
Setelah selesai mandi, Riana keluar kamar kemudian pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya.
Ternyata Bi Yum sudah membuatkan roti lapis yang berisi keju, potongan tomat, daun selada, irisan daging dan telur mata sapi. Kemudian ia meminta Bi Yum membuatkan satu lagi untuk Joe.
Riana juga mengambil puding coklat yang ia buat kemarin dari dalam kulkas kemudian menaruh beberapa ke atas sebuah piring saji. Setelah Bi Yum menyelesaikan roti lapisnya, Riana pun mengantarkannya ke depan sekalian untuk menemui Joe sekedar berbasa basi dan untuk menunjukkan rasa menghargai tamu.
"Ayo sarapan dulu, nanti setelah itu baru di lanjutkan lagi kerjanya" ucap Riana sambil meletakkan dua porsi roti lapis dan sepiring puding coklat ke atas meja yang sudah tersaji dua gelas kopi.
Kemudian Bi Yum datang sambil membawa dua gelas air putih dan turut meletakkannya.
"Duh repot-repot banget sih Ri?" ucap Joe yang tak enak hati.
"Ah, ga kok Mas. Ayo silahkan" jawab Riana mempersilahkan tamunya untuk menikmati makanan yang telah disediakannya.
"Ayo Mas sarapan dulu, abis itu baru dilanjutkan lagi kerjanya" ucap Riana sambil menepuk pelan bahu suaminya.
__ADS_1
"Iya sayang, makasih ya" ucap Diko sambil tersenyum kemudian menepikan berkas-berkas mereka dan mengajak Joe untuk makan terlebih dahulu. Kebetulan ia juga sudah sangat lapar karena memang jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.
"Kalian harus banyak istirahat, beberapa hari lagi kan mau pergi bulan madu" ucap Joe yang membuat niat Riana untuk kembali ke dapur terhenti.
"Iya Mas, kami usahakan" jawab Riana.
"Nanti biar aku ajarin Diko caranya biar cepat jadi" ucap Joe lagi.
"Jadi apa Mas?" tanya Riana polos.
"Jadi anak" jawab Joe sambil terkekeh.
Joe tertawa terbahak-bahak.
"Kan biar makin mahir. Lha, cara pertama kali mengajak Riana ketemuan aja kamu nanya sama aku, apalagi cara bikin anak, pastinya juga butuh bantuanku" ucap Joe di sela tawanya.
__ADS_1
Diko turut tertawa dan merasa malu kalau mengingat bagaimana pertama kali ia akan mendekati Riana.
Riana hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat dua sahabat yang sedang bercanda itu.
...........
Diko melihat Riana yang sedang terlelap di sampingnya. Lampu didalam pesawat sengaja diredupkan karena sudah tengah malam. Mereka mengambil jadwal penerbangan malam agar tak begitu terasa lama di pesawat.
Di perbaikinya selimut yang menutupi tubuh istrinya itu agar tidak kedinginan. Kemudian ia pun turut memejamkan mata agar lebih segar ketika nanti mereka sampai di tujuan.
Penerbangan Soekarno Hatta - Tokyo memakan waktu sekitar 7 jam 35 menit. Mereka akan tiba sekitar pukul 5 pagi waktu Jepang. Karena Jakarta - Jepang memiliki perbedaan waktu sekitar 2 jam.
Setelah beberapa jam keduanya tertidur, terdengar pengumuman dari pilot bahwa tujuan mereka sudah sangat dekat dan pesawat sebentar lagi akan segera mendarat. Awak kabin yang bertugas segera menghidupkan lampu di dalam pesawat agar lebih terang dan agar penumpang yang sedang tidur bisa segera bangun.
Diko membelai lembut rambut istrinya dan membangunkannya karena mereka akan segera tiba.
__ADS_1
Sesampainya di Bandara Tokyo Haneda, Diko dan Riana berpandangan sambil tersenyum yang menyiratkan 'Our honeymoon is begun'.
Diko menggandeng tangan Riana sambil tersenyum begitu manis kemudian berjalan keluar bandara. Ini adalah pengalaman pertama mereka untuk berlibur setelah menikah. Ini waktunya melupakan segala yang telah terjadi dan menikmati perjalanan berbulan madu mereka yang tertunda.