Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 132


__ADS_3

Riana bergelayut manja di lengan Diko. Keduanya berjalan memasuki halaman resort yang telah mereka booking sejak sebelum berangkat.


Setelah tadi pagi mereka berangkat dengan menggunakan pesawat dari Tokyo ke Okinawa, siang ini mereka sampai di Hyatt Regency Seragaki Island. Tempat yang mereka pilih untuk menghabiskan sisa honeymoon mereka.


Riana takjub dengan suasana resort yang benar-benar indah. Apalagi saat masuk ke dalam kamar mereka, Riana begitu tersentuh dengan betapa indahnya interior dan dekorasi kamar.


Begitu ia melangkahkan kaki ke dalam, tampak bunga mawar merah khas pengantin baru bertaburan seperti karpet merah yang digelar.


Terlihat meja makan yang di atasnya sudah tersedia dua buah gelas tinggi dan sebotol wine mewah. Terdapat tulisan di sebuah kertas yang ada di atas meja tersebut.


'Welcome Mr. Diko dan Mrs. Riana'


Begitu tulisan tak tertera di sana.


Tempat tidur bertabur bunga mawar berbentuk hati juga terlihat menambah kesan manis dan romantis untuk mereka berdua.


Saking bahagianya Riana langsung menghambur ke pelukan Diko dan meluapkan rasa bahagianya.


"Kamu yang minta dekorasinya?" tanya Riana.


Diko mengangguk sambil tersenyum.


Di peluknya Riana dengan erat.

__ADS_1


"Mari kita mengulang malam pengantin lagi. Maaf karena dulu aku telah merusak malam pengantin kita dengan tidur dan menghindar. Semoga semua ini bisa mengganti sedikit dari kekecewaan kamu" ucap Diko tepat di samping telinga Riana.


Riana terharu. Ia tak menyangka Diko akan mengganti malam pengantin mereka yang gagal dulu.


Tanpa basa-basi, Riana mengecup bibir Diko dengan mesranya. Diciumnya dengan perlahan. Diko pun membalas sambil memegang kedua pipi Riana seolah tak ingin terlepas.


Dengan nafas keduanya yang terdengar semakin pendek-pendek dan berat menandakan mereka sedang bernafsu.


Namun Diko melepaskan ciumannya perlahan.


"Kita lihat pemandangan di luar dulu yuk sayang" ucapnya sambil menunggu persetujuan istrinya.


Riana mengangguk setuju walaupun ada seperti rasa yang terputus saat itu.


Begitu mereka keluar dan melihat balkon, Riana dan Diko disambut angin khas pantai dan suara deburan ombak.



Diko datang memeluk Riana dari belakang. Keduanya terdiam sambil menikmati pemandangan yang terhampar begitu indah di depan mereka.


Riana mengambil tangan Diko yang sedang melingkar di pinggangnya. Diciumnya punggung tangan Diko dengan pelan.


"Makasih ya Mas. Aku sayang kamu" ucap Riana.

__ADS_1


Diko menenggelamkan wajahnya pundak istrinya.


"Aku juga sayang kamu, sayang banget" jawab Diko.


Diko yang masih menahan akhirnya memberi signal bahwa pertahanannya mulai goyah.


Diciuminya tengkuk istrinya hingga Riana kegelian. Ditariknya tubuh Riana ke dalam, ditutupnya pintu geser yang terdapat di balkon.


Riana melingkarkan tangannya di leher Diko. Dengan perlahan Diko menciumnya bibir istrinya. Sambil tangannya membelai mesra pipi Riana.


Riana makin mengencangkan pelukannya seolah tak ingin menyudahi. Diko melepaskan bibir mereka yang saling bertaut. Diciumnya kening Riana dengan mesra.


Kemudian ditatapnya mata istrinya itu. Riana memberikan senyuman manisnya yang semakin membuat hati Diko meleleh.


Diko mengelus lengan Riana dengan lembut, kemudian tangannya beranjak menelusuri resleting blouse yang dikenakan istrinya. Dibukanya dengan berhati-hati.


Dilepaskannya pakaian yang melekat pada tubuh istrinya dengan perlahan. Sampai keduanya sudah dalam keadaan siap untuk saling memadu cinta mengulang kembali malam pengantin mereka.


Diko membaringkan istrinya ke atas tempat tidur. Kelopak bunga mawar berbentuk hati yang telah di susun di sana terlihat beterbangan ke berbagai arah termasuk ke tubuh Riana.


Dengan perlahan Diko memungut dan menyingkirkannya. Ia tak ingin ada pembatas antara tubuhnya dan Riana walau hanya sehelai kelopak mawar.


Ia ingin mereka bisa saling menikmati satu sama lain. Segera dipagutnya kembali bibir istrinya, kemudian beranjak menuju leher yang berhasil membuat Riana bergidik.

__ADS_1


Dikunjunginya dua buah gundukan kenyal yang selalu menarik perhatiannya. Sesekali diliriknya ekspresi Riana yang memejamkan mata sambil menggigit bibirnya yang membuat Diko semakin bernafsu.


Riana sesekali terlihat meremas punggung Diko dengan kencang.


__ADS_2