
Sore itu Riana sedang santai menikmati bunga-bunga yang di tanamnya mulai bermekaran. Di sebelahnya, Diko sedang menyantap sepotong brownies pandan yang di temani dengan secangkir teh hijau.
Diko pulang lebih awal hari ini, oleh karena itu ia bisa sedikit bersantai di teras rumah mereka menjelang senja. Jarang-jarang ia bisa melakukan hal ini di hari kerja, biasanya ia sampai di rumah sudah sekitar pukul setengah 7 malam.
Kebetulan hari ini pekerjaannya tidak terlalu banyak, dan sejak Riana hamil bawaannya ingin cepat pulang. Karena ia memang ingin Riana ada dalam pengawasannya dan tidak kenapa-kenapa. Diko memang sangat protektif dalam hal ini.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari balik pagar.
"Pakeeeet" teriaknya dari seberang pagar.
"Kamu ada belanja online sayang?" tanya Diko.
Seketika Riana mengangguk.
Diko beranjak ingin mengambilkan paketan tersebut, namun dengan cepat Riana mencegahnya.
"Aku aja ya Mas" ucap Riana dengan sigap langsung menuju ke arah pagar.
Riana melihat yang datang ternyata bukanlah petugas ekspedisi, melainkan ojek online. Sontak Riana heran, ia tak merasa memesan makanan ataupun barang dengan jasa pengiriman ojek online.
"Mba, ini ada kiriman" ucap tukang ojek tersebut sambil menyerahkan dua buah bingkisan.
Riana mengintip dari balik paperbag-nya, terlihat yang satu berisi sebuah cake dengan hiasan strawberry di atasnya, dan paperbag satu lagi berisi buah-buahan yang telah di kemas begitu cantik seperti sebuah parcel.
Riana mengeryitkan dahinya heran.
__ADS_1
"Salah alamat kali Pak, saya ga ada pesan apa-apa" ucapnya sambil menyerahkan dua paperbag tersebut.
"Memang bukan Mba, ini kiriman, karena yang pesan tadi pakai jasa g*send. Dan alamatnya sudah sesuai" jawab tukang ojek tersebut sambil menunjuk nomor rumahnya yang terdapat di pagar.
"Yang ngirim ini siapa Pak?" tanya Riana penasaran.
"Wah saya kurang tahu Mba, saya tadi di minta untuk mengambil ini langsung ke tokonya dan tidak bertemu dengan yang mengirimkan" jawab tukang ojek tersebut.
"Ini kirimannya untuk Riana" ucapnya tukang ojek itu lagi sambil membaca catatan yang tercantum di aplikasinya.
"Iya benar sih, saya Riana" ucap Riana ragu.
"Kalau begitu sudah benar Mba, silahkan di terima ya Mba. Saya permisi dulu" ujar tukang ojek online tersebut sambil menaiki motornya dan pergi meninggalkan Riana yang di landa kebingungan.
Ia pun masuk ke dalam dan menemui Diko di sana.
"Kenapa?" sahut Diko.
"Kamu ada kirim ini buat di rumah?" tanya Riana mencari jawaban.
"Hah, ga ada kok sayang. Memangnya tukang ojeknya ga bilang ini dari siapa?" tanya Diko sambil mengintip isi paperbag tersebut.
Riana menggeleng.
"Katanya dia juga ga tahu Mas" jawab Riana.
__ADS_1
Kemudian Riana mengeluarkan kedua bingkisan, saat Riana membuka kotak cake, tersembul sebuah kertas ucapan.
Sontak Riana menariknya dan membaca isi note tersebut.
Untuk : Sdri Riana
Semoga lekas sembuh
PT. Praja Cipta Informasi
Riana sampai mengeryitkan dahinya dan mengulang lagi untuk membaca note tersebut kedua kalinya. Ia takut salah baca.
Hatinya langsung merasa geram setelah tahu pasti siapa pengirim bingkisan ini, yaitu Pramudya, pemilik PT. Praja Cipta Informasi.
Diko langsung mengambil note yang ada di tangan Riana dan membacanya.
"Kok baik banget perusahaan ngirim bingkisan begini? Padahal kamu kan belum jadi karyawan di sana" ucap Diko heran.
"Apa mungkin karena kamu kemarin pingsan di sana dan membuat mereka sedikit merasa tidak enak?" tanya Diko.
"Hmmm, bisa jadi begitu Mas. Mungkin memang begitu, soalnya kan kemarin kamu cerita kalau pimpinannya menginstruksikan sekretarisnya untuk ikut ke rumah sakit dan mengurus administrasinya dan kamu menolak. Mungkin juga karena itu, mereka jadi ga enak" jelas Riana sambil berusaha terlihat tenang.
Diko mengangguk setuju.
"Iya juga ya sayang. Perusahaan besar tapi tetap mempunyai kepedulian bahkan pada yang masih berstatus calon karyawan. Dan padahal kamu kan sudah mengkonfirmasi ke perusahaan itu kalau kamu tidak bisa bekerja di sana, benar-benar patut di contoh" ucap Diko.
__ADS_1
Riana hanya bisa tersenyum, padahal di dalam hatinya masih bertanya-tanya apa maksud Pramudya mengirimkannya bingkisan ini.