
Devi terlihat begitu marah dan menatap Diko penuh emosi.
"Sekali lagi aku tanya, apa maksud kamu melakukan semua ini pada Riana? Apa salah Riana padamu?" tanyanya sambil berusaha meredam emosinya.
Devi tersenyum sinis seperti tak merasa bersalah.
"Aku bertahun-tahun terjebak dalam masalaluku dengan mu. Kamu yang brengsek Diko! Kamu yang brengsekk!!" teriaknya penuh kebencian.
Diko mengeryitkan dahi mendengar pernyataan Devi.
"Kau lupa telah menghancurkan aku dulu? Kemudian kau meninggalkan aku begitu saja" ucap Devi dengan tatapan tajamnya pada Diko.
__ADS_1
Diko ingat dulu ia dan Devi memang berpacaran di luar batas. Dan saat itu juga Diko memutuskan untuk direhabilitasi dan tak lagi bergaul dengan lingkungan lamanya termasuk Devi.
Riana yang berada di sana mencoba mencerna satu persatu yang di sampaikan oleh Devi.
"Itu masa lalu! Tidak ada hubungannya dengan istriku!" jawab Diko tak terima.
"Iya!! Bagimu itu masalalu. Tapi bagiku itu adalah bayang-bayang mimpi buruk yang selalu menghantuiku. Kau berbuat seenakmu, aku yang saat itu masih virgin dan mencintaimu seperti sudah buta karena rayuanmu. Kau tiduri aku sesuka hatimu, lalu kau tinggalkan aku seperti sampah tanpa ada kabar berita!" jelas Devi dengan penuh amarah.
Riana tercengang sambil menutup mulutnya tak percaya mendengarkan percakapan antara suaminya dan Devi. Seburuk itukah dulu suaminya.
"Segampang itu kamu bilang suka sama suka" ucap Devi sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
"Sejak kau menghilang aku frustasi. Aku merasa kau campakkan. Aku terpuruk dan tak punya rasa percaya diri, aku merasa begitu kotor. Sampai sekarang aku tak bisa melupakan semuanya, aku pun tak sanggup untuk menikah karena rasa percaya ku terhadap laki-laki sudah hilang!! Aku muak!!" teriak Devi seperti orang yang hilang kendali.
"Sedangkan kamu???!! Terlihat bahagia menjalani hidupmu dan itu jauh berbeda dengan apa yang aku alami bertahun-tahun ini. Hidup dengan perasaan insecure karena ulahmu" lanjutnya.
"Setelah bertahun-tahun kamu menghilang bagai ditelan bumi, kau campakkan aku yang telah kau renggut hal paling berharga yang ada pada diriku. Tiba-tiba kamu hadir lagi di hadapanku hampir setiap hari dengan begitu mesranya mengantarkan istrimu ini ke kantor seperti dua orang yang dimabuk cinta" jelas Devi lagi yang kini dengan air mata yang mulai menetes di pipinya.
"Dan istri kesayanganmu ini, di kantor sering menceritakan bagaimana suaminya yang begitu mencintainya memperlakukannya bagai seorang putri dan penuh dengan rasa cinta. Sedangkan aku di perlakukan bagai sampah yang kamu tinggalkan setelah kau tak suka. Tak sekali ku dengar dia bercerita dengan sahabatnya di kantor tentang kalian. Kamu kira itu tak cukup membuat hatiku ini mendidih?" ujar Devi sambil menatap Diko dan Riana penuh kebencian.
"Kurang ajar kamu Devi!!" teriak Diko penuh amarah.
"Riana tak bersalah!! Hukum saja aku!! Bukan istrikuuu!" teriaknya sambil menangis dengan hati yang hancur berkeping-keping. Ini karena perbuatannya, Riana harus menanggung semua ini.
__ADS_1
Ia merasa seperti seseorang yang tak berguna, ia merasa begitu jahat. Ia begitu mengutuk dirinya yang dulu. Ia tak bisa terima jika ini karma, kenapa harus menimpa istrinya yang tak tahu apa-apa.