
Riana menahan diri untuk tak bertanya tentang Akira sampai mereka tiba di hotel. Yang awalnya mereka berencana untuk makan malam di luar pun akhirnya batal. Diko terlihat tak lagi bersemangat dan ingin segera pulang.
Riana berusaha tak banyak bertanya dulu. Sesampainya di hotel pun ia membiarkan Diko beristirahat dan makan malam sejenak agar tidak memperburuk mood suaminya.
Kalau hendak mengikuti keinginan hatinya, ingin rasanya begitu melangkah dari Asian Festival tadi ia langsung mencecar Diko dengan pertanyaan. Tapi sayangnya semua itu harus ia urungkan dan ia harus lebih bersabar untuk mendapatkan jawabannya.
Selesai makan malam, Diko masih seperti tak berniat untuk bercerita tentang kejadian tadi. Malahan ia seperti sudah hendak beranjak tidur.
Sampai di sini emosi Riana sudah mulai bergejolak. Bagaimana tidak, seharusnya Diko peka dengan apa yang ditunggu oleh istrinya. Yaitu penjelasan. Tapi kenapa seolah-olah saat ini Diko yang marah padanya.
Riana merasa heran akan hal itu. Sejak kejadian itu, Diko jadi lebih diam dan tak banyak bicara. Dan saat ini ia sudah masuk dalam selimutnya untuk tidur tanpa sepatah kata pun.
Ingin rasanya Riana mendiamkan balik Diko, karena ia tak merasa bersalah. Bahkan saat ini dirinyalah yang membutuhkan penjelasan.
__ADS_1
Di tengah rasa emosinya yang sedang meluap, Riana mencoba untuk tenang dan mengenyampingkan amarahnya karena sikap Diko. Setiap Diko bersikap menyebalkan seperti ini, ia selalu akan mengenang bagaimana kebaikan Diko padanya, perhatian Diko yang luar biasa, serta perjuangan Diko untuk dirinya. Itu dapat membuat emosi Riana mereda seperti saat ini.
"Udah tidur Mas?" tanya Riana sambil berbaring di samping Diko.
"Hmm" jawab Diko hanya menggumam.
"Kamu kenapa? Kok diem aja? Aku ada salah?" tanya Riana dengan intonasi setenang mungkin.
"Hmm" gumamnya lagi.
"Kamu ga mau bahas ini sekarang? Apa harus tunggu sampai kita pulang ke Jakarta aja baru dibahas? Boleh juga sih masih lima hari lagi bulan madunya diam-diaman" ucap Riana sambil berniat memunggungi Diko.
Namun Diko langsung berbalik arah menghadap Riana dan Riana pun mengurungkan niatnya untuk memunggungi suaminya itu.
__ADS_1
"Lain kali, kalau suaminya bilang ga usah itu nurut. Jangan suka maksain, aku juga pasti ada alasan kalau ga mau nurutin keinginan kamu" ucap Diko dengan wajah kesal.
Riana mengeryitkan dahi keheranan dengan suaminya yang tiba-tiba marah.
Ia teringat tadi memang ia sedikit memaksa untuk masuk ke Asian Festival. Diko terlihat tak tertarik dan tak ingin ke sana. Namun Riana begitu penasaran karena ini kali pertamanya ia melihat Asian Festival di luar negeri.
"Terus kenapa marahnya baru sekarang? Tadi pas di sana kayaknya kamu ga marah begini sama aku" tanya Riana.
"Ya karena apa yang aku takutkan terjadi, apa yang sudah aku prediksi beneran kejadian. Makanya kamu tu lain kali jangan suka ngeyel, suaminya ngelarang pasti ada alasannya" ucap Diko lagi.
"Alasannya apa Mas?" tanya Riana yang makin heran.
Bukannya menjawab, Diko bangkit dan terduduk sambil memijit dahinya.
__ADS_1
"Ya aku kan ga tahu Mas alasannya apa, kalau aku tahu alasannya mungkin aku ga bakal maksa" ucap Riana.
"Tuh, kamu emang begitu tu. Bisa ga sih nurut dulu aja, nanti pasti aku jelasin kenapa aku ngelarang dan jangan maksa buat ngikutin apa yang kamu mau" jawab Diko yang masih terlihat marah.