
Riana baru saja selesai mandi sore itu, ia mengerucut handuk di atas kepalanya. Hanya dengan berbalut selembar handuk ia pun keluar dari kamar mandi.
Begitu keluar, ternyata Diko sedang berada di depan pintu kamar mandi. Riana minggir ke kiri untuk memberi Diko jalan, namun Diko ikut ke kiri. Riana ke kanan, Diko ikut ke kanan.
"Maas, apaan sih" ucap Riana.
Diko tersenyum iseng.
"Jangan macem-macem ya, aku udah mandi nih. Jangan bikin aku mandi dua kali"
"Dih galak banget sih istriku" ujar Diko sambil menyosor dengan mulut yang di manyunkan.
Dengan gesit Riana melipir dan lolos dari suaminya yang hendak iseng itu.
"Yaah dia kabur" ucap Diko pura-pura merajuk.
Riana menjulurkan lidah sambil menggoyangkan pinggulnya mengejek.
Diko yang merasa tertantang langsung mengurungkan niatnya untuk ke kamar mandi. Dikejarnya Riana yang tadi mengejeknya hingga Riana berlari.
Segesit apapun ia menghindar, namun pastilah Diko tetap bisa mengejarnya.
Diko menangkap istrinya itu dan memeluknya dari belakang. Diciuminya hingga Riana kegelian dan berusaha melepaskan diri. Semakin Riana berusaha untuk melepaskan pelukan Diko, semakin Diko memeluknya dengan erat.
"Mas, jangan iseng deh" ucap Riana.
__ADS_1
"Biariin, siapa suruh ngejek aku" jawab Diko kesenangan.
Diko menarik tubuh istrinya itu ke atas tempat tidur. Direbahkannya dan dikuncinya hingga Riana tak bisa bergerak. Dibuatnya Riana tak berkutik dan menyerah padanya.
Riana tak lagi bisa berusaha melepaskan diri, bahkan hatinya berkata tidak ingin dilepaskan. Ia pasrah jika lagi-lagi harus mandi dua kali karena perbuatan suaminya itu.
...***...
Riana masih berada di pelukan Diko setelah romantisme sore itu. Ia terkantuk dan masih merasa berat untuk bangkit dan membersihkan diri.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Dengan malas ia meraih ponsel yang berada di atas nakas itu. Dilihatnya nama Tante Risna tertera di sana.
"Ya Tante" ucap Riana menjawab telepon tantenya.
"Kamu gimana kabarnya sayang? Sehat?" tanya Tante Risna mengawali obrolannya.
"Baik juga Ri, apalagi melihat Dira yang semakin ceria, tante dan om semakin senang" jawabnya.
"Ri, tante boleh bicara sama Diko?" tanya Tante Risna.
"Oh iya boleh tante, tapi sebelumnya, ada apa ya Tante? Apa ada masalah?" tanya Riana penasaran.
"Hmmm, ini lho Ri. Ini terkait Dira, Alex yang dulu pernah kamu ceritakan itu sepertinya benar-benar serius sama Dira. Bahkan dia sudah menemui tante dan om untuk meminta izin akan melamar Dira. Jujur tante belum mengenal Alex karena hanya bertemu beberapa kali, jadi tante mau tanya-tanya sama Diko. Yaa setidaknya tante butuh pencerahan sedikit tentang Alex, sebelum tante dan om mengambil keputusan" jelas tante Risna.
"Oooh begitu, memang bagus tante tanya ke Mas Diko, karena dia yang kenal dekat sama Alex. Sebentar ya Tante" ucap Riana.
__ADS_1
Riana kemudian mengusap-usap rambut Diko yang sedang tertidur dengan lembut.
"Mas, ini Tante Risna mau ngomong sama kamu, ada perlu" ucap Riana seraya sedikit menggoyang tubuh Diko agar ia terbangun.
Diko mengambil ponsel Riana tersebut dan menjawab panggilan Tante Risna. Diko menceritakan apa adanya tentang Alex pada Tante Risna, agar tak ada hal yang di tutup-tutupi. Semuanya ia buka secara gamblang, Diko merasa punya hak berbicara karena saat ini posisinya adalah keluarga dari Dira. Ia harus jujur dan jika nanti Tante Risna dan om Didi menerima Alex sebagai menantu mereka, mereka menerimanya dengan apa adanya.
Tak lupa Diko juga mempromosikan Alex dengan membeberkan hal-hal baik. Tante Risna sepertinya terkesan dengan penjelasan Diko, ia menangkap Tante Risna pasti bisa menerima masalalu Alex.
"Makasih banyak ya Diko atas penjelasannya buat Tante. Kalau begini Tante kan sudah plong dan lega. Nanti tante akan sampaikan semuanya ke om, biar om juga bisa menilai" ucap Tante Risna yang kini sudah merasa lega.
Setelah Diko selesai menerima telepon dari Tante Risna, didapatinya Riana tidak ada di tempat tidur. Ternyata ia sudah beranjak ke kamar mandi saat Diko mengobrol dengan Tante Risna tadi.
Tak lama kemudian Riana keluar lagi-lagi dengan handuk yang mengerucut di atas kepalanya. Ide iseng Diko kembali keluar.
Ia memandang istrinya itu dari jauh dengan tatapan penuh niatan. Tiba-tiba ia berdiri dan melambaikan tangan menginstruksi agar Riana mendekat.
"Jangan macem-macem ya Mas" ucap Riana sambil menyilangkan tangan di dadanya.
"Ayolah sayang, sekaliii lagi" ucap Diko pura-pura memelas.
"Maaas, serius ah" ucap Riana panik.
Diko tertawa lebar melihat ekspresi istrinya itu.
"Awas ya Mas, kalau kamu isengin aku" ucap Riana.
__ADS_1
Diko dengan kuda-kudanya langsung bergerak akan menangkap tubuh Riana. Namun secepat kilat Riana menghindar dan meraih engsel pintu dan ngacir keluar kamar.
Tinggallah Diko yang tertawa puas di dalam kamar setelah melihat istrinya yang kabur keluar kamar.