Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 83


__ADS_3

"Mas, kamu serius??" tanya Riana ketika keduanya sudah berada di dalam mobil.


"Ya seriuslah, kamu tahu kan sayang kalau aku ga bisa kalau tanggung-tanggung gini" jawab Diko yang tengah menyetir.


Riana menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tiba-tiba Diko membelokkan mobilnya masuk ke pelataran parkir hotel yang ternyata hanya berjarak sekitar empat gedung dari kantornya. Rupanya Diko serius dengan perkataannya.


Ia langsung memesan kamar di resepsionis dan meminta untuk diberikan kamar di lantai satu atau dua biar tak terlalu lama di lift.


Begitu mendapatkan kunci, ia pun langsung mengajak Riana untuk masuk ke kamar.


Dan tanpa basa-basi, belum lagi Riana sempat membuka sepatunya Diko sudah memeluknya dari belakang kemudian menciumi lehernya.


Riana bergidik menikmati ciuman Diko yang terus bergerilya di lehernya.


Dengan inisiatifnya sendiri, Riana mulai membuka kemeja berwarna mint yang sedang dikenakannya dan membuat Diko semakin leluasa.


Riana membalikkan tubuhnya ke arah Diko kemudian mencium bibirnya dengan begitu panas. Ia menjalarkan tangannya ke bagian bawah yang membuat Diko mengerang nikmat.


Tanpa bisa menunggu lama, Diko langsung membawa Riana menuju tempat tidur lalu merebahkan istrinya di sana.


Namun Riana sontak berdiri dan menghempaskan tubuh Diko ke tempat tidur. Dilucutinya pakaian Diko satu persatu. Kemudian ia juga melepaskan pakaiannya tanpa tersisa.

__ADS_1


Diko semakin bersemangat melihat Riana yang mengambil alih permainan panas ini. Ia makin terlihat sexy di mata Diko.


Riana langsung menuju leher Diko dan melum*tnya dengan menggebu-gebu. Kemudian terlihat Diko memejamkan mata begitu menikmat sensasi yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


Semakin lama, Riana semakin ke bawah dan membuat Diko semakin melayang. Riana dengan lihainya memainkan lidahnya yang membuat Diko merasa permainan ini jangan cepat berakhir.


Sejak tadi suara erangan dan desahan Diko memenuhi ruangan, itu juga yang membuat Riana semakin bersemangat memuaskan hasrat suaminya itu.


Melihat Diko yang sudah tak kuat menahan nafsunya yang sudah menggebu-gebu untuk ke acara inti, Riana langsung mengambil posisi woman on top sebagai puncak acara mereka siang ini.


Riana memacu pelan, penuh perasaan. Itu saja sudah membuat suaminya semakin gila. Semakin lama semakin dipercepatnya untuk menambahkan sensasi lebih, yang jelas saja membuat Diko semakin seperti hilang kesadaran. Yang ia tahu kini hanya nikmat dan nikmat, yang tak ingin rasanya ia sudahi.


Sambil dicumbunya bibir Diko dengan ganas, sambil terus dipacunya dengan lihai dan cepat, hingga akhirnya terdengar jeritan kenikmatan keduanya menggema dan bersahutan.


Riana masih berada di atas tubuh Diko terlihat terengah-engah seperti orang yang kelelahan.


"I love you," ucap Diko.


Riana tersenyum. Kali ini ia yang bangga karena telah memuaskan suaminya dan dirinya sendiri tentunya.


Riana langsung mengambil posisi berbaring di lengan Diko.


"Jangan sedih-sedih lagi sayang" ucap Riana sambil memeluk pinggang Diko erat.

__ADS_1


Di ciuminya pipi Diko dengan sayang.


"Makasih sayangku, aku ga akan sedih selama aku masih di samping kamu" ucap Diko.


Riana menggenggam tangan suaminya erat, di ciuminya punggung tangan Diko pertanda ia bahagia mendengar ucapan Diko.


Diko tiba-tiba terduduk dan melihat ke arah meja kerja yang ada di kamar hotel tersebut.


"Sayang, pake bajunya lagi yaa" ucapnya memerintahkan Riana untuk berpakaian.


"Kita langsung keluar Mas?" tanya Riana tak mengerti.


"Bukaaan, ituu" ucap Diko yang sambil memonyongkan mulutnya menunjuk ke arah meja kerja.


"Maksudnya??" tanya Riana yang semakin bingung.


Namun melihat senyuman nakal yang khas dari bibir suaminya ia pun lama-lama mengerti.


Melihat ekspresi Riana yang sepertinya keberatan, Diko langsung menyatukan kedua telapak tangannya seraya berkata please.


Kemudian Riana tersenyum sambil mencubit pinggang suaminya gemas.


Segera di pakainya baju kerjanya dengan lengkap, sengaja diikatnya kemeja kerjanya di bagian perut agar terlihat sexy.

__ADS_1


Di gulungnya roknya agar memperlihatkan pahanya yang mulus dan menggoda. Dengan perlahan ia mendekat ke meja kerja yang terdapat di kamar tersebut kemudian berpose menggoda Diko.


Diko langsung melompat turun dari tempat tidur kemudian mendekat ke arah Riana sambil mewujudkan fantasinya.


__ADS_2