Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 28


__ADS_3

Riana melempar ponselnya ke atas kasur. Ia lelah sekali hari ini seharian mengurus pendaftaran pernikahannya di temani oleh Budhe Retno dan Pakdhe Heri.


Riana merasa sangat beruntung walaupun kedua orang tuanya telah tiada, masih ada keluarganya yang teramat baik padanya.


Ia mengangkat koper dan menaruhnya di atas tempat tidur. Dibukanya, kemudian ia mulai menyusun pakaian yang dibawanya ke dalam lemari. Kemudian memilih dan mempersiapkan bajunya untuk menyambut kedatangan keluarga Diko esok hari.


Tiba-tiba terdengar suara Budhe Retno memanggil dan mengetuk pintu kamar.


Riana mempersilahkan Budhe Retno masuk.


"Besok keluarga Diko dateng jam berapa ndhuk?" tanyanya.


"Dari Jakarta jam 8 pagi Budhe" jawab Riana sambil menggantung dress yang akan dikenakannya besok di dalam lemari baju.


"Ooh berarti besok setelah acara lamaran disini, kita dan keluarga Diko bisa langsung meeting sama orang wedding organizer dan vendor di hotel ya Ri?" ucap Budhe Retno.


"Iya Budhe, aku udah kasih tau Mas Diko kalau besok setelah acara lamaran kita langsung ketemu WO dan vendor" jawab Riana.


Budhe Retno mengangguk puas.


"Kamu istirahat tho ndhuk, besok mukanya lesu, pucet, dan ga seger kalau begadang" ucap Budhe Retno sambil mengelus pundak Riana.


"Iya Budhe, aku mandi dulu abis itu langsung tidur kok" jawab Riana sambil tersenyum.


"Oh iya, sini duduk dulu Budhe mau tanya" ucap Budhe Retno sambil menarik Riana untuk duduk di tepi tempat tidur.

__ADS_1


Riana menurut kemudian mengeryitkan dahinya menunggu pertanyaan Budhenya.


"Ini Budhe minta maaf lho ya ndhuk, Budhe cuma tanya dan memastikan. Budhe percaya sama kamu, kamu anak baik, ndak pernah macem-macem. Tapi Budhe perlu tahu saja" ujarnya semakin membuat Riana penasaran.


"Kamu ndak lagi hamil kan ndhuk?" tanya Budhe Retno sambil menggenggam tangan Riana.


"Ya ga lah Budhe, ini pegang perut aku masih rata kan?" ucap Riana sambil mengambil tangan Budhenya dan menekan perutnya.


"Aku berani testpack Budhe, aku beneran ga hamil. Ini semua mendadak bukan karena aku hamil" ucapnya meyakinkan.


"Iya iya, Budhe percaya. Budhe hanya mau dengar sendiri dari mulut kamu kalau ini semua memang baik-baik saja dan tidak ada yang aneh-aneh" ujarnya.


"Iya Budhe, aku ngerti. Mungkin kalau aku ada di posisi Budhe aku juga akan menanyakan hal yang sama" jawab Riana yang paham dengan kekhawatiran Budhenya.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka.


"Biiin" teriak Riana sambil berdiri kemudian memeluk sepupunya itu


Setahun tak bertemu, Bintang terlihat semakin matang dan dewasa. Berperawakan tinggi dan sedikit berisi serta kacamatanya yang selalu melekat padanya membuat tampilan Bintang semakin berwibawa.


"Ya ampun, udah mau nikah aja kamu ya Ri" ucap Bintang.


"Iya, abis ini kamu nyusul yaa" ucap Riana menggoda Bintang.


"Ah dia ga tau kapan Ri, capek Budhe nungguin dia ngenalin calonnya, ya sampe sekarang ndak ada yang dikenalin" ucap Budhe Retno.

__ADS_1


"Ya namanya proses Buk, kan aku mesti nyari yang sesuai, tho? Doain aja cepet ketemu jodohnya" jawab Bintang sambil merangkul ibunya.


"Ah kamu proses-proses terus. Ga maju-maju prosesnya" ucap Budhe Retno cemberut.


Riana hanya tertawa melihat percakapan ibu dan anak di depannya itu.


"Wis wis, ayo kita keluar. Biar Riana istirahat dulu. Besok lagi sambung ngobrolnya" ucap Budhe Retno sambil menarik tangan Bintang.


Riana masih tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi Bintang yang gantian cemberut karena dipaksa keluar dari kamar Riana.


Ketika akan masuk ke kamar mandi, Riana mendengar ponselnya yang terletak di atas kasur berdering.


Dilihatnya ada panggilan masuk dari Diko.


"Iya Mas," jawabnya sambil mengalungkan handuk yang tengah dipegangnya.


"Kamu belum tidur?" tanya Diko.


"Belum Mas, kamu kenapa belum tidur? Besok kan penerbangan pagi" tanya Riana balik.


"Iya, aku cuma mau memastikan semuanya baik-baik aja dan lancar disana" jawabnya.


"Iya Mas, semuanya lancar. Persiapannya semua lancar. Mudah-mudahan lancar sampai hari H nanti ya" ucap Riana.


"Aamiin. Sampai ketemu besok ya calon istriku, Assalamualaikum" ucap Diko.

__ADS_1


Wajah Riana langsung bersemu merah mendengar Diko menyebutnya calon istri.


"Waalaikumsalam" ucap Riana kemudian memeluk ponselnya dengan wajah yang masih merona karena malu.


__ADS_2