
Riana masih memeluk Diko dengan erat saat dirinya mulai terkantuk dan hampir tertidur. Sampai akhirnya ia terkejut dengan suara ponselnya yang berdering di atas nakas di samping tempat tidur mereka.
Diko yang sudah tertidur pun terbangun dan berinisiatif menjangkau ponsel Riana. Sebelum memberikan pada istrinya, dengan sengaja ia melihat siapakah yang menelepon malam-malam begini.
Matanya yang semula hanya sedikit terbuka, mendadak terbuka lebar setelah melihat nama Dira terpampang di sana.
'Mau apa dia?' bathin Diko.
Riana juga tak kalah heran melihat Dira meneleponnya. Ia menebak bahwa Dira masih penasaran dengan kasus kemarin.
"Halo" ucap Riana menjawab telepon Dira.
Seketika Riana terduduk saat yang di terimanya bukanlah jawaban Dira melainkan suara tangis.
"Kamu kenapa Dir?" tanya Riana penasaran.
Diko yang ikut penasaran pun ikut terduduk kemudian memberikan kode pada Riana untuk me-loudspeaker panggilannya.
__ADS_1
"Reyhan ninggalin aku Ri" ucap Dira yang masih menangis.
Riana menghela nafas berat setelah mendengar apa yang di katakan Dira. Ia sudah menduga ini akan terjadi.
"Kamu benar Ri, dia lebih milih istrinya daripada aku" lanjut Dira.
"Terus sekarang kalian udah putus?" tanya Riana.
"Ga ada kata pisah dari dia Ri. Tiba-tiba dia menghilang ga ada kabar" jawab Dira dengan terisak-isak.
"Tapi dia berjanji akan menikahiku. Dia bilang hubungannya dengan istrinya sudah berpisah tapi belum di urus saja surat cerainya. Tapi tiba-tiba dia menghilang. Kemudian istrinya meneleponku dan memaki-maki aku. Hatiku sakit Ri" jelas Dira panjang lebar.
Lagi-lagi Riana menghela nafas. Dira betul-betul sudah dibutakan cinta hingga tak bisa melihat mana yang pantas dan yang tidak.
"Mama kamu tahu tentang ini?" tanya Riana.
"Tidak, aku rencananya akan kasih tahu Mama kalau Reyhan sudah benar-benar akan melamarku. Tapi sekarang aku tidak mungkin kasih tahu Mama yang sebenarnya. Aku malu Ri. Aku menyesal tidak mendengarkan omonganmu" jawab Dira.
__ADS_1
Riana sudah mengira Reyhan bukanlah lekaki yang baik. Ia juga sudah yakin ini akan terjadi.
"Aku minta maaf Ri, kalau selama ini aku selalu bersikap yang tidak baik sama kamu. Kejadian ini benar-benar menyadarkan aku bahwa aku bukan orang yang baik" ucap Dira penuh penyesalan.
"Sudah lah Dir, yang berlalu biarkan berlalu. Anggap saja semua yang terjadi adalah proses pendewasaan untuk kamu dan juga untuk aku. Yang penting kamu sudah menyadari kekeliruan kamu" jawab Riana memaafkan.
"Sekarang kamu hapus semua kenangan kamu dengan Reyhan. Lupakan dia. Aku yakin kamu bisa menemukan laki-laki yang benar-benar sayang sama kamu" lanjut Riana.
Terdengar suara tangisan Dira dari seberang telepon.
"Makasih ya Ri, sekali lagi aku minta maaf atas semua yang udah aku lakukan ke kamu. Sampaikan juga permintaan maafku pada Mas Diko" ucap Dira.
Setelah Dira mematikan panggilannya. Riana dan Diko bertatapan. Kemudian Diko memeluk istrinya itu.
"Tuhan menjawab semuanya satu persatu" ucap Diko.
"Iya Mas, semoga Dira bisa menjalani hidupnya dengan baik dan bisa menemukan laki-laki yang lebih baik dari Reyhan" ucapnya kemudian bernafas lega.
__ADS_1