Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 80


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Diko masih terlihat lebih banyak diam. Riana paham mungkin Diko masih terkejut dengan pernyataan Dira.


Diko sebisa mungkin tak ingin lagi membahas hal tentang masa kelamnya dulu. Ia ingin sepenuhnya move on. Namun terkadang ada hal seperti ini yang membuatnya selalu gagal move on. Riana bisa merasakan bahwa Diko terkejut bahwa Dira mengetahui kartunya yang ia simpan rapat-rapat agar jangan sampai orang lain tahu, terutama keluarganya dan keluarga Riana.


"Jangan dipikirin ya Mas tentang yang tadi," ucap Riana sambil memeluk pinggang Diko yang tidur membelakanginya.


Diko mengubah posisinya menjadi telentang sambil menerawang ke langit-langit kamar.


"Gara-gara aku, kamu jadi terbawa-bawa oleh masalaluku" ujar Diko sambil menghela nafas.


Riana makin mengerti apa yang di rasakan oleh suaminya. Sesuatu yang ingin ia kubur rapat-rapat tapi masih saja punya celah untuk keluar.


"Yang penting, kamu sekarang adalah orang yang lebih baik. Biarkan masalalu kamu tertinggal di belakang tanpa harus menoleh lagi. Kalau pun ada orang yang mengungkitnya kembali, anggaplah itu sebagai motivasi agar tak kembali lg ke dunia itu Mas" hibur Riana yang sedang membelai mesra rambut suaminya.

__ADS_1


"Tapi aku sebenarnya sedih, kenapa Dira bisa-bisanya punya hubungan dengan Reyhan" lanjut Riana.


"Seburuk apapun hubungan kami, dia tetap sepupuku kan Mas. Aku juga ga bisa membayangkan gimana perasaan Tante Risna kalau tahu kelakuan Dira. Orang tuanya pasti akan sedih, apalagi Dira anak satu-satunya, dia harapan Tante Risna yang selalu di banggakan oleh orang tuanya. Ini juga akan jadi omongan di keluarga besarku Mas kalau semuanya tahu" ucap Riana melanjutkan.


"Sebenarnya apa sih yang dia cari, karena Dira udah punya segalanya. Dia bisa beli apapun yang dia mau. Dia cantik, menarik, banyak uang. Aku ga ngerti jalan pikirannya" ujar Riana lagi.


"Bagimu memang begitu, dia punya segalanya. Tapi biasanya orang yang sudah punya segalanya itu mencari sesuatu yang dia belum bisa punya dan suka dengan hal yang menantang karena berbagai kemudahan yang sudah berhasil ia capai" jelas Diko.


"Kalau Budhe Retno tahu, dia pasti kecewa kamu sudah menikah dengan orang seperti aku" ucap Diko datar.


"Kamu ga perlu takutkan tentang itu Mas" jawab Riana.


"Kalau Dira ngomong masalah ini ke orang tuanya atau ke Budhe retno gimana sayang?" tanyanya khawatir.

__ADS_1


"Mas, kalau Dira berani ngomong aku juga bisa bilang tentang dia pacaran dengan suami orang" ucap Riana penuh keberanian.


Diko terdiam sejenak.


"Maaf kalau kamu harus melewati hal seperti ini" ucap Diko sambil menatap wajah Riana.


"Maass, jangan bilang gitu lagi" jawab Riana dengan membelai lembut lengan suaminya.


"Aku ga peduli kalau pun Dira ngomong ke semua orang tentang ini. Aku juga yakin Budhe Retno pasti akan bisa mengerti bahwa kamu sudah bukan kamu yang dulu. Kamu sudah menunjukkan bahwa kamu sudah menjadi orang yang lebih baik" jelas Riana lagi.


Diko tersenyum mendengar ucapan Riana. Ia kembali menemukan semangatnya.


Benar kata Riana, ini harus menjadi motivasinya untuk menjadi orang yang lebih baik dan perlahan melupakan masalalunya serta berusaha untuk masa bodoh dengan apapun yang diucapkan orang lain selama dirinya benar.

__ADS_1


__ADS_2