Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 20


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Diko merasa benar-benar lega karena telah menyampaikan maksudnya pada Riana.


Kini ia tinggal menunggu jawaban, Diko pun sangat berharap bahwa Riana menerima lamarannya.


Ia menyadari bahwa lamarannya sangat jauh dari kata romantis. Bukannya ia tak mau, namun karena kesempatannya yang sempit dan pikirannya yang bercabang dengan masalah ini.


Di sisi lain, Diko masih merasa ada ganjalan dalam hatinya. Karena ini bukan 100 persen keinginan dari dalam dirinya. Ada perasaan bahwa pernikahannya ini hanya untuk memenuhi syarat agar adiknya bisa menikah, bukan benar-benar dorongan dalam hatinya sendiri untuk segera menikah.


Bukannya Diko tak punya alasan kenapa ia seperti ini, masa lalunya membentuknya untuk menjadi lelaki yang sulit untuk percaya pada wanita.

__ADS_1


Setiap kali menjalin hubungan dengan wanita, ia selalu saja memberikan yang terbaik. Namun sayangnya, karena kebaikan Diko yang amat sangat membuat para wanita memanfaatkannya.


Sampai pada hubungan terakhir yang ia jalin sekitar tiga tahun lalu, dimana ia benar-benar tak dapat mempertahankan semuanya. Ia merasa benar-benar dikhianati.


Hal inilah yang menjadi puncak kenapa Diko bertekad untuk menjadi lelaki yang tak mau menaruh seluruh hatinya pada wanita, terlalu baik pada wanita. Ia lelah dengan pengkhianatan-pengkhianatan yang ia terima.


Ia ingin istrinya kelak adalah wanita yang benar-benar bisa ia percaya, dan wanita yang mencintai dirinya apa adanya. Karena jika ia sudah cinta pada seorang wanita, apapun akan diberikannya, dan apapun akan dilakukannya. Ia tak mau lagi memberikan cinta itu pada orang yang salah.


Secara fisik, ia merasa tak ada yang minus pada Riana. Mungkin semua lelaki setuju dengan dirinya dalam hal ini.

__ADS_1


Rambut sebahu yang halus bergelombang, mata yang tak terlalu besar namun terlihat menyejukkan, serta bibir mungil tapi penuh membuat siapapun menelan ludah melihatnya. Sungguh cantik di mata Diko.


Namun hal yang ia khawatirkan adalah, Riana adalah seorang wanita mandiri. Ia berpendidikan tinggi, bahkan lebih tinggi dari dirinya. Ia bekerja hingga di dua tempat berbeda. Dari cara berbicara dan pembawaannya sangat terlihat bahwa ia adalah seorang yang cerdas.


Jika seorang wanita sudah sangat mandiri, maka karakternya akan lebih keras dan dominan. Apalagi ia melihat bahwa standart kehidupan Riana yang bisa dibilang mewah, kos-kosan ala ressort cottage yang sudah bisa ditebak sangat mahal biayanya, mobil keluaran terbaru yang ia juga tahu harganya lumayan mahal.


Ia tak mengkhawatirkan biaya hidup Riana, ia yakin masih bisa mencukupinya jika jadi istrinya kelak. Yang ia takutkan adalah karakter Riana yang terbiasa serba ada dan mandiri bisa membuatnya menjadi seorang istri yang keras kepala serta tidak bisa menerima dirinya apa adanya. Ia merasa perlu waktu lebih lama untuk mengenal Riana, agar lebih yakin Riana tidak seperti yang ia pikirkan.


Namun apalah daya, waktu yang sudah mepet membuatnya menempuh jalan pintas, yaitu melamar Riana walaupun belum mengetahui bagaimana Riana sesungguhnya.

__ADS_1


Diko hanya bisa berharap dugaannya tidak benar, ia pun hanya bisa berdoa semoga Riana adalah yang terbaik untuk dirinya.


Saat ini ia harus sudah mulai mencoba menghapus segala ketakutannya. Ia harus bisa berpikir positif untuk belajar menumbuhkan rasa cintanya untuk Riana.


__ADS_2