
Sesampainya di rumah sakit, Riana langsung di tangani oleh dokter jaga di IGD. Diko turut menemani dan melihat langsung kondisi istrinya saat itu.
"Apa istri Bapak sedang mengandung?" tanya dokter jaga tersebut pada Diko.
Diko menggeleng.
"Apa sedang datang bulan?" tanya dokter itu lagi.
"Setahu saya iya" jawab Diko kemudian.
Tampak dokter tersebut menginterogasi Diko sambil memeriksa kondisi Riana.
"Istri anda makan apa sebelumnya Pak?" tanyanya lagi.
"Sarapan seperti biasanya, tidak ada yang aneh-aneh" jawab Diko sambil mengingat-ingat.
"Baik kalau begitu kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut, Bapak silahkan tunggu di luar dulu ya" ucap Dokter tersebut.
Dengan berat hati Diko pergi ke luar ruangan IGD dan menunggu di sana. Walaupun hatinya tak ingin jauh dari Riana. Ia begitu cemas, takut Riana kenapa-kenapa.
Dua puluh menit menunggu, terasa begitu lama bagi Diko. Pikirannya sudah kemana-mana. Ia khawatir sesuatu yang buruk sedang terjadi pada istrinya.
Tiba-tiba seorang perawat keluar dan menghampiri Diko.
__ADS_1
"Istri Bapak sudah sadar, namun masih di periksa lebih lanjut oleh dokter. Nanti jika sudah selesai, Bapak akan diberitahu kembali" ucap perawat tersebut.
"Tapi istri saya tidak apa-apa kan?" tanya Diko panik.
"Istri Bapak sejauh ini baik-baik saja, namun ada pemeriksaan lebih lanjut" jawab perawat tersebut.
Ada sedikit kelegaan di hati Diko. Walaupun ia belum tenang sebelum melihat secara langsung kondisi Riana saat ini. Dan kini lagi-lagi ia harus menunggu kembali.
Diko meraih ponselnya yang sedari tadi bergetar. Entah berapa kali Joe berusana meneleponnya namun tak ia angkat karena panik.
Karena hatinya telah sedikit lega, ia mengangkat telepon dari Joe. Sahabatnya itu pasti khawatir karena Diko berkata akan mengantar Riana interview kemudian langsung ke kantor karena ada meeting dengan klien barunya.
"Hallo" jawab Diko.
"Riana pingsan, gue lagi di rumah sakit. Kayaknya gue ga bisa ikut meeting Bro, lu handle dulu ya" jelas Diko.
"Ya Ampun, ya udah ya udah, ga usah lu pikirin. Urusin dulu Riana, nanti masalah meeting biar gue yang handle" ucap Joe yang juga tak kalah khawatir.
"Makasih ya Bro" hanya kata itu yang bisa Diko ucapkan pada Joe.
"Semoga Riana cepat pulih dan baik-baik aja ya" ucap Joe sebagai bentuk doa dan dukungan untuk sahabatnya itu.
Tiba-tiba perawat yang tadi menemui Diko, kembali keluar dan menghampirinya.
__ADS_1
"Pak, silahkan masuk, istri Bapak sudah bisa di temui" ucap perawat tersebut.
Diko langsung beranjak dan masuk ke dalam ruangan IGD. Disibaknya gorden yang memisahkan antar tempat tidur pasien.
Dilihatnya Riana tampak sangat segar dengan senyum tersungging bukan seperti orang yang habis pingsan.
"Kamu ga apa-apa?" tanya Diko khawatir.
Riana menggeleng.
"Aku baik-baik saja Mas" jawab Riana bersemangat.
"istri saya kenapa dokter?" tanya Diko pada seorang dokter wanita yang baru saja masuk hendak menemui Riana.
Dokter tersebut tersenyum.
"Selamat ya Pak, istri anda sedang hamil" ucap dokter tersebut.
Diko mencoba mencerna apa yang telah di ucapkan oleh dokter itu. Kemudian ia memandang ke arah Riana.
Riana terlihat tersenyum sambil mengangguk.
Mata Diko seketika berkaca-kaca. Ada rasa bahagia sebesar lautan yang kini bersemayam di hatinya.
__ADS_1