Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 32


__ADS_3

Acara resepsi berlangsung lancar. Walaupun tamu yang diundang tidak begitu banyak, kebanyakan hanya kerabat dekat dan keluarga tetapi Riana dan Diko merasa lelah luar biasa setelah berdiri berjam-jam menyalami setiap tamu yang datang.


Acara yang dimulai sejak pagi itu, akhirnya selesai di sore hari. Para tamu terlihat sudah meninggalkan ruangan. Hanya tersisa keluarga dekat dan WO yang sedang betugas. Ruangan tersebut tampak mulai sepi.


Riana baru saja mengobrol dengan teman Budhe Retno yang berpamitan dengannya.


Kemudian ia melihat ponselnya, dilihatnya jam menunjukkan pukul 4 sore. Kepalanya terasa berat, mukanya sudah tak nyaman karena full make up, serta baju yang lumayan berat membuat badannya lelah.


Diko sedang berbincang dengan Bintang saat itu. Kemudian Riana menghampirinya untuk pamit ganti baju.


"Mas, aku duluan ga apa-apa ya? Badanku udah ga enak banget nih, pengen bersih-bersih terus ganti baju" ucapnya berbisik.


"Apaan sih kamu Ri, baru aja SAH udah bisik-bisik. Rahasia banget sampe aku ga boleh denger" goda Bintang melihat pengantin baru itu.


Riana mencubit lengan Bintang yang tengah tertawa menggodanya hingga Bintang kesakitan.


"Yaudah, aku di sini dulu ya mau ngobrol sebentar" ucap Diko.

__ADS_1


Riana mengangguk setuju kemudian melangkah ke luar dan menuju ke kamarnya.


Ternyata di dalam kamar ada Farah yang baru saja selesai mandi dan berganti baju.


Ya, Riana dan Farah menginap satu kamar karena suami Farah yang sedang bekerja di Kuwait tidak bisa pulang untuk menghadiri acara pernikahan Riana yang cukup mendadak.


"Duh, gerah banget nih Mbak" ucap Riana sambil berdiri di depan meja Rias.


"Sini tak bantuin ya" jawab Farah sambil membantu melepaskan aksesoris yang melekat di rambut Riana.


Tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu.


Ternyata seorang wanita, orang dari WO yang datang ingin membantu Riana mengemasi segala barang MUA dan wardrobe.


Akhirnya ia membantu Farah untuk melepaskan segala pernak pernik yang menempel di tubuh Riana, termasuk gaun pengantin yang lumayan berat itu.


Setelah selesai, wanita itu terlihat mengemas segala barang-barang agar memudahkan Riana.

__ADS_1


Tak lupa Riana dan Farah berterima kasih pada wanita itu atas bantuannya untuk hari ini hingga acara selesai.


Riana pun beranjak membersihkan make up yang masih menempel di wajahnya, kemudian ia bergegas mandi dan berganti baju.


Akhirnya ia pun lega karena telah merasa segar dan lelahnya sedikit berkurang setelah shower mengguyur seluruh badannya dengan air hangat saat mandi tadi.


Buru-buru dipakainya daster pendek andalannya, lalu menyisir rambut dengan ala kadarnya, kemudian langsung menghempaskan diri di atas kasur.


"Aaaaahh, enaknyaaa. Aku tidur bentar ga apa-apa kali ya Mbak" ucapnya.


"Hmm, iya" jawab Farah


Farah yang sedang berbaring sambil memainkan ponsel di sebelah Riana pun hanya bergumam saja tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


Namun tiba-tiba wajahnya yang datar langsung berubah seperti orang tengah terkejut.


"Eh Ri, kamu kok di sini? Lha kamu kan seharusnya udah sekamar sama Diko, wong udah suami istri" ujarnya sambil memukul lengan Riana yang baru saja terpejam.

__ADS_1


Riana langsung meloncat terduduk di tempat tidur. Matanya terbuka lebar, mulutnya menganga bak orang yang sedang kaget.


__ADS_2