
Riana menggeleng tak percaya.
"Tapi percayalah, aku sudah berubah. Aku tak lagi seperti itu" ucap Diko dengan cepat karena melihat ekspresi Riana.
"Terus?" tanya Riana menuntut penjelasan lebih banyak.
Diko menarik nafas dalam-dalam untuk mengumpulkan kekuatan dalam dirinya.
"Aku punya pacar saat itu, kami pertama kali bertemu di club. Selain dengannya, aku juga berhubungan dengan banyak wanita lain untuk kesenanganku" lanjutnya.
"Sampai akhirnya mantan pacarku itu hamil" ucap Diko sambil memejamkan matanya karena takut melihat ekspresi Riana.
__ADS_1
Riana kembali ternganga tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Riana shock saat di hadapkan dengan kenyataan ini. Suaminya pernah meniduri banyak wanita bahkan sampai menghamili seorang perempuan.
Diko berusaha menggenggam tangan istrinya. Tapi Riana menepis tak ingin di sentuh oleh Diko.
"Aku bertanggung jawab saat itu, aku tidak lari. Aku sadar dengan kesalahanku" ujar Diko cepat.
"Terus, berarti, sekarang, anak itu..." ucap Riana terbata.
"Saat aku terpukul dan bingung karena mengetahui dia hamil, Joe menyelamatkan aku, dia menyadarkan bahwa aku harus mengakhiri semuanya sebelum banyak bagian hidupku yang semakin hancur" kenang Diko.
"Lalu, sekarang?" tanya Riana dengan terbata.
__ADS_1
"Kabar terakhir yang ku dengar, dia sudah menikah dan kami tak pernah lagi bertemu. Hal itu juga membuat aku trauma untuk kembali lagi membuka hati pada wanita. Setelah aku coba untuk move on dari kejadian itu dan menjalani hidup dengan lebih baik, aku berpacaran dengan teman kuliahku dulu. Saat itu aku sudah berharap banyak dengannya, besar harapanku padanya saat itu. Tapi lagi-lagi aku gagal" jelas Diko mengenang masalalunya.
"Dia hamil. Tapi bukan dengan aku, ternyata dia berselingkuh. Kemudian dia menikah dengan laki-laki itu" lanjut Diko lagi.
"Itu seperti pukulan telak bagiku. Ketika aku mulai bangkit dan menata semuanya kembali, karma datang begitu nyata dihadapanku. Lagi-lagi aku jatuh, aku down dan semakin punya ketakutan untuk membina hubungan apalagi menikah. Saat itu aku merasa takut kalau istri ku baik, maka aku lah yang merasa berdosa karena masalaluku yang kelam. Tapi kalau istriku ternyata tidak baik, maka aku takut untuk lagi-lagi merasakan hal yang sama seperti dulu. Sakit hati dan perlu waktu lama untuk aku bangkit kembali" kenangnya dengan mata yang mulai basah.
"Aku ini tidak sebaik yang orang kira, bahkan keluargaku sendiri tidak tahu semua ini" ucap Diko sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.
Terdengar samar-samar suara tangisan penyesalan dari balik tangannya. Tubuh Diko bergetar menahan isaknya. Apa yang selama ini ia simpan rapat-rapat, kini ia buka dengan begitu lebar di hadapan Riana. Kisah ini sungguh menelanjanginya.
Ia kini pasrah dengan apapun tindakan yang di ambil oleh Riana. Tugasnya untuk menceritakan semuanya sudah selesai, biarlah Riana yang mengambil keputusan atas semua ini. Bahkan ia pun tak berani berharap bahwa Riana bisa menerima semuanya. Jauh di dalan lubuk hatinya berdoa, semoga Riana menjadi pelabuhan terakhirnya.
__ADS_1