"Bener, harusnya begitu. Biar aja dia membusuk di penjara. Sebel banget gue" ucap Mey penuh emosi.


"Kenapa Mey? Ada apa lagi memangnya?" tanya Riana sambil memajukan posisi duduknya karena penasaran.


"Lu ingat kan waktu gue dan dia datang ke rumah mertua lu buat minta lu kerja lagi untuk gantiin posisi gue?" tanya Mey mengingatkan.


Riana mengangguk dengan pasti, ia masih sangat ingat tentang hal itu.

__ADS_1


"Setelah gue nyerahin surat resign, tiba-tiba dia ngasih saran untuk minta lu kerja lagi. Gue jelas senang, karena biar yang gantiin posisi gue adalah orang yang bener-bener udah paham dengan pekerjaan itu" lanjut Mey bercerita.


"Saat itu gue ga naruh curiga sedikitpun. Karena waktu itu di mata gue dia adalah orang yang baik dan selalu menginspirasi gue karena semangat kerjanya. Dan setelah kejadian dia dipenjara, satu kantor heboh" lanjutnya.


"Beberapa hari setelah itu Maxwell, anak baru yang gantiin posisi elu di kantor tiba-tiba ngajak gue ngobrol serius. Dia cerita kalau dia dan si Devi udah ngatur rencana buat jahatin lu pas lu kerja lagi. Dia bakal dibayar ratusan juta buat ngelakuin itu" jelas Mey.


Riana terperangah. Ia tak menyangka ada rencana lain yang tengah disusun Devi untuknya. Ternyata ia masih belum puas menghancurkan Riana.


"Jadi, si Maxwell ini kan bakal jadi rekan kerja lu kalau lu gantiin posisi gue. Si Devi nyuruh supaya Maxwell ini bikin Mas Diko cemburu, biar rumah tangga kalian pelqn-pelan hancur" ucap Mey.


Riana lagi-lagi terkejut dengan penjelasan Mey. Ia tak habis pikir dengan apa yang diceritakan Mey.


"Jadi rencananya, ketika lu masuk kerja lagi, si Devi sia*an itu bakal ngasih kalian kerjaan bareng terus katanya. Dia sampai nyiapin bahan kerjaan ke luar kota buat lu dan Maxwell. Terus si Maxwell juga rencananya akan diskenariokan untuk sering-sering nemuin lu di luar atau pun di rumah. Pokoknya sampai Mas Diko cemburu dan bikin kalian berantem. Gila ga tuh si Devi? Gue rasa emang psikopat tuh orang" jelas Mey berapi-api.


"Untungnya belum sempat lu masuk kerja, dia udah ketangkep" lanjut Mey.


Jantung Riana masih terasa dag dig dug. Ia benar-benar tak menyangka.

__ADS_1


"Gue ga habis pikir dia sampai sebegitunya mau hancurin gue dan Mas Diko" jawab Riana.


"Tapi yang penting sekarang dia udah di penjara, dan lu udah tahu niat jahatnya. Ini pelajaran juga buat kita Ri, orang yang di depan terlihat baik itu belum tentu baik. Benar-benar harus di telaah dulu kepribadiannya" jawab Mey kemudian.


__ADS_2