
Riana memperhatikan dari kejauhan. Rasanya matanya tidak salah melihat. Itu memang Dira, sepupunya.
'Kenapa dia bisa ada di sini?' tanya Riana dalam hati.
Ia melihat Dira dan Reyhan makin brutal. Mereka berdua terlihat sedang berciuman bibir di salah satu sudut taman. Riana mendadak mual dan jijik melihatnya.
"Win, sebentar ya" ucap Riana sambil meletakkan gelas minumannya di atas meja.
"Mas, sebentar ya. Aku ke toilet dulu" ucap Riana pada Diko yang masih asyik mengobrol dengan suami Windy.
Dengan geram Riana melangkahkan kaki ke arah Reyhan dan Dira yang sedang bercumbu mesra. Diko melirik istrinya itu namun ia heran karena Riana tak menuju toilet melainkan ke arah sudut taman.
"Ehem" Riana berdehem untuk menghentikan aksi keduanya yang begitu menjijikkan itu.
"Eh, hai Ri" ucap Dira santai seperti tanpa rasa bersalah.
"Kalian saling kenal?" tanya Rehyan bingung.
"Iya, Dira sepupuku" ucap Riana cepat.
__ADS_1
Terlihat wajah Reyhan seketika berubah setelah mendengar bahwa Riana dan Dira adalah saudara sepupu.
"Kita bicara sebentar yuk" ajak Riana pada Dira.
Tanpa menunggu persetujua Dira, Riana menariknya ketempat yang lebih sepi.
"Kamu apa-apaan sih Dir? Mesra-mesraan kayak ga ada tempat lain aja. Kamu tahu ga kamu lagi bermesraan dengan siapa? Sama suami orang!" ucap Riana geram.
Dira terlihat heran melihat kemaran Riana padanya.
"Kamu kenapa sih Ri? Emangnya kenapa kalau aku sama Reyhan? Ada yang salah?" tanya Dira santai.
Dira hanya menjawabnya dengan senyuman yang berarti pertanda memang benar dugaan Riana.
"Kamu tahu ga sih Dir, kamu lagi pacaran sama suami orang? Reyhan itu bahkan udah punya anak" ucap Riana geram.
"Riana, yang namanya hubungan itu, mau hubungan pacaran, mau hubungan pernikahan, ya ada pasang surutnya lah. Kalau sekarang aku dan Reyhan saling suka ya apa salahnya? Toh kalau memang dia lebih cinta sama istrinya, pasti istrinya yang diajak ke acara ini. Nah ini buktinya dia ajak aku, sampai rela anter aku pulang ke Surabaya. Kelihatan kan, mana yg prioritas mana yang bukan." jelas Dira membela Diri.
"Ya ampun Dira, kamu itu lagi dibutakan cinta. Kamu ga bayangin apa kalau Papa Mama kamu tahu kamu pacaran sama suami orang? Bisa malu Dir! Dan kalau orang-orang di sini tahu kalau kamu sepupuku, pasti juga bakalan jadi bahan omongan. Karena semua sudah tahu bahwa Reyhan udah punya istri. Aku juga yang bakal kena imbasnya!" ucap Riana yang semakin kesal.
__ADS_1
"Udah deh ya Ri, kamu jangan ikut campur dengan urusanku. Urus aja urusan kamu sendiri. Anggap aja kita ga kenal di sini" ucap Dira sambil berlalu pergi menemui Reyhan kembali.
Hati Riana sakit mendengar ucapan Dira barusan. Seburuk apapun hubungannya dengan Dira, Dira adalah sepupunya. Ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Tante Risna kalau tahu kelakuan anak semata wayangnya yang selalu ia banggakan.
Setelah itu, Riana kembali ke tempat dimana Windy dan Diko berada sambil berulang kali menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.
"Ada apa sayang? Kenapa lama?" tanya Diko khawatir.
"Ga apa-apa" jawab Riana sambil berusaha tersenyum pada suaminya.
Diko tahu ada yang tidak beres langsung merangkul pinggang Riana dan mengajaknya menjauh sedikit.
"Ada apa sayang? Kamu jangan bohong sama aku" tanya Diko berbisik.
Riana memang tak bisa menyembunyikan bahwa ia sedang tidak baik-baik saja.
"Ada Dira Mas, dia lagi mesra-mesraan sama Reyhan. Tadi aku habis nyamperin dia" ucap Riana berhati-hati.
"Untuk lebih jelasnya, aku jelasin nanti ya. Sekarang kita pura-pura ga liat dia aja" ucap Riana.
__ADS_1
Diko mengangguk mulai mengerti pokok permasalahannya.