
Riana memandang lelaki yang sedang duduk di depannya ini dengan geram, ia berusaha untuk tetap tenang. Lelaki itu bernama Pramudya. Lelaki yang paling tak ingin ia temui dalam hidupnya 4 tahun terakhir. Namun kini kenyataannya mereka bertemu, bahkan Riana sendiri yang mendatanginya.
Riana merasa begitu bodoh, kenapa ia tidak browsing dulu siapakah nama pimpinan di perusahaan tempat ia melamar pekerjaan. Namun semua telah terjadi. Riana harus menghadapi apa yang ada di hadapannya kini.
Pramudya adalah mantan kekasih Riana yang sekitar 4 tahun lalu membuatnya kecewa. Saat itu pramudya sudah melamarnya dan berjanji akan segera menemui keluarganya di Surabaya. Riana sudah memberi tahu semua keluarga tentang hal itu. Namun H-1 keberangkatan ke Surabaya, Pramudya tiba-tiba tak ada kabar, ponselnya mati. Riana berusaha menghubungi keluarganya namun tetap tak ada jawaban. Riana juga sempat ke tempat kerjanya, namun Pramudya sudah tak lagi bekerja di sana alias sudah resign.
Beberapa minggu kemudian Riana melihat foto Pramudya telah menikah dengan wanita lain di salah satu postingan teman di sosial medianya. Riana merasa kecewa, malu, marah, sedih, semua campur aduk menjadi satu.
__ADS_1
Tak ada sepatah kata pun penjelasan dari Pramudya, ia hanya menghilang seperti di telan bumi. Namun kini ia nyata ada di depan Riana, tapi kali ini mereka bertemu di saat Riana benar-benar sudah tak ingin bertemu dengannya.
Ia tahu dulu Pramudya adalah seorang anak dari pemilik perusahaan besar, namun ia memilih untuk bekerja di tempat lain dengan alasan tak ingin berada di bawah ketiak orang tua. Namun Riana tak tahu bahwa ternyata ini perusahaan milik orang tua Pramudya, dan sepertinya saat ini ia telah mengambil alih.
"Aku sangat senang begitu melihat nama kamu ada di daftar pelamar Ri, aku merasa ini adalah jalan dari Tuhan agar aku tak terus menerus menunda untuk menjelaskan semua ini. 4 tahun sudah semuanya, mungkin ini sudah saatnya aku bicara" jelas Pramudya.
"Aku merasa ini tak perlu lagi di bicarakan, sudah basi. Kita sudah punya kehidupan masing-masing. Aku sudah menikah" ucap Riana lantang sambil menunjukkan cincin yang ada di jari manisnya.
__ADS_1
"Aku tahu, aku tahu semuanya. Aku tahu kamu pindah tempat tinggal setelah kejadian itu, aku tahu setelah itu kamu pulang ke Surabaya untuk ziarah ke makam orang tua kamu, aku tahu kamu di sana menangis selain karena rindu dengan mereka tapi juga karena marah denganku. Aku tahu dulu setiap malam sabtu sepulang kerja kamu dan Mey masih suka pergi ke Vibe Cafe, ngobrol, bercanda di sana sampai cafenya tutup" ucap Pramudya.
Air mata Riana mulai menetes. Ada rasa perih yang muncul di hatinya.
"Aku tahu saat kamu mulai dekat dengan suamimu, aku pun tahu saat kamu dan dia lamaran di Surabaya, bahkan Aku juga tahu keesokan harinya kalian menikah, kamu menggunakan kebaya putih dengan aksen mutiara berwarna keunguan, cantik sekali" lanjutnya yang membuat Riana cukup terkejut.
Air mata Riana kini mengalir cukup deras. Tak ia sangka akan mendengarkan semua ini.
__ADS_1
"Namun saat itu aku lega, aku bahagia, akhirnya aku bisa dengan tenang melepaskan kamu ke laki-laki yang menjadi pilihan kamu dan pastinya lebih baik dari pada aku. Laki-laki yang lebih bertanggung jawab yang saat ini ada di lobby dengan sabar menunggu istrinya" lanjut Pramudya lagi.