
Riana melirik ponselnya yang sedang berdering. Terlihat nama Diko terpampang di sana. Kemudian Riana segera mengangkatnya.
"Iya Mas" jawabnya.
"Sayang, kamu lagi apa?" tanya Diko.
"Baru aja selesai merapikan tanaman, kenapa Mas?" jawab Riana sambil melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 11 siang.
"Hmm, begini. Kamu siap-siap ya, sebentar lagi aku jemput, kita pergi makan siang" ucqo Diko.
"Kok tumben tiba-tiba Mas? Biasanya kan kita udah janjian dulu" tanya Riana heran.
"Hmm, iya ga apa-apa. Aku kangen aja sama istriku" jawab Diko sambil tertawa kecil.
"Iiih masih jam segini udah gombal" jawab Riana malu-malu.
"Yaudah pokoknya kamu siap-siap sekarang ya. 30 menit lagi aku sampai rumah" ucap Diko yang membuat Riana buru-buru mandi dan bersiap-siap.
Ia yang baru saja berkutat dengan tanah, pupuk dan tanaman tentu saja memerlukan mandi agar kembali segar dan bersih.
Ia sudah sangat hapal dengan suaminya yang begitu tidak suka menunggu. Apalagi jika menunggu Riana yang kelamaan berdandan, Diko bisa cemberut habis-habisan.
__ADS_1
Dengan sigap ia mandi dan berpakaian, dandan dengan kilat kemudian berpamitan dengan Bi Yum. Benar saja, begitu ia membuka pintu rumah, terlihat Diko baru saja memasuki pekarangan rumah.
Riana langsung masuk ke dalam mobil.
"Kita mau kemana Mas?" tanyanya sambil meletakkan tasnya ke kursi belakang.
"Kita makan siang di restoran sushi ya sayang" jawab Diko sambil tersenyum.
Riana mengangguk setuju. Memang sudah lama ia tak makan sushi, pas sekali Diko mengajaknya ke sana.
Sesampainya di sana, Diko dan Riana memesan beberapa menu. Begitu makanan mereka datang tanpa menunggu lagi keduanya sibuk mencicipi sushi yang terlihat begitu lezat.
Setelah selesai makan, Diko memulai pembicaran.
"Hadiah apa Mas? Kan aku ga lagi ulang tahun" jawab Riana polos.
"Memangnya hadiah hanya pas ulang tahun aja? Sebagai suami aku kan juga pengen memberi kamu hadiah" jawab Diko yang terlihat pura-pura cemberut.
"Ini, semoga kamu senang ya sayang" ucap Diko sambil mengeluarkan sesuatu.
Riana menerima kotak kecil yang diberikan Diko. Dengan penuh rasa penasaran ia membukanya. Terlihat beberapa lembar kertas di sana.
__ADS_1
Di ambilnya kemudian di bacanya perlahan. Kemudian ia terkejut sambil menutup mulutnya.
"Kamu serius ini Mas?" tanya Riana pada Diko.
Diko hanya mengangguk sambil tersenyum.
Mata Riana berbinar-binar setelah tahu bahwa hadiahnya adalah tiket liburan mereka berdua ke Jepang. Penerbangan terjadwal satu minggu lagi.
"Sejak kapan kamu mempersiapkan ini Mas?" tanyanya sambil membaca visa keberangkatan mereka yang juga ada di sana.
"Sekitar sebulan lalu, karena visanya udah keluar jadinya aku langsung ngasih kejutan buat kamu" jawab Diko sambil menggenggam erat tanga Riana.
"Mari kita lupakan sejenak segala permasalahan yang ada di sini, dan mudah-mudahan liburan kita ini bisa membahagiakan kamu" ucap Diko lagi.
Riana yang cukup terharu langsung memeluk Diko dengan begitu mesra.
Riana begitu senang dan bahagia.
"Terima kasih ya Mas" ucap Riana.
"Jangan berterima kasih sayangku, ini adalah hak kamu, bahkan seharusnya sejak awal kita menikah" jawab Diko sambil mengelus rambut istrinya.
__ADS_1
"Sekarang aku mau ajak kamu ke mall untuk beli baju dingin, karena suhu di sana minggu depan sekitar 21 derajat. Makanya aku sengaja ajak kamu ke sini biar setelah makan siang kita bisa langsung ke mall" jelas Diko.
Riana mengangguk senang, ia sangat bersemangat menyambut liburan pertama mereka.