Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 63


__ADS_3

Seminggu sudah Diko dan Riana menjalani kehidupan di rumah mereka dengan hubungan yang cukup dingin.


Walaupun sikap Riana terkadang masih saja cuek, ia tetap terus berusaha mengambil hati istrinya agar kembali luluh.


Riana sebenarnya sudah merasa kasihan pada Diko yang selalu menerima sikap dinginnya. Tapi ia masih merasa perlu menguji kesabaran suaminya itu. Ia benar-benar harus memastikan bahwa Diko tak akan lagi seperti dulu.


Pagi itu seperti biasa Riana bangun kemudian keluar kamar dan langsung menuju dapur. Tapi sebelum keluar kamar, ia baru saja selesai olahraga ringan di kamar.


Mumpung weekend, ia menyempatkan olahraga sebentar agar tubuhnya tetap merasa fit dan bugar.


Sebenarnya ia berencana untuk pergi jogging pagi ini, tapi dilihatnya Diko sudah terlebih dahulu keluar rumah dan jogging keliling komplek kemudian ia mengurungkan niatnya.


Diko yang baru saja masuk rumah sehabis lari pagi langsung menghentikan langkahnya. Ia menelan ludah dan jantungnya langsung berdebar kencang.


Penyebabnya adalah pemandangan yang sedang dilihatnya saat itu. Riana dengan kaos putih ketat, dan celana olahraga pendek terlihat sedang beraktifitas di dapur. Paha istrinya yang terlihat tanpa penghalang membuatnya cukup berkali-kali menelan ludah sejak tadi.


Ia pun tak mengerti, makin ke sini ia selalu saja susah menahan hasrat saat melihat Riana dengan pakaian ketat atau pendek di rumah. Padahal dulu ia bisa saja, bahkan saat satu kamar.


Pikiran lelakinya selalu menjelajah entah kemana-mana jika sudah demikian. Rasanya tak sabar menunggu kapankah ia dan Riana bisa tidur dalam satu ranjang lagi.

__ADS_1


Riana yang sadar bahwa Diko sedang terpaku memperhatikannya langsung bertanya.


"Kamu kenapa Mas?" tanyanya dari balik island yang terdapat di dapur mereka.


Diko masih saja terpaku dengan lamunannya.


"Mas!" panggil Riana dengan cukup kencang.


Diko langsung terkejut dan tersentak.


"Eh, kenapa?" tanya Diko balik.


"Hmm, ga apa-apa" ucapnya sambil kemudian pergi meletakkan sepatu olahraganya.


Setelah itu Diko duduk kemudian menyalakan TV dan menonton berita pagi mumpung hari libur.


Riana yang sedang menunggu masakannya matang, bergegas mengambil vacuum cleaner dan memulai menyedot debu di lantai.


Sudut mata Diko menangkap pemandangan tubuh istrinya sedang berjalan mundur sambil memegang vacuum cleaner. Semakin dekat, semakin terlihat jelas lekuk tubuh Riana yang makin membuat pikirannya tak bisa fokus. Berita yang tadi ditontonnya pun kini sudah tak bisa ia serap dengan baik ke dalam otaknya. Semakin ke arah Diko, semakin terlihat jelas paha putih mulus yang rasanya ingin ia remas itu.

__ADS_1


Diko memijit dahinya yang mendadak migrain gara-gara hasrat di pagi hari yang menyeruak hadir. Matanya semakin tak bisa berpaling, semakin mengikuti kemana arah pinggul Riana pergi.


'Oh Tuhan, begitu beratnya cobaan ini' keluhnya dalam hati sambil mencoba menarik nafas panjang.


Nafsu kelaki-lakiannya sedang diuji. Saat ingin mengunjukkan eksistensi, istrinya masih belum memberikan lampu hijau. Dulu disaat Riana merasa ingin disentuh olehnya, ia jual mahal.


Ingin rasanya Diko mengutuk dirinya sendiri, kenapa dulu begitu bodohnya melewatkan kesempatan. Kini ia harus menanggung semuanya termasuk menahan nafsu biologisnya saat keinginannya sebagai laki-laki normal sedang memuncak. Ia hanya bisa berharap Riana segera memberinya kepercayaan kembali agar mereka bisa menjadi suami istri sebagaimana mestinya.


...***...


Hai kakak-kakak para pembaca semua. Sebelumnya author mengucapkan terima kasih untuk selalu setia menunggu kelanjutan cerita ini. Dan juga mohon maaf jika ada keterlambatan dalam up date BAB baru setiap harinya.


Dikarenakan beberapa hal yang terkadang membuat up date nya terlambat. Contohnya pemilihan kata, serta pemilihan alur yang author harus baca berulang-ulang agar terlihat smooth dan mudah dipahami. Kemudian setelah author menyerahkan naskah, ada yang namanya proses review.


Terkadang proses reviewnya bisa cepat dalam hitungan menit, bisa juga dalam hitungan jam, bahkan hitungan hari. Kalau pas dapat proses review lama, author pasti berusaha bertanya pada admin agar naskahnya bisa segera up date.


Yang pasti, author selalu berusaha untuk selalu update dan melanjutkan cerita ini hingga tamat. Sekali lagi terima kasih untuk support dari para pembaca, yang membuat author semakin semangat dalam menulis. Semoga semuanya tidak bosan dan selalu setia dalam membaca cerita ini.


Your support means a lot to me ❤

__ADS_1


__ADS_2