Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 81


__ADS_3

Hari ini Riana ada kerjaan di luar kantor karena akan melakukan transaksi keuangan dengan klien perusahaan.


Ia dan Mey di tugaskan sebagai tim dalam hal ini. Namun ternyata pekerjaan bisa selesai sebelum waktunya karena klien mereka sangat kooperatif dan juga on time.


"Kita nonton yuk Ri" ajak Mey sambil melihat kepada Riana yang sedang menyetir.


"Hmm, gue ada janji nih" jawab Riana tak enak.


"Yaaaah, padahal jarang-jarang weekdays gini kita bisa keluyuran siang-siang begini" ucap Mey kecewa.


"Lu mau kemana sih emangnya?" tanya Mey penasaran.


"Ah mau tau aja lu" jawab Riana merahasiakan.


"Alah paling-paling juga janjian sama laki lu" tebak Mey asal.


"Sotoy lu, udah ah turun sana" ucap Riana sambil menghentikan mobilnya di halaman kantor.


"Hati-hati ketemu Bu Devi ya, ntar ketahuan kalau kita udah kelar terus belum balik ke kantor" lanjut Riana sambil memencet tombol unlock untuk membuka kunci pintu mobilnya.


"Kalau tahu lu ada janji, kan mendingan tadi gue juga bawa mobil dari pada bolak balik gini" jawab Mey sambil bersungut-sungut.


"Ya maap, gue baru inget. Lu pergi makan siang sendirian dulu ya" ucap Riana agar sahabatnya itu tak marah padanya.


"Yaudah, jangan lupa sebelum jam pulang kantor lu harus udah balik ya" ucap Mey sebelum menutup pintu mobil Riana kemudian berlalu.

__ADS_1


Riana lalu memutar stirnya keluar area kantornya. Ia sebenarnya tidak ada janji dengan siapapun. Ia sedikit membohongi Mey tadi.


Sebenarnya ia berniat untuk menemui Diko diam-diam di kantornya sambil membawakan makan siang. Hitung-hitung melihat kantor Diko. Karena sampai saat ini ia belum pernah sekalipun ke kantor suaminya itu.


Riana berharap ini akan sedikit membuat Diko senang setelah apa yang ia alami tadi malam.


Sebelum menuju ke kantor Diko, Riana terlebih dahulu singgah ke sebuah restoran yakiniku dan membeli dua buah box nasi plus yakiniku yang sudah ia jamin kelezatannya karena saking seringnya makan di restoran ini.


Setelah mendapatkan pesanannya, ia langsung mengemudikan mobilnya menuju kantor Diko.


Ia sudah tahu alamat kantor Diko namun belum ada kesempatan untuk langsung ke sana. Hari ini ia khususkan untuk menemui suaminya mumpung ia bisa keluar kantor menjelang jam pulang kerja.


"Sayang, kamu lagi apa?" tanya Riana yang rupanya sedang menelepon Diko untuk memastikan keberadaannya.


"Baru aja kelar meeting, kenapa sayang?" tanya Diko.


"Belum, sebentar lagi deh. Kamu udah makan belum?" tanyanya balik.


"Belum juga, eh udah dulu ya Mas, aku lagi banyak kerjaan" jawab Riana sedikit berbohong.


Kemudian ia memutuskan panggilan teleponnya dan langsung melanjutkan perjalanannya menuju ke kantor Diko.


Ia beruntung karena jalanan tak begitu macet siang itu, sehingga tak membutuhkan waktu lama baginya untuk sampai di sana.


Begitu tiba di kantor Diko, Riana langsung turun dan bertanya pada bagian resepsionis.

__ADS_1


"Saya mau ketemu bapak Diko" ucap Riana setelah resepsionis tersebut menanyakan maksud kedatangan Riana.


"Apa sudah ada janji sebelumnya?" tanya resepsionis itu kemudian.


Riana menggeleng.


"Bilang saja Riana yang datang" jawab Riana.


Resepsionis tersebut langsung menelepon ke sekretaris Diko agar menyampaikan bahwa Riana ingin menemuinya.


Tak lama kemudian resepsionis tersebut langsung mempersilahkan Riana untuk menuju lantai 2 di mana ruangan Diko berada. Ia bahkan mengantarkan Riana langsung.


"Maaf ya Bu, saya tidak tahu kalau Ibu adalah istri Pak Diko" ucapnya tak enak hati.


"Ga apa-apa, santai aja" jawab Riana sambil tersenyum.


Dalam hati Riana membathin sambil celingak celinguk memperhatikan detail kantor suaminya.


'Kayaknya semua orang di sini hormat banget sama Mas Diko. Eh, ya iya lah, orang Diko pimpinan" bathinnya.


'Keren juga ya kalau jadi pimpinan, semua-semua serba dilayani' gumamnya dalam hati.


Setelah melewati meja sekretaris Diko, dan resepsionis tersebut meninggalkannya, ia langsung membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan suaminya.


Diko tersenyum sumringah melihat kedatangan Riana yang membuatnya surprised.

__ADS_1


Diko langsung berdiri dan merentangkan kedua tangannya sebagai kode agar Riana mendekat kemudian memeluknya.


__ADS_2