
"Ijin pake dulu ya" ucap Diko saat menerima kunci mobil dari Bintang.
"Udah santai aja Dik, pake aja. Udah lama juga Riana ga jalan-jalan di Surabaya. Abisnya kalau ke sini sebentar terus, jadi ga sempat jalan-jalan" jawab Bintang yang dengan senang hati meminjamkan mobilnya.
Sedangkan di dalam rumah, Riana sedang berpamitan dengan Budhe Retno. Ia dan Diko akan pergi ke coffee shop yang ada di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya. Diko janjian untuk bertemu dua orang teman lamanya yang kini tinggal di Surabaya.
"Aku berangkat dulu ya Budhe" ucap Riana sambil mengambil tangan kanan Budhe Retno untuk disalaminya.
"Iya sayang, kalian hati-hati ya" jawab Budhe Retno.
"Eh, kalian pake mobil Budhe aja" ucap Budhe Retno lagi.
"Bintang udah minjemin mobilnya kok Budhe" jawab Riana cepat.
"Oh yo wis, nanti biar dia tak suruh pake mobil Budhe aja kalau ada perlu" ucap Budhe Retno.
__ADS_1
Budhe Retno turut mengantarkan Riana sampai ke teras rumahnya.
Setelah Diko pun berpamitan, keduanya berangkat untuk bertemu teman lama Diko.
Selama perjalanan, Riana yang bertugas sebagai navigator untuk menunjukkan arah pada Diko agar mereka tidak salah jalan. Maklumlah, Diko tak tahu sama sekali tentang jalanan di sini.
"Nanti apa aku ga ganggu kalian Mas?" tanya Riana.
"Ya ga lah sayang, kan sekalian aku mau ngenalin kamu sama mereka" jawab Diko yang masih fokus menyetir.
"Teman sekolah dulu ya Mas?" tanya Riana.
"Hmm, jadi mereka berdua itu kakak adik. Aku dulu dekat banget sama mereka berdua ini. Dari mulai masih jadi anak baik-baik, sampai sama-sama terjerumus" jelas Diko.
"Hah? Jadi mereka jugaa" belum sempat Riana bertanya, Diko sudah mengangguk karena paham akan apa yang akan di tanyakan istrinya.
__ADS_1
"Iya, betul. Setelah selesai rehab, mereka pindah ke Surabaya untuk memulai kehidupan yang baru, dan memulai lingkungan yang lebih sehat daripada di Jakarta. Syukurnya sekarang mereka berdua sudah sukses, punya usaha berdua juga" jelas Diko lagi.
Mata Riana berbinar, entah kenapa ia ikut terharu. Bagaimana pun kelamnya masalalu seseorang, ia pasti bisa bangkit dan sukses asalkan orang tersebut punya niat yang kuat dan usaha yang keras. Contohnya Diko dan dua temannya itu. Riana kini menjadi paham kenapa Diko semangat sekali untuk bertemu temannya ini, ternyata ada histori yang mendalam di antara mereka, yaitu tentang perjuangan untuk keluar dari dunia penuh maksiat dan merubah hidup menjadi lebih baik.
Setelah 20 menit, mereka tiba di depan pusat perbelanjaan yang di maksud. Keduanya segera keluar dan mencari coffee shop tempat Diko akan bertemu dengan temannya.
Sesampainya di coffe shop tersebut, Diko langsung notice dengan wajah yang sangat di kenalnya.
Terlihat dua orang laki-laki yang wajahnya sedikit mirip. Cukup terlihat kalau mereka kakak adik. Keduanya sama-sama berperawakan tinggi dengan kulit sedikit gelap, bedanya yang satu memiliki brewok tipis menghiasi wajahnya sedangkan yang satu tidak.
Diko tampak berpelukan dengan keduanya. Terlihat sekali mereka sudah lama tak bertemu, karena saking eratnya berpelukan dan wajah sumringah yang terpancar dari ketiganya.
"Oh iya, kenalin ini istri gue, Riana" ucap Diko sambil menarik pinggang Riana.
Riana tersenyum ramah sambil menyalami keduanya bergantian. Si lelaki berbrewok tipis memperkenalkan dirinya dengan nama Gino, sedangkan yang satu lagi memperkenalkan dirinya dengan nama Alex.
__ADS_1
Keduanya terlihat sopan dan Ramah. Diko, Gino dan Alex langsung terlibat dalam perbincangan yang seru. Bernostalgia dengan kisah lama mereka.
Sesekali Riana terlihat menimpali dan ikut tertawa mendengar cerita mereka. Riana pun mendapatkan cerita-cerita baru terkait suaminya yang belum pernah ia dengar.