
"Mama cuma berharap kalian sehat dan akur terus" ucap Bu Hesti sambil memeluk Diko dan Riana bergantian.
"Kalau keinginan Mama, pastilah ingin kalian tetap tinggal di rumah Mama. Tapi Mama paham kalian ingin mandiri. Papa dan Mama juga dulu begitu setelah menikah" lanjutnya sambil menggenggam tangan Riana.
Bu Hesti yang baru saja mengantarkan anak dan menantunya ke rumah baru mereka pun harus berpamitan karena besok pagi-pagi sekali ia akan berangkat ke Sulawesi untuk mengunjungi Tia.
"Mama yakin besok ga diantar ke bandara?" tanya Diko.
"Iyaa, besok Mama diantar Pak Bagus aja" jawab Bu Hesti dengan yakin.
"Ma, sekali lagi terima kasih ya Mama udah ngerawat aku, support aku, nganterin aku kemana-mana" ucap Riana.
__ADS_1
"Ya ampun sayang, dari tadi kamu tu bilang terima kasih terus. Udah tugas Mama, kewajiban Mama mengurus kalian. Sampai kapan pun kalian tetap anak-anak di mata Mama. Selama Mama mampu, Mama pasti selalu ada buat kalian. Bagi Mama yang penting kalian selalu baik-baik aja, akur, sehat. Buat Mama itu udah cukup" ucap Bu Hesti sambil berkaca-kaca.
Riana dan Diko hanya bisa mengangguk penuh haru.
"Sekarang gantian, adik kalian Tia dan Reza yang akan mama urusin di sana. Biar bagaimana pun Mama kan harus adil, biar semua anak-anak Mama bisa merasakan perhatian mama tanpa ada yang merasa kurang" lanjut Bu Hesti menjelaskan.
"Kami juga berdoa semoga Mama sehat terus biar bisa selalu ngurusin anak-anak Mama, biar bisa terus bahagia" ucap Diko sambil mengelus pundak ibunya.
Tak dipungkiri, hubungan antara menantu dan mertua pasti tak selamanya berjalan mulus. Tetapi Riana dan Bu Hesti selalu berusaha berusaha memahami satu sama lain.
Kunci yang selalu Riana terapkan adalah dengan menganggap Bu Hesti sebagai ibunya sendiri. Dengan begitu walaupun terkadang mereka berkonflik, tetapi akan tetap memaafkan layaknya anak dan ibunya. Sebagaimanapun ibu mertua marah pada menantunya, pasti akan termaafkan jika menganggap ibu sendiri.
__ADS_1
Begitu juga sebaliknya, Bu Hesti memperlakukan Riana persis seperti anaknya sendiri tanpa membeda-bedakan. Ia tak segan marah karena sudah menganggap Riana seperti anak sendiri. Marahnya bukan karena benci, melainkan karena sudah saking sayangnya selayaknya anak.
Oleh sebab itu hubungan keduanya sangat dekat bukan hanya karena saling menunjukkan sisi baik masing-masing, melainkan karena sama-sama sudah menjadi diri sendiri.
Setelah Diko dan Riana bergantian menyalami Bu Hesti, kemudian ia masuk ke dalam mobil.
Diko merangkul pinggang istrinya sambil melambaikan tangan pada ibunya. Akhirnya kehidupan mereka di rumah baru ini pun di mulai.
Berbeda dengan di rumah lama mereka yang semua harus di kerjakan oleh Riana sendiri. Kini berdasarkan anjuran dari Bu Hesti, mereka memakai jasa asisten rumah tangga untuk membantu pekerjaan rumah sekaligus untuk menemani Riana agar tidak sendirian saat Diko bekerja.
ART mereka tak lain adalah saudara Bi Prapti yang baru saja pulang dari Malaysia sebagai TKW. Diko berharap dengan adanya ART, Riana bisa tak terlalu lelah dan bisa punya teman mengobrol di rumah selama ia bekerja.
__ADS_1
Ia juga berharap Riana bisa segera fokus untuk mempunyai anak. Diko sudah di tahap sangat ingin punya anak, ia menyadari usianya yang semakin bertambah. Semoga suasana baru di rumah ini bisa membuat Riana merasa nyaman dan bisa segera kembali memulai program pribadi mereka dalam mengusahakan momongan.