Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 45


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Diko langsung masuk ke ruang kerjanya tanpa sepatah katapun. Sedangkan Riana terlihat langsung menuju dapur untuk membuat makan malam walau hatinya sedang tak menentu.


Dimasaknya nasi, kemudian sambil menunggu, diambilnya daging yang sudah di potong-potong tipis dari freezer dan segera di masaknya dengan saus teriyaki.


Ditatanya di atas sebuah piring, dan di ambilnya segelas air putih, kemudian di antarnya ke ruangan Diko.


Ketika Riana masuk Diko sedang bekerja di depan layar komputer yang ada di ruang kerjanya. Ia pun masuk ke dalam dan meletakkan piring serta gelasnya.


"Makan malam dulu Mas" ucap Riana sambil meletakkan piring di atas meja.


"Hmmm" gumam Diko.


Riana pun langsung keluar.


Sampai lewat tengah malam Diko tak kunjung keluar dari ruang kerjanya. Riana yang penasaran tetap menunggu sampai akhirnya Diko tak kunjung keluar kamar. Terkantuk-kantuk ia menunggu Diko di kamar, tak biasanya Diko seperti ini. Selarut apapun ia bekerja biasanya tetap tidur di kamar mereka.


Diberanikannya untuk mengecek ke ruang kerja Diko, ia curiga Diko ketiduran di sana.


Dibukanya pintunya perlahan agar tidak mengganggu. Tampak Diko yang sedang tidur di atas sofa.


Hati Riana seketika tak karuan, Diko bukan ketiduran melainkan dengan sengaja tidur di ruang kerja.


'Ya Allah, ada apa ini?' gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Diberanikannya masuk kemudian di bangunkannya Diko dengan lembut. Entah kenapa ia mengalah kali ini, ia melupakan rasa kesal dalam hatinya, dan memilih untuk bersikap baik.


"Mas"


"Mas, bangun"


Mas, pindah ke kamar ya" ucap Riana sambil mengelus lengan Diko.


Diko mengintip sedikit, kemudian berbalik memunggungi Riana.


"Maas, pindah ke kamar ya, di sini banyak nyamuk" ujarnya lagi.


"Kamu bisa biarin aku sendiri ga sih?" tanya Diko dengan nada kesal.


"Aku cuma ga mau kamu di sini tidurnya ga nyaman aja Mas, maaf kalau kamu merasa terganggu" ucap Riana sambil melangkah mundur.


"Kalau kamu mau aku nyaman, biarin aku di sini" ucap Diko.


Riana mengeryitkan dahinya heran.


"Kamu ini kenapa sih Mas sebenarnya? Dari rumah Papa Mama tadi kok jadi aneh, dan sekarang marah-marah, aku salah apa Mas?" ucap Riana yang tak bisa membendung lagi segala pertanyaan yang ada di kepalanya.


"Rianaa, bisa ga kamu ga usah banyak tanya? Kasih aku waktu buat sendiri, jangan bikin aku makin kesal!! Ini semua tu gara-gara kamu, kamu yang buat aku begini " ucap Diko sambil berdiri di depan Riana.

__ADS_1


Riana melangkah mundur melihat Diko yang sepertinya makin emosi.


"Aku?" tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Udah lah, aku pengen sendiri, tinggalin aku di sini" ujar Diko.


"Baik, kalau kamu maunya begitu." jawab Riana datar sambil mengangguk lemah, kemudian ia keluar dari ruang kerja Diko sambil menghapus butiran-butiran air mata yang terus mengalir di pipinya.


Riana kembali ke kamarnya dengan berderai air mata yang tak bisa ia tahankan. Sakit dan nyeri di dadanya terasa seperti mengiris-iris perasaan. Bayangan kehidupan rumah tangga impiannya hancur dalam waktu dua minggu setelah menikah, dengan sebab yang ia sendiri pun tak mengetahuinya.


Sakit sekali hatinya saat teringat Diko menyalahkannya, saat Diko mengatakan bahwa ini semua gara-gara dirinya sedangkan ia tak tahu apa-apa.


Riana menarik nafas panjang. Dengan yakin, dibukanya lemari, diambilnya beberapa baju kemudian dimasukkannya ke dalam tas. Disambarnya peralatan make up sehari-harinya, kemudian tak lupa ponsel dan kunci mobilnya.


Dengan bergegas ia melangkahkan kaki ke arah pintu ruang tamu untuk keluar, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti.


Ia berniat untuk pulang ke kosnya sampai Diko bisa menjelaskan semuanya baik-baik tanpa emosi. Namun ia merasa bersalah jika harus pergi diam-diam seperti ini.


Riana langsung menuju ke ruang kerja Diko. Dilihatnya Diko sudah berada di balik selimut. Ia pun mengurungkan niatnya kemudian menulis di secarik kertas yang ada di meja kerja.


'Mas, aku pergi. Maaf aku ga pamit langsung'


Itu yang ia tulis kemudian pergi.

__ADS_1


__ADS_2