
Dengan lembut Diko mencium bibir Riana untuk ke sekian kalinya. Diciumnya dengan begitu hangat dan mesra.
"Are you ready sayang?" bisiknya lembut tepat di telinga Riana.
"Do your best honey" ucap Riana gantian berbisik yang membuat Diko semakin tak sabar untuk menunjukkan keperkasaannya.
Dengan perlahan dicarinya tempat ia akan melabuhkan juniornya. Dicobanya perlahan dengan lembut, namun dilihatnya Riana meringis. Dimasukkannya kembali dengan sedikit tenaga, Riana lagi-lagi meringis sambil meremas selimut karena menahan sakit.
"Ssshhh" suara meringisnya kembali terdengar saat Diko kembali berusaha memasuki inti istrinya yang masih begitu sempit karena belum pernah dijamah sama sekali.
Diko menggeleng sambil melihat Riana yang sedang kesakitan.
Terlihat Diko seperti ingin mengurungkan niatnya karena tak tega melihat istrinya yang hampir menangis. Namun Riana mencegahnya, ia menahan pinggang Diko agar tak beranjak dari tempatnya. Ia ingin membahagiakan Diko malam ini, ia tak ingin Diko kecewa.
Ia ingin Diko mencobanya kembali.
__ADS_1
"Do it, I'm fine" ucap Riana meyakinkan.
Diko mencium kening Riana dengan penuh rasa sayang. Kemudian dicobanya kembali dengan perlahan, terlihat Riana mencoba tenang sambil meremas selimut dengan begitu kencangnya.
Diko yang masih gagal tak putus asa terus berusaha. Ia tahu tak akan gampang menembus keperawanan Riana. Ia benar-benar beruntung menjadi orang pertama menyentuh istrinya. Menyentuh dengan perasaan sayang dan cinta tanpa paksaan ataupun berbagai rahasia.
Sekali lagi Diko mencoba memasukkan juniornya ke inti Riana dengan begitu bertenaga. Di dorongnya sedikit demi sedikit hingga masuklah semua tanpa tersisa sedikitpun.
Keduanya mengerang nikmat. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Diko melakukan tugasnya hingga desahan demi desahan terdengar dari mulut keduanya.
"Maaas" begitu ucap Riana berulang kali memanggil Diko yang sedang membuatnya melambung tinggi.
Berselang beberapa lama kemudian terdengar Desahan panjang dan keras dari Riana sambil sedikit mengejang. Tak lama Diko menyusul sambil mengerang penuh kenikmatan.
Kini keduanya telah bersimbah keringat dan tergeletak lemas di tempst tidur yang sudah berantakan karena ulah keduanya.
__ADS_1
Diko menarik kepala Riana untuk berbaring di lengannya. Dikecupnya kening Riana dengan mesra dan lama.
"Thank you sayang, I love you" bisiknya Diko pelan.
Riana tersenyum bahagia telah menuntaskan tugasnya, telah memberikan dirinya seutuhnya berikut dengan kasih sayang dan cintanya untuk Diko seorang.
"I love you more" jawab Riana sambil memeluk erat pinggang Diko.
"I love you much" jawab Diko.
"I love you most" ucap Riana sambil tersenyum penuh kebahagiaan.
Keduanya diselimuti rasa bahagia yang teramat sangat malam ini. Moment yang mereka nantikan, akhirnya bisa mereka lakukan dengan begitu sempurna. Mencapai kenikmatan yang tiada tara yang tak bisa di utarakan dengan kata-kata.
Kini keduanya terlihat kembali berpagut mesra. Ternyata tak cukup sekali melakukannya. Ada desakan lagi yang ingin mengulang merasakan kenikmatan yang sama.
__ADS_1
Kembali terdengar suara desahan-desahan nikmat silih berganti. Rupanya belum puas Diko bergerilya ditubuh Riana.
Derit ranjang kembali terdengar intens memenuhi ruangan. Pertanda Diko kembali memacu dengan ganasnya. Ia seperti tak memberi ampun pada Riana yang sejak tadi tak berhenti bersuara sampai pada akhirnya untuk kedua kali keduanya mencapai pelepasan yang membuat semua sendi dan otot mengejang merasakan nikmat dunia yang begitu memabukkan.