
Benar saja, tak lama setelah Riana kembali ke kamar Farah, Diko menelepon dan menanyakan keberadaannya..
"Aku di kamar Mbak Farah Mas, tadi ada yang ketinggalan" ucapnya sedikit berbohong.
Farah langsung memelototkan matanya mendengar Riana yang berbohong.
Riana hanya cengengesan melihat Farah yang melotot padanya.
"Aku ke sana ya Mas, tunggu sebentar" ucap Riana pada Diko yang sedang berada di depan kamar mereka.
"Ga usah Ri, kita ketemu di restaurant hotel aja. Yang lain udh pada nunggu buat makan malam" jawab Diko.
"Oh gitu, yaudah Mas aku turun sekarang ya" jawabnya
Tak lama kemudian Riana mematikan panggilan teleponnya dan segera mengajak Farah untuk turun dan makan malam.
"Mbak, yang lain udah nunggu di restaurant hotel buat makan malem, ayo kita turun"
Farah yang sudah lapar pun langsung bergegas bersiap-siap dan pergi menuju restaurant bersama Riana.
__ADS_1
Sesampainya di sana, terlihat keluarganya dan keluarga Diko sudah berkumpul.
Ada Pak Ridwan dan Bu Hesti, ada Tia yang menyelip di tengah keduanya. Kemudian ada Bintang yang duduk bersebelahan dengan Diko. Disampingnya lagi ada Budhe Retno dan Pakdhe Heri. Dan selanjutnya Tante Risna dan Om Didi.
Melihat kedatangan Riana dan Farah, Bintang langsung berinisiatif pindah tempat duduk.
"Udah ga usah Bin, aku di sana aja" cegahnya ketika Bintang hendak beranjak.
"Udah kamu duduk sini, masa pengantin baru duduknya jauh-jauhan" jawabnya sambil beranjak pindah duduk ke sebelah kakaknya, yaitu Farah.
Karena anggota keluarga sudah lengkap, satu persatu mulai beranjak untuk mengambil makanan prasmanan yang telah di sediakan oleh pihak hotel.
Mereka makan sambil saling bercanda untuk mencairkan suasana.
"Nah karena semua sudah selesai makan dan semuanya juga sudah kumpul, kita mulai saja ya" ucap Pakdhe Heri memulai pembicaraan.
Wajah yang lainpun langsung berubah menjadi serius, menyimak Pakdhe Heri.
"Alhamdulillah acara kita hari ini telah selesai dan berjalan dengan lancar. Dengan begitu, berarti telah resmi anak kami Riana adalah bagian dari keluarga besar Pak Ridwan. Dengan segala kerendahan hati, kami menitipkan anak kami pada Mas Diko dan keluarga. Doa kami tak putus-putusnya untuk kalian berdua, semoga dapat menempuh biduk rumah tangga yang langgeng hingga maut memisahkan" ujar Pakdhe Heri penuh harapan.
__ADS_1
Mata Riana mulai berkaca-kaca. Ia terharu sekaligus sedih, bahagia bercampur sesak di dadanya.
"Kami pun dengan penuh keikhlasan memohon bimbingan dari Mas Diko dan keluarga. Tidak hanya untuk menjaga anak kami, tapi juga untuk meluruskan Riana dalam khilaf dan salahnya. Jika Riana salah, mohon di ingatkan. Dengan seikhlas hati kami sebagai orang tua Riana menyerahkan Riana dalam penjagaan dan bimbingan Mas Diko selaku suaminya" lanjut Pakdhe Heri.
Air mata Riana tak dapat lagi terbendung. Setetes menerobos keluar dari kelopak matanya. Dua tetes, tiga tetes, empat tetes dan tak terhingga.
Dalam senyap Diko menggeser tangannya. Digenggamnya jemari istrinya untuk menguatkannya.
Hingga ucapan Pakdhe Heri selanjutnya tak bisa ia cerna dengan baik karena perasaannya yang bercampur aduk.
Pak Ridwan membalas sambutan Pakdhe Heri dengan penuh rasa terima kasih.
"Benar seperti yang di ucapkan Pak Heri, Puji Syukur Alhamdulillah harus kita haturkan sebagai rasa syukur kita karena acara pernikahan anak kita hari ini berjalan dengan begitu lancar. Kami selaku keluarga sangat senang dan sangat bahagia menyambut Riana sebagai bagian dari keluarga kami" jawab Pak Ridwan dengan senyum khasnya.
"Riana anak yang baik, dan kami yakin juga akan menjadi istri yang baik. Mudah-mudahan Diko dan kami sekeluarga dapat saling menjaga dan membimbing Riana selama di Jakarta nanti, kita sama-sama berdoa semoga anak kita dapat saling menyanyangi selayaknya suami istri yang sakinah mawaddah warrohmah" lanjut Pak Ridwan.
"Dengan penuh rasa terima kasih dari kami sekeluarga, kami ucapkan untuk Pak heri dan keluarga besar yang telah dengan luar biasa mengatur acara ini dengan sedemikian rupa, dan atas sambutannya kepada keluarga kami yang sangat hangat. Terima kasih sekali lagi karena telah menerima Diko dan kami sekeluarga sebagai bagian dari keluarga ini. Kami benar-benar mengucapkan banyak terima kasih" Pak Ridwan mulai berkaca-kaca.
"Berhubung besok saya dan keluarga akan kembali ke Jakarta, kami sekalian pamit dan mohon maaf yang sebesar-besarnya jika banyak salah dalam kata-kata maupun perbuatan. Semoga silaturrahim kita semua tetap berjalan dengan baik meskipun terpisah jarak. Kami sangat menunggu kedatangan Pak Heri sekeluarga di Jakarta. Semoga kita diberikan waktu dan kesempatan untuk berjumpa kembali" ucap Pak Ridwan sambil mengelap air matanya yang lolos menetes di pipinya.
__ADS_1
Acara malam itu di tutup dengan kedua keluarga yang saling bersalaman dan berpelukan satu sama lain. Sedih karena harus berpisah,dan bahagia karena sudah menyatu sebagai keluarga.
Karena malam yang juga sudah mulai larut, mereka sepakat untuk beranjak ke kamar masing-masing dan beristirahat.