Tamu Hati Tak Diundang

Tamu Hati Tak Diundang
BAB 131


__ADS_3

Terlihat seorang wanita terduduk menangis di sebuah ruangan. Tertunduk lemah sambil menutup wajah dengan kedua tangannya. Terdengar dari suara tangisannya yang begitu lirih, tampaknya kesedihan mendalam sedang menghampirinya.


Di sudut ruangan tersebut tampak seorang lelaki yang sedang berdiri menghadap ke jendela. Dari raut wajahnya juga terlihat sedih namun tak ada air mata di sana.


"Hubungan ini sudah salah dari awal" ucap lelaki itu tanpa berpaling.


Wanita tersebut tak menjawab dan hanya bisa menangisi kisah cintanya.


"Aku yang salah" lanjut lelaki itu.


"Seharusnya kita tak memulai semua ini Dir" ucap lelaki yang tak lain adalah Reyhan.


Reyhan baru menemui Dira setelah menghilang berbulan-bulan lamanya. Ia kembali dan mengatakan bahwa hubungan mereka harus berakhir dan ia harus kembali pada istrinya.


"Aku tak bisa memberi kamu akhir yang bahagia, maaf" ucap Reyhan pelan sambil memejamkan mata menahan perih di hatinya.


Dira mengangkat wajahnya, terlihat air mata masih tergenang di sana. Wajah sempurna selebgram dengan jutaan followers itu kini terlihat tak secantik biasanya. Dengan mata bengkak dan wajah sembab mengurangi pancaran kecantikan yang biasa ia pamerkan pada jagad sosial media.


Reyhan mendekat pada Dira. Ia berjongkok tepat di depan Dira. Dipegangnya kedua bahu Dira dengan lembut dan dengan tatapan kesedihan.

__ADS_1


"Lupakan aku" ucap Reyhan.


Ucapan yang bagi Dira bagaikan sebuah pisau tajam yang merobek perasaannya, ucapan yang tak pernah ia dengar keluar dari mulut Reyhan.


Dira menggeleng sambil menangis terisak.


"Aku ga bisa melanjutkan semua ini" ucap Reyhan penuh penekanan.


"Tapi kenapa dulu kamu berani berjanji sama aku? Kenapa kamu mengajakku untuk tinggal bersama di apartemen ini? Kenapa kamu dulu dengan yakinnya mengatakan bahwa akan segera bercerai dan menikahi aku?" cecar Dira dengan banyak pertanyaan.


Reyhan menunduk tanpa bisa menjawab semua pertanyaan itu.


Hanya itu yang ia ucapkan. Kata maaf yang sejak tadi entah sudah berapa kali terdengar dari mulutnya.


Reyhan kemudian berdiri dan melangkah pergi.


"Setidaknya beri aku satu alasan kenapa kamu meninggalkan aku" ucap Dira tanpa berpaling yang membuat langkah Reyhan terhenti.


"Ini bukan salah kamu, ini semua salahku" jawab Reyhan.

__ADS_1


"Kenapa kamu pergi meninggalkan aku?" tanya Dira sekali lagi dengan penuh penekanan.


Reyhan menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan berat.


"Istriku sakit" jawab Reyhan singkat.


Dira seketika berpaling dan berdiri. Ia melekatkan pandangannya pada Reyhan.


"Ya, istriku sakit. Leukimia. Anak dan istriku membutuhkan aku di samping mereka di saat yang berat ini" ucap Reyhan lagi kemudian melangkah pergi dan menghilang dari balik pintu apartemen.


Tinggallah Dira yang masih tercengang sambil menutup mulut dengan tangannya. Ia menggeleng tak percaya.


Dira kembali terduduk lemah. Tangisnya kembali pecah. Ia menyadari dengan kondisi istri Reyhan saat ini, tak mungkin ia berupaya untuk membuat Reyhan kembali padanya.


Yang bisa ia lakukan kini adalah menangisi nasibnya. Nasibnya yang malang, setelah sempat hidup bersama dengan Reyhan tanpa status pernikahan, kini ia ditinggalkan. Ia merasa seperti tak punya harga diri lagi.


Ia pun seperti tak tahu kemana arah untuk melanjutkan hidupnya kini. Karena ia sudah berharap banyak pada hubungannya dengan Reyhan.


Ia dulu begitu yakin Reyhan akan menikahinya, tapi kini semua seolah sudah menguap entah kemana. Cinta yang dulu seperti tak pernah padam kini hanya tersisa abu yang sudah tertiup angin. Janji tinggallah janji.

__ADS_1


__ADS_2