Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 126


__ADS_3

Hari ini Diko membawa Riana ke Chidorigafuchi Park untuk melihat bunga sakura yang sedang bersemi. Festival sakura yang diadakan setahun sekali ini sayang sekali untuk dilewatkan. Diko sangat ingin Riana bisa melihat dan menikmati bunga sakura yang bermekaran terlihat sepanjang mata memandang.


Sesampainya di sana Riana benar-benar kagum dan tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Tak sekali ia terlihat bersorak bagai anak kecil yang diberi mainan.



...Chidorigafuchi Park...


Bunga sakura memang tak pernah gagal untuk dikagumi. Bentuk dan warnanya yang khas menjadi daya tarik tersendiri. Orang Jepang dan turis berbondong-bondong untuk melihat festival sakura setiap tahunnya. Tak jarang mereka berpiknik sambil menikmati pemandangan bunga sakura yang begitu indah.


"Kamu suka?" tanya Diko sambil menggandeng mesra tangan istrinya.


Riana mengangguk dengan pasti. Ia memang sangat suka. Baru sekali ini dalam hidupnya melihat langsung bunga sakura yang biasanya hanya ia lihat di televisi ataupun majalah.


"Terima kasih ya Mas" ucap Riana sambil bergelayut manja di lengan Diko.


Keduanya terus berjalan menyusuri taman sambil bergandengan. Menikmati moment-moment indah yang ada di depan mata sambil merajut kasih.


Layaknya orang yang sedang jatuh cinta, tak ada yang mereka fikirkan kecuali cinta yang sedang mereka rasakan.

__ADS_1


Riana yang sejak awal telah diterpa masalah bertubi-tubi kini seolah meraup bahagia yang telah semestinya ia dapatkan. Diko pun merasakan bahwa tak ada wanita lain yang ia inginkan untuk berada di sampingnya saat ini kecuali Riana. Wanita yang hingga saat ini masih membuat jantungnya berdegub kencang, dan seperti jatuh cinta pada orang yang sama berkali-kali setiap waktunya.


Tak jauh dari Chidorigafuchi Park, terdapat Asian Festival yang kebetulan diadakan pada hari itu. Riana dan Diko tertarik untuk kesana karena terlihat begitu ramai dan meriah.


Ternyata di sana diadakan bazar dari beberapa instansi asia yang ada di Jepang. Kedua nya berjalan menyusuri dan melihat-lihat bazar yang ada di sana. Melihat barang-barang unik yang menarik dan bisa di jadikan oleh-oleh.


Ternyata ada bazar dari KBRI yang juga mengisi acara di sana. Dengan stand yang penuh aksen ethnic membuat Diko dan Riana takjub. Namun belum selesai dengan rasa takjub mereka, tiba-tiba Diko mendengar seseorang memanggil namanya.


"Diko" panggil orang tersebut.


Diko dan Riana menoleh mencari arah suara takutnya mereka hanya salah dengar. Siapa gerangan yang kenal pada Diko di Jepang.


Diko terlihat salah tingkah dan sedikit kaget, namun ia tetap berusaha ramah dan tersenyum.


"Diko kan?" tanya wanita itu.


Diko mengangguk mengiyakan. Riana pun mulai heran dan bertanya-tanya siapakah yang mengenali suaminya di sini.


"Kamu apa kabar? Ga nyangka ya kita bakal ketemu lagi" ujar wanita tersebut sambil mengulurkan tangan.

__ADS_1


"Baik, aku baik" jawab Diko yang seperti orang bingung kemudian hanya basa-basi tersenyum.


"Kenalkan ini istriku" ucap Diko memperkenalkan Riana.


Keduanya terlihat bersalaman dan saling menyebutkan nama. Ternyata wanita itu bernama Akira.


"Cantik sekali istrimu, kamu sungguh beruntung" ucap Akira sambil melirik Diko.


Diko hanya tersenyum tanpa menjawab sepatah katapun. Diko terlihat tak nyaman bertemu dengannya dan membuat Riana penasaran siapah wanita ini.


"Ayo kita masuk ke dalam" ajaknya untuk masuk ke dalam stand KBRI.


"Hmm sepertinya kami akan pulang saja Akira. Maaf kami ada urusan" ucap Diko menolak.


Ia langsung menarik tangan Riana.


"Permisi" ucap Diko kemudian berlalu.


Riana heran ada apa dengan suaminya yang tiba-tiba menjadi sangat tidak ramah ini.

__ADS_1


__ADS_2